Jarum jam lambat berdetak Aku masih tertegun Mematung Menatap jembatan yang tumbuh kokoh Merentangi sungai dan lembah Namun tak pernah mampu menjembatani jurang antara kita Lalu pada gerimis yang mulai turun satu-satu Aku mengadu Walau tanpa tangis Kuingin kau tahu Pada kelapangan hatimu Kuharap
Seperti malam tak kuasa tepikan gemintang... Seperti pagi tak kuasa tepikan embun... Bagaimana harus ku tepikan ajakmu.... Bila kau cipta bianglala penghias senjaku...:o :) pagi sweetheart....:peluk :kiss Akhirnya mampir juga ke trit cc......, sering2 singgah dong......, cc tungguin di sini....:...
Deru laju mobil masih satu...satu... Embunpun masih malu-malu... Aku disatu waktu... Menunggu... Mencari tahu Mengapa kau tempatkan disudut itu...? :o
Berhentilah wahai sepi Jangan peluk aku seerat ini Setidaknya... Biarkan aku bernafas lega Agar bisa kulihat batas yang ada Batas antara ilusi dan nyata... :) siang agan..., terimakasih sudah singgah..., cc maafkan karena karya agan memang bagus...:D singgah lagi ya..., akan selalu cc maafkan k...
Dalam kebekuan... Kau sentuh aku dengan tatapanmu yang hangat... Dalam kegelapan... Kau berikan secercah harapan... Yang dingin membeku... Kini panas membara... Yang gelap pekat... Menyala dalam pijar-pijar yang membakar sukma... # Kamis, 12 September 2013, 23.25 BBWI Special thanks to someone
Angin kecil itu merobohkan aku kaki yang dulu kuat berjalan sekarang lemah tak berdaya melawan jarak ribuan kilometer untuk kembali padamu merpati menarikan rindu untukmu terbang rendah bersama kekasihnya itulah AKU dan KAU dikemudian hari bersanding berdampingan berbicara tentang cerita yang tak
Senyum palsumu sudah cukup indah hari ini Polos, tanpa dosa, dan tanpa beban Ya, mungkin senyum seperti itu yang pantas untukku Karena senyum itulah yang membunuhku Senyum palsumu sudah cukup menyita hati ini Indah, kaku, dan terpojok Entah untuk siapa, tapi itu tak penting lagi Karena senyummu sud
Ketika kata tak lagi dapat mengungkap Air mata pun menjadi pengganti akankah semua yang tersirat dapat ditangkap Hingga yang dimaksud dapat dimengerti terlalu lelah untuk bicara diam pun tlah memberi sebuah makna meski terkadang dapat tak sama namun tak mampu semua terungkap lewat kata Lalu aku m
Aku masih ingin menikmati hari bersamamu.. Menghabiskan waktu berdua.. Bercerita tentang segala hal yang tak menentu.. Entah tema apa yang dibicarakan,, ku selalu menikmatinya.. Di selingi dengan candaan hingga kita tertawa bersama.. Ku nikmati raut wajahmu.. Ku bungkus hingga kau muncul dalam kh...
pohon rambutan di tengah hutan ditanam disamping pohon pisang aduh..., maaf banget agan... cc baru bisa mampir sekarang...!
Adalah waktu Selalu waktu Permainkan detak-detak jantung Rindu... Lalu ragu... Dan aku terkungkung asa semu... Adakah kau pedulikan itu...:norose: :) malem Imux..., cc singgah...:malus
ane mau coba juga dah, tadi malem ane buat a,... dibalik kaca kau merenung menatap bayanganmu sendiri dengan tatapan kosong seolah senyum itu pudar seiring gelap a malam, tubuhmu yang lemah dan tak berdaya membuat dirimu semakin frustasi ingin kutemani dirimu di saat kau rapuh mendengar ceritamu
Alo sis, numpang menulis sedikit isi hati :malus Dia Dia adalah seorang anak Dengan kekurangannya Dengan kelebihannya Dalam hidup yang sesaat Namun dia berbeda dari anak lain Walaupun beratap langit biru Beralaskan rumput hijau Dengan secercah senyuman tulus Dia telah pergi jauh Ibarat garis
tok tok tok ada orangnya tidak ya :bingung: mau request puisi :o :tabrakan: gubrak :kagets: upz..., maaf cc g lihat, jadi nabrak dah...:D jangan bingung lagi, cc dah pulang...:D tapi kok aneh ya...? ada pujangga mo request puisi...?:D =======================================================
Separuh anganku Separuh inginku Separuh asaku Tak lagi bernama "kamu" Aku harus menepikanmu Dengan anganku Dengan inginku Dengan asaku Yang tak lagi bernama "kamu" :) siang agan XFA..., terimakasih sudah singgah lagi, cc kira agan nulis buat seseorang...:) bagus kok, selalu b...
Bandung, 24 Juni 2013 Hati terjatuh Tanpa suara Sepi, sunyi, hening Tapi sakit Tidak tergores Tapi Pedih Katakan Bagaimana menjalani hari tanpa belahan jiwa ? Seperti belajar melangkah dengan 1 kaki Tersenyum, tertawa, bahagia ? Tanpamu Selamat tinggal Bisakah kuhentikan waktu...? Agar
Hati ini tak bisa diadu, Jujur saja aku telah menipu Masih terbayang masa lalu Dimana ada kamu di tempat itu Lalu...? Apa itu salahku? Jangan memintaku melupakanmu Waktu saja tak mampu mengubur kisah tentangmu Biar saja... Akan kupastikan kau tak mengganggu Hari ini dan masa depanku...:) :) sia
Mungkin aku memang seberuntung itu Atau semesta memang sedang memihak padaku Aku tersenyum dan tengadah kelangit biru Sungguh kusyukuri karunia itu Saat masih bisa menyapamu dibatas waktu... :) Siang, Bee...:o apa kabar...? :)
Aku ingin memeluk satu-satu butir rindu di matamu, sebab memandangmu saja tidaklah cukup, Chi. Pada setiap butir rindu itu aku simpan gurat indahmu Saat panas menguapkannya, aku hirup nafas sekuatku Hingga semua kembali penuhi rongga dadaku Dan akan cukup bekalku menanggung rindu Hingga tiba saa
Pantas saja aku melayang Jauh..., jauh diantara gemintang Lalu aku terjatuh sbagai tawanan Dengan janjimu dalam genggaman... Malem Ang...:)