Mau murtad, mau kafir, mau Aseng, masih banyak istilah yg buat ni kaum kadrun jadi terkenal...cuma ya sebatas itu saja cara berpikirnya, sisanya kebanyakan terbelakang.
Gak usah mau pak Erick Tohir, gak ada untungnya, malah bisa dapat buntung...rentan kena ranah hukum ni even...
Kaum radikal koar- koar, siapa tau dilirik donatur pencapresan 2024, padahal topik yg dipermasalahkan merupakan suatu kebodohan seorang Somad..maklum batas level pemikiran mereka hanya sampi disitu..
Biasanya pemimpin hasil produk penunggang agama, gak bisa kerja, lamban, kebanyakan bicara/omong kosong, populer dikalangan kaum radikal, kebanyakan jual tampang di media elektronik maupun media sosial untuk sekedar pamer hasil kerja ,padahal mutu hasil kerjanya berantakan..
Kalo maksa masuk disebut pencuri...jadi gak usah lebay...memang kenyataannya penceramah ekstrimis..warga Indonesia juga ngerti emang UAS penceramah ekstrimis..cuma negara ini kurang ketat menekan orang2 ekstrimis akibat banyaknya politikus yg memanfaatkan kaum ekstrimis sebagai boneka politik merek
Kalo koruptor banyak untungnya, selain dia belanjakan uang hasil korupsinya, rakyat Singapore diajari koruptor, pasti pada kaya2 dan makmur penduduknya...kalo UAS cuma ngajari ilmu agama, itupun belum tentu masuk surga, karena ajarannya kebanyakan menghina dan mendengki..gimana mau masuk surga su...
Gimana mau belanja, wong kaum radikale dicekel kabe sama Singapore, kalo wong kafir bebas kan UAS belanja ke Singapore...
Coba Lo bandingkan manifest pesawat terbang dengan kapal laut, mana lebih dahulu diketahui oleh negara tujuan jika ada kebijakan cekal...dah faham.
Kita ambil hikmahnya saja, kita tahu siapa itu ustad Somad, bagaimana kiprahnya selama ceramah dan sepak terjangnya yg lain..tentu saja Singapura tak mengharapkan penceramah radikalis ke negaranya, karena misinya sudah pasti memprovokasi etnis Melayu dan Tionghoa disana..tau sendiri kan dia saja ke
Lo sendiri pendatang dinegaranya...trus Lo kesana mau provokasi warga Melayu..ya wajar Lo di usir mad..
Warga terhormat bagi kaum kadrun, kalo nasionalis ni warga kurang ajar, provokator, tukang jual ayat...
Nggak usah bela- belain yg jelek Pak, mending diam saja daripada kebuka semua nanti kebobrokan si Somad selama ini...
Seperti pepatah mengatakan " apa yang kau tanam, itu yang kau tuai" jadi orang jangan mendengki, mengkafir-kafirkan orang, masih mending di usir, kalo ke negara yang memberi kelonggaran senjata api, sudah berserakan isi kepala Lo di dor....