Dari semua komen di page awal sampai page 2, komen anda yang paling cerdas, realistis, dan real objektif. Beneran gan, bukan sarkas. Bedanya Marvel lebih memilih diam dan langsung action ke karya movie. Sangat beresiko bercerita muluk2 tentang plan dan segala macam ke publik, resiko bila gagal, nam
Mending buat beli komiklah, hobby dsb Terus buat yutb channel Indonesia sudah overpopulasi (di area tertentu) Saatnya jadi jepun mk 2 ini indo Lagian sekarang perusahaan nyarinya yang single, yg eue eue banyak mintanya :beer:
bodoh kuadrat Tuhan kok bisa mati Mending lu aja yang mati :fuck: udah menuh2in negara :fuck2: Tanggal tua begajulan di jalan :fuck3: beranak pinak lagi :fuck: Tolol
ada jav dan sejenisnya juga ngaruh Kalau orang sana nyadar, nikah itu ribet (Karena tetlalu fokus sama pekerjaan) Kalau orang sini, makan engga makan yang penting nikah Gak mikirin anaknya makan apa Penting pas ditanya kapan nikah Bisa njawab :linux2:
makannya itu negara gak nambah2 populasinya maenannya psk, kalau sini kan nikah, nikah, nikah tapi mati enggan bukannya nurun, malah nambah Too Afraid to Live: Too Scared to Die
Gak ada Cuman inget umur, nontonnya yang seinen dong Kalau harem, ecchi, bortard, nartard jadinya gak bisa move on, kejebak masa sma melulu Tapi ingat Ada manga or anime, yang membawa penonton larut ke dalamnya, sampai kebawa ke rl sehingga lupa segalanya Itu yg sedikit kurang baik :beer:
Violence is never the answer, but sometimes, like with cockroaches, it is the only possible response.
Suicide by David Foster Wallace The so-called ‘psychotically depressed’ person who tries to kill herself doesn’t do so out of quote ‘hopelessness’ or any abstract conviction that life’s assets and debits do not square. And surely not because death seems suddenly appealing. The person ...