ha ha ha... anda berani, terbuka langsung ke sasaran, ciri orang dengan percaya diri tinggi, saya suka orang seperti anda... :shakehand2 cuma masalahnya begini Boeng, banyak kasus kehangatan dan rasa hormat terhadap orang lain hilang cuma karena alasan keimanan yang berbeda, hmm....sangat sayang...
untuk anda seperti tadi saya bilang di atas, karena akal fikir anda menerima dasar atau pemahaman dari keberadaan Tuhan dari yang anda pelajari atau olah dengan fikir anda maka timbulah keyakinan tentang keberadaan Tuhan bagi anda,
pertemanan bisa jadi karena bahasa tapi kalo menurut saya lebih berdasar pada hati yang tulus.... dan pertemanan salah satu dasarnya adalah pengertian, maaf kalau saya anda anggap terlalu formal....tapi saya berharap kita bisa berteman....dan sampai saat ini saya tidak berfikir bahwa anda sedang...
biarin saya aduin, lha sekarang disini, nggak di penjara juga nggak mawu ndongeng kok!!! :ngakak oh gitu ya mbah, baru sadar saya mbah....:malu: maklum mbah saya pengangguran, ini aja ngenet mesti ngumpulin duwit dulu 5rb biar bisa ketemu para sepuh disini, eh malah sepi mbah, mbok ndongeng mbah...
kalo nggak diungkap apa ada ruginya? apakah anda stuju atau tidak setuju dengan saya karena keimanan saya?
he he he.... yang mana dulu ni? oke begini, kenapa unreal menurut logika(anda)? tapi real menurut keyakinan(anda)? unreal menurut logika(anda) karena anda belum mengerti apa itu logika? real menurut keyakinan(anda), karena sebetulnya secara nggak sadar keyakinan anda sudah diyakinkan dengan logi...
saya cuma menyoroti keyakinan itu bisa anda dapat karena logikanya bisa anda terima dulu, begitu mbah....itu dulu yang harus kita setujui baru bisa lanjut, :D seperti keberadaan Tuhan pasti ketika anda yakin dengan Tuhan harus ada dulu logika yang bisa anda terima tentang Tuhan, bukan begitu?:be...
manggilnya apa dong? he he he.... saya pikir masih kontekstual lho, dengan mbah (sebelum ada panggilan yang anda tawarkan, saya tetap manggil mbah untuk menghormati anda) memakai taspen atau alat bantu lain, sebetulnya mbah sedang melogika bukan meyakini, kalo yakin ya nggak perlu alat bantu lag...
hihihiy.... apa ya mbah? contoh gampang ni, ada sebuah kabel yang telanjang (nggak porno lho).... lha mbah tau kabel itu nggak ada setrumnya dengan keyakinan apa logika? kalo dengan keyakinan, apa ya mbah berani pegang itu kabel? ya kalo nggak ada setrumnya lah kalo ada setrumnya? bisa kesetrum ...