Dan kemudian, Aku tersenyum kecil memperhatikan kau berbaring disana, dengan wajah lelah berpeluh... Ku dekatkan wajahku dan akupun berbisik, "Terima kasih sayang, kau sudah memberikanku sesuatu paling indah malam ini, semoga tuhan selalu menjagamu..." Kau tersenyum... Dan keajaiban
Sudah beberapa kali aku dipertemukan dengan wanita, dan selalu gagal. Dia suka, aku tidak berkenan, aku suka dianya yang berpaling. Dan kau tahu apa yang ku pinta kepada yang Diatas? Aku sudah pasrah ya Allah, Aku hanya memohon jika sudah saatnya aku untuk melanjutkan hidup maka dekatkanlah dan pe
Dan kemudian dia bertanya, "Nanti apa abang bisa menerima saya apa adanya? Soalnya saya tidak secantik dan sepintar yang abang pikirkan" Sayapun menjawab, "Kecantikan dan kepintaran bukan pedoman untuk mencapai kebahagiaan. Kecantikan hati itu yang perlu, jangan sampai luntur"
Apa yang akan kau lakukan ketika seorang gadis sudah mempercayakan hidupnya padamu? Aku tidak akan muluk-muluk, yang dapat ku lakukan hanyalah mempertahankan kepercayaannya tetap kuat terhadapku...
Malam ini hujan, dingin... Tapi hanya untuk sementara... Karena sebentar lagi akan ada dia... *amiin...
Biarkan sajalah, apapun yang terjadi, serahkan saja pada yang diatas... Bersyukur masih ada yang mau... Dan menerima diri ini apa adanya... Walaupun umur terpaut jauh... Diapun nampak dewasa... *mungkin doaku terkabul, karena umurnya masih 19 tahun...
Saudaraku berkata "santai saja, jangan terlalu dipikirkan, nanti juga ada jalan, percaya saja!" Aku percaya bang, tapi pikiran ini masih kalut, kuatir...
Kemarin begitu menggebu-gebu, tapi hari ini pikiran kalut... Apakah ini normal? Apakah aku memang harus melalui proses ini? Kenapa jadi takut begini??? Duh gusti... *kalau dia tahu, mungkin lain jadinya...
Dan malam inipun aku berpikir: 'Berani sekali kau mau menikahi seorang gadis! Apa kau sudah sinting? Apa modal kau? Cuma sepetak kedai saja sudah sesumbar mau berkeluarga! Mau kau kasih makan apa anak gadis orang nanti, haa!!? Rumput!?' 'Tapi kalau tidak sekarang, akupun tak tahu kapan, umurkupun...
Om-om..! Hei, kemana saja kalian, semakin jarang kelihatan? Lagi sibuk om! Seperti banyak kerjaan saja kalian! Kami sibuk main om! Oh... Apa kabarnya om? Baik-baik saja, terima kasih... Masih single om? InsyaAllah sebentar lagi tidak... Eh, udah ketemu om??? Moga-moga saja iya... Waaaaaa
Kau tahu rasanya menunggu? Sedikit kesal bukan... Kau tahu apa yang ku tunggu? Sesuatu yang akan mengubah jalan hidupku... *bayangkan bagaimana rasanya...
Ente suka nulis gan?kayany semua yg da di otak ente di kluarin ya Pikiran itu seperti sebuah gelas kecil yang diisi oleh pengetahuan seluas samudra, Tidak akan tertampung, Jadi biarkan mengalir bebas...
Wes emboh! Sak karepmu...bongko karepmu urip karepmu... Terima kasih kawan... Walaupun aku tak mengerti sedikitpun dengan apa yang kau ucapkan... Paling tidak kau sudah membalas ucapanku, Sekali lagi terima kasih kawan...
Maksudnya apa gan? Apa maksudmu dengan semua ini? Tidak ada maksud apapun kawan... Jadi ini hanya iseng? Tidak juga, hanya menuliskan apa yang ada dalam pikiran... Ya sudah... Terima kasih Ngomong-ngomong... Ya? Bagaimana kabar dia? Ah... Biarkan saja dulu... *tidak tahu bagaimana kab