Klo kebebasan berbicara, berpolitik, koar2 di jalan aja bilangnya ikut luar negeri, kemajuan, yang kayak gini yang bagus2 g ditiru. Dasar.... Yang masih berpedoman ospek seperti indonesia kayak sekarang berarti generaasi sampah....:hammer
itu bahasa jawa gan kebumen-bali maksudnya kebumen-balik ke kebumen lagi Anda benar....selamat selamat :ngakak
sama gan, ane pake paket YES, eh, alesannya macem2, dari alamat tidak ditemukan dll, walaupun akhirnya nyampe tapi masa harus pake marah2 dulu sama customer service di kota ane sama yang di jakarta, g jadi YES akhirnya, :hammer
ualah, ana ya wong kaya kue wis bandot, alay maning fans-e boyband boyband maho kue mesti :ngakak :ngakak mbuh kue kang :ngakak
gantian ngontel nek kui wkwkkwkwkwwk:2thumbup gantian orang se-RT tetep ja g mungkin nyampe bali, jauh gan :ngakak
whatever alasannya, perkataan kotor seorang "ulama" atau "habib" tetap g boleh kasar dan harus menjadi contoh baik di kala marah atau tidak. Justru saat marah orang keluar aslinya, apa dia bisa mengaplikasikan apa yang didakwahkn atau cuma omong kosong, jarkoni, bisa ngomong g...
Tujuan dibuatnya thread ini sudah jelas tertulis dalam page 1, kisah pandangan, pengalaman seorang prajurit yang mengalami sendiri konflik di Ambon. Saya selaku TS juga sudah menekankan bahwa thread ini hanya terbatas membahas dunia kemiliteran yang terkandung dalam buku tersebut. Jadi sama sekali
Tulisan ente seperti mengingatkan buku yg tulis oleh orang LIPI atau apalah di Gramedia.....apakah ente sang pengarangnya? *Sorry ane lupa judulnya :) bukan gan, tapi ane emang tahu persis karena membaca "buku putih" tentang perjalanan mantan LJ. :sorry
Ada spekulasi bahwa JK juga turut punya andil dalam konflik Ambon. Baru di tahun-tahun belakangan ini baru indikasi itu semakin kuat, ketika JUT dengan tiba-tiba insyaf dan menjadi 'sahabat' JK. Sebagai seorang Panglima Laskar Jihad, pertobatan yang sangat cepat itu dan kedekatannya dengan JK memb
Aku kira penilaian keras tidaknya itu subjektif, dan sangat konteksional. Anyways, sekali lagi bukan tempatnya untuk mendiskusikan Islam disini :o Kembali ke diskusi. Dari kacamata militer, kegagalan LJ di Ambon karena perbedaan cara pandang terhadap ideologi Islam. LJ datang dengan subjektifitas