Bab 6: Rumor Aneh Pagi itu, suasana SMA Pemuda Bangsa terasa lebih ramai dari biasanya. Bisik-bisik siswa memenuhi lorong, beberapa di antaranya mencuri pandang ke arah Agatha saat ia berjalan menuju kelasnya. Agatha mengernyit bingung. Biasanya, perhatian semacam ini hanya terjadi saat ada peng
Bab 4: Kedatangan Olivia Pagi itu, suasana kelas XI IPA 4 sedikit berbeda dari biasanya. Para murid berbisik-bisik dengan antusias saat seorang gadis berambut panjang dan berkulit cerah berdiri di depan kelas, tepat di samping Bu Sinta. "Anak-anak, hari ini kita kedatangan murid baru pindaha
Bab 3: Pertanyaan Adziel SMA Pemuda Bangsa, kelas XI IPA 4. Jam pelajaran Biologi berlangsung dengan tenang di bawah bimbingan Bu Sinta, guru Biologi yang terkenal ramah dan penuh semangat dalam mengajar. Di depan kelas, beliau menjelaskan materi tentang sistem peredaran darah, lengkap dengan diag
yuki26 Ya sudah. Jadi, ceritanya, Dinda itu saking tomboynya sampai jadi bahan bullying satu sekolah. Dinda lalu membalas bullying dari teman-temannya itu dengan bersekongkol dengan guru-guru, kepala sekolah, bahkan dokter UKS, kalau Dinda itu menderita suatu penyakit aneh yang membuat kel*minnya...
Bab 7: Telur Rebus dari Abriel Langit sore mulai meredup saat Abriel berdiri di depan rumah Kiara, membawa kantong plastik kecil berisi beberapa butir telur rebus yang masih hangat. Ia menarik napas dalam sebelum mengetuk pintu. Tak butuh waktu lama sebelum Kevin membuka pintu. Remaja SMP itu terk
Bab 6: Di Sampingmu Tiga hari telah berlalu sejak insiden di UKS. Pagi ini, Kiara duduk di kursi roda di lorong rumah sakit, menunggu giliran untuk masuk ke ruang kemoterapi. Di sampingnya, Kevin berdiri sambil menggenggam tangan Kiara erat. Sementara itu, Abriel duduk di bangku tunggu, matanya te
Bab 5: Langkah Pertama Kiara mengerjap pelan saat kesadarannya kembali. Langit-langit ruangan UKS yang putih menyambut pandangannya, diiringi suara langkah kaki yang mendekat. Kepalanya terasa berat, tubuhnya lemas, dan ada sensasi dingin yang masih tertinggal di jemarinya. "Kak Kiara?"
Bab 4: Di Pelukan Abriel Suasana kantin yang biasanya ramai mendadak berubah hening saat tubuh Kiara tiba-tiba limbung dan jatuh ke lantai. Beberapa siswa menjerit kaget, sementara yang lain bergegas mendekat. "Kiara!" Abriel yang kebetulan berada di dekat kantin langsung berlari mendek
Bab 3: Percakapan yang Tak Terduga Siang itu, Abriel Mahendra sedang duduk sendirian di taman belakang sekolah. Matanya menerawang, pikirannya masih sibuk memproses semua yang ia dengar dari Bu Sinta tadi pagi. Kiara sakit kanker. Kalimat itu terus terngiang-ngiang di benaknya. Sejak mendengar ka
Bab 2: Rahasia Kiara Setelah bel istirahat kedua berakhir, Abriel Mahendra bukannya kembali ke kelasnya, melainkan melangkah menuju ruang BK. Hatinya berdebar, tapi ia berusaha tetap tenang. Ia tidak tahu pasti alasan dirinya melakukan ini. Mungkin karena rasa penasaran. Mungkin juga karena perasaa