Aduh emang di Cina itu sistem pendidikannya gimana sih? Masa negara dengan kebudayaan tertua di Asia kelakuannya memalukan gitu :ngakak
Tapi begitu sampe yurop kok pada mau syariat eslam ya ??? Tapi syariat islamnya beda dengan negara GCC yang mengagungkan pemimpinnya. Sehingga kebanyakan pengungsi benci jika ke negara GCC, karena itu sama saja menjadi budak dengan tuan baru. Toh kebanyakan ke barat itu menjadi sekuler dan athe
Sebenarnya sih Arab Saudi ama anggota GCC mampu menampung mereka. Tetapi kebanyakan tuh pengungsi pada g mau kesana karena perbedaan pandangan dalam agama. Sehingga pada lari ke negara barat yang tidak mengurusi agama.
Apa semua ini berhubungan dengan harga minyak yang turun ya? Sehingga untuk menaikkan kembali harus membuat keributan.
Yang komen kebanyakan g baca. Banyak yang OOT. Trit yang bagus tapi disini otaknya pada kagak nyampe. :mewek
Cocoklogi hanya berdasarkan kemiripan nama. Kalau ada kemiripan nama ya memang bisa karena bahasanya sama. Sama-sama kelompok bahasa Indo-Eropa. Jadi nie trit cocoklogi berdasarkan kesamaan bahasa.
Oh, Thanksgiving itu perayaan syukuran atas panen. Sama kayak di Indonesia, habis panen ada upacara syukuran. Tapi di Indonesia tidak libur mungkin karena waktu panennya beda-beda.
Apakah seorang muslim baru boleh dikatakan Sunni jika ia mengikuti salah satu mazhab dari 4 (Hanafi, Hambali, Syafii dan Maliki)? Bagaimana jika ia tidak mempunyai mazhab? Bagaimana kedudukan orang muslim sebelum adanya 4 mazhab tersebut? Tidak patutkah ia disebut seorang Sunni?
Point no.3 ga sepenuh nya benar orang Italia sekarang itu beda dari orang Italia dari jaman Romawi. Akhir kejayaan Romawi terbagi 2, romawi barat & timur, dimana yang barat ketumpas habis sama Suku Barbar Germania. sisa2 romawi barat akhirnya kabur jauh ke barat, menyebar di perancis & ada
Oh, gitu ya. Terus kira-kira gimana tindakan pemerintah Iran ya? Setahu saya negara Iran tidak memperbolehkan warga negaranya untuk melepaskan kewarganegaraan Iran. Apakah nanti dianggap berkhianat ama negara? Cek: http://www.dw.de/aturan-jerman-tentang-kewarganegaraan-ganda/a-16951740