Ane sebagai orang bebas kalah sama napi, napi aja bisa plesiran lha ane cuma bisa rebahan di rumah, wkwkwkwkwk......
Harusnya bukan hanya kliping beritanya, wartawan yg nulis juga harus dihadirkan sebagai pertanggungjawaban bahwa berita yg ditulis benar.
Tambah ribet dan tambah biaya kalau menurut ane, belum lagi ntar banyak yg nggak terima, banyak yg bilang curang, dsb.
Harusnya sih menilik kasus2 yg ada, rakyat bisa berpikir siapa pengacau di negara ini sebenarnya.......
Coba pikiran dengan saksama, siapa/pihak mana yg harus bertanggung jawab sebenarnya dalam kerusuhan 22 Mei???? Apakah TNI? Polri? Banwaslu? KPU? Presiden Jokowi? Tukang tambal ban? Penjual nasi goreng? atau pihak yang lainnya.
Susah mau benerin pikiran2 orang yg sudah membenci, kalau ada sesuatu selalu salah orang yg dibenci, kalau nggak salah pun selalu dicari2 supaya ada jalan untuk menyalahkan.
Yang paling ane nggak suka itu, dia pakai kata "demi Allah", bawa2 nama Allah untuk ngancem bunuh orang. Bagi ane sih ini termasuk penghinaan agama yg lebih parah daripada kasus Andre Taulani.