Seorang Ibu Di Depan Istana Oleh: Rihat Hutagalung Seorang ibu Berbaju hitam berdiri menatap Istana meneriakkan keadilan dalam diam untuk anaknya yang tertembak di Semanggi 12 tahun lalu Seorang ibu berpayung hitam tatapannya teguh dan dalam tanpa lelah menunggu dalam diam tahun demi tahun Seoran...
Bintang Liar Oleh: Wahyu Handayani Bintang liar itu tak punya perasaan. Saat lima langkah kami terlalu singkat dia terangi. Dan, kekeh tawa itu berubah jadi sinar padu padan saja. Maka lima jemari emasnya telah menggelembung dalam bias jejak sinar cahayanya. Aku yg berduka, Menggamit luka pada sa...
Aku Kini Oleh: Maya Love Langit kupandang semakin cerah tak seperti hatiku yang semakin merana deras mengalir air mataku membuat mataku memerah menunggu dalam kesendirian apakah akan sirna bayang dirimu selalu menjadi air mataku akankah kau datang malam ini atau kau sudah melupakanku tak kuingink...
Nasionalismekah Kau? Oleh: Heri Sudarsono Kepalan tergengam erat kau arahkan Sorot mata tajam beraura kebencian Wajah berkeringat bagai batu pualam Suara serak keluar mulutmu mengetarkan “Ganyang Malaysia!, ganyang Malaysia, Ganyang Malaysia! Suara gemuruh menyetakkan jiwa Suasana tunduk pa...
Ketika Cinta Berubah Makna Oleh: Daniel Dalam perjalanan panjang dan melelahkan kucoba tuk berhenti sejenak tiba-tiba kuterlelap dan bermimpi Seorang wanita menghampiri dan membangunkanku dia memeluk dan menciumku berkata cinta sambil terus meminta Ketika cinta berubah makna haruskah kucoba tuk s...
Hate to Saying Good Bye Oleh: Lia Nadya selamat datang kembali pada hatiku hati yang sama tapi kali ini akan bercerita lain… bukan lagi tentang kebersamaan.. bukan lagi hasrat untuk memadu kasih… dan tidak juga tentang nama dan kecupanmu… hatiku akan bercerita tentang kerinduan&...
Ante Mortem Oleh: Jonathan Eko Nugroho aku ingin melobangi kepalaku melobangi kepala dengan timah yang melesat melesat dari pelipis kiri tembus pelipis kanan dari pelipis kanan darahnya muncrat keluar muncrat keluar membasahi tubuhku tubuhku yang jadi saksi saksi kenaifan apa yang diucap cinta se...
Dik! Oleh: Orang Tolol Kelak, kisahkan kenangan kita dipantai selatan kota Daeng dik! Tentang pertemuan kita saat pagi berzina dengan hujan rintik Tentang janji lisan kita saat mentari berkunjung ke nizan senja Tentang ikrar kita membuat prasasti di atas undangan jingga Aku tidak dapat menemanimu...
Jengah: Waktu Kita Batu Oleh: Gusty Masan Raya Ini rintik penghabisan Setelah itu hujan tinggal kiasan Berapa abjad telah gugur terbaca Semenjak jejak jadi tempat mengaca (?) Telah jengah ruahmu Telah lengah nafasmu Waktu kita telah membatu Selepas purnama pecah jatu(h) Menancaplah di dinding Mem...
Ceritamu Oleh: Yudanto kubaca critamu mataku berkaca saat pengikutmu membelamu di perang Uhud ku tersadar ada tuntunan langit saat perjanjian Hudaibiyah ku tersenyum saat kau tersenyum ku melihat sinar saat kau membelah batu parit tercenung critamu cepat sekali usai andai ku hidup di jamanmu, aka...
Anggota DPR Gila! Oleh: Unangmuchtar Di kolong jembatan tol Diantara deru knalpot motor dan bus kota yang kotor Ditengah terik matahari yang menyengat dan debu yang kau isap Kau cerdaskan anak-anak gelandangan Kau ajarkan dengan penuh sabar Tanpa dibayar mereka jadi melek huruf mereka tahu a samp...
Sendiri Lebih Menyenangkan Oleh: Wieke Veronica Lamria Aku cuma ingin sendiri Tidak mau ada kamu, dia apalagi kalian Terkadang hidup sendiri meyakinkan aku bahwa aku tidak butuh belai lembut kalian Aku hanya butuh diam… duduk sendiri dengan sebatang rokok di tangan kiri ku Hanya itu surga d...
For Cut Chan Oleh: Gusty Masan Raya gemuruh ombak di selat Malaka dan riak-riak lautan Flores merampas keberangkatan kita selepas bibirmu mendaras ayat-ayat perbezaan aku memilih pulang meninggalkan labi-labimu di ujung Banda malang “Sekiranya kau merantau ke bakau-bakau itu mengumpulkan ge...
A Ba Ta Oleh: Momo Sudomo Bedug surau berdendang diantara jeritan pohon bambu Bergoyang melambai dibelai angin Kaki kecil berjingkat diantara liukan batangnya Sesekali ujung kakinya mematahkan batang daun terserak Sesekali pula langkahnya meloncat berirama Menggamit kitab berkalung mukena yang mu...
Batu Oleh: Gusty Masan Raya Kau lihat Magdalena Di tepi ranjang itu? Kau membuka tirai pagi Dan bertanya dengan gelisah lalu pergi Kubilang “Tidak!” Walau dada tetap memberontak Jika kau tak tahu melempar batu Jangan tatap mata Magdalena yang jatuh 06. 11.08 sumber: http://kompasiana....
Di Bawah Tudung Langit Oleh: Gusty Masan Raya Di atas pecah tanah yang menawarkan kebencian kami menunggu langit mengepak sayap dan bermimpi membuka tingkap cahaya rembulan yang menghilang tiba-tiba. Sesunyi jejakMu di hati pedih, kami tokh hanya senoktah. Kemana kami melangkah ke pintu kalau sem...
Marilah Kita Bersama Oleh: Nashran Nazir Menghitung hitung amalan amalan dengan angka angka manusia Menipu manusia manusia, akankah surga diraih dengan amalan Bukankah amalan amalan, akan menguap seperti buih, tanpa keikhlasan Bagaikan debu diatas batu hitam licin yang lenyap tak berarti ditimpa ...
Hidup Adalah Kenyamanan, bukan Kemapanan… (Katanya) Oleh: Harist Sandhy Wibowo berapa lama, mencari sebuah akhir dari titik titik awal sampai ujung tujuan. adalah waktunya, ketika kita berada di sebuah haluan panjang dengan ribuan labirin terbuka. mana ruang yang akan kelak kau dan aku masu...
Menahan Gejolak Rasa Oleh: Daniel Ada sejuta pesona diusiamu yang tak lagi muda dengan dandanan yang sedikit terbuka belahan dada menyeruak nyata membuat kumakin tergoda Andai bukan dosa pasti akan tetap kucoba untuk bisa mendapatkanmu agar tidur-tidur malamku tak lagi terjaga menahan gejolak ras...
Topeng Monyet Oleh: El Hida bukan pak udin tapi sarimin bukan ke istana tapi ke pasar bukan membawa laptop tapi membawa payung bukan naik mobil dinas tapi naik motoran bukan topeng manusia tapi topeng monyet sarimin pergi ke pasar membawa payung dan naik motoran mencari uang dan hiburan di mulut ...