emang bukan hoax kok, mau ditangkap atas dasar apa? udah kalah pemilu secara demokrasi, malah suruh bikin aksi2an karna gak terima kan adu domba namanya. CEMEN pula, suruh orang yang demo, bukannya maju sendiri (kek balita alay tolol, kalah jadi ketua kelas suruh konconya yang protes ke guru sement
hampir setengah milyar!! :batabig elu pikir itu daun hah! tangkap semua perusuh, usut sampe ke dalangnya dan suruh ganti rugi :batabig :batabig jangan harap lolos ya njink!
jadi terharu :mewek plokis sabar banget ngadapin gerombolan jombi ini, udah gitu masih diftnah kanan-kiri pula :batabig buat para hampler tolol, kenapa elu gak standby nungguin sampe jam 2 pagi buat ngebelain hampler para perusuh hah? enak2an tidur di rumah aja sok ngebacod lu, harusnya gak boleh d
https://s.kaskus.id/images/2019/05/27/7986319_20190527063910.jpg auto tafeer :lehuga hah berarti nazibung selama ini gak pernah mandi dong :hammer: kalau kesenggol air langsung ganti agama :lehuga (entah kenapa (yang ngakunya) pejuang agama ini kok ketakutan banget bakal murtad (sama hal-hal gak p
Menanggapi hal tersebut, anggota DPR Rachel Maryam mengaku kasihan dengan ibu tersebut. Rachel juga mempertanyakan, apakah karena ibu DMR mengenakan cadar sehingga menjadi alasan personel polisi melakukan interogasi. Dia kasihan karena ibu itu ditembaki gas air mata, digangkap, diinterogasi karen
cm di jakarta kafir penista agama dibela oleh orang muslim:ngakak maksudnya gerombolan preman petamburan yang berani2nya ngaku sebagai perwakilan seluruh umat muslim? halu narsisnya parah banget tuh buronan :lehuga mumpung lagi di ngarab gw harap dia ditangkep gegara ngaku sodaraan dengan grup te
beneran santri juga kalau sambit-sambit batu tetep harus ditangkep :cool ente pikir jadi santri terus kebal hukum apa di bp sering kejadian berita tentang guru ngaji cabulin muridnya. lu mau bilang pencabul gitu ga boleh ditangkep karna bisa ngajarin ngaji? aneh bener OTAKnya, oh ya di negara ini
sementara itu gerombolan nazibung menjilat banget lieus mpe memberi gelar makhluk tersebut sebagai "tokoh china" di tiap pemberitaan mereka :lehuga (padahal siapa juga yang ngangkat nie makhluk :najiss
surat tugasnya bilang apa? ditulisin bawa batu gak? kalau gak ya siap-siap di protokol sapi-kan sama yang ttd surat tugas ngeles tidak tahu menahu soal batu :o
Komen TS Rejim komunis yang biadab dan brutal.. #TangkapJokowik repost dari respon trid lain ah :lehuga masih blum dijawab ya put :lehuga - tidak menerima hasil demokrasi kok ngatain orang kuminis :o - lu bilang apa di trid kemarin? yang coblos bulan april kemaren bukan demokrasi tapi plutokra
Suara.com - Politikus Partai Solidaritas Indonesia, Guntur Romli menilai Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebagai sosok yang licik dan psikopat. Hal itu diungkapkan Guntur usai melihat sikap Anies sebagai kepala daerah saat kerusuhan 22 Mei 2019 terjadi. Mulanya Guntur menilai kalau Anies tidak
Masalah 'trust" dan "keamanan" serta ''profit" ... 3 hal itulah yang membikin orang punya duit banyak (baca investor) untuk tetap mempercayakan duitnya di putar di suatu negeri. Adakah Jokowi di periode ke 2 nanti bisa meyakinkan akan hal itu? Dan satu hal lagi, bila klaim Pra
"Sebenarnya dia berangkat setelah dia pulang kerja dan saat pergi ke Bawasalu Selasa sore kemarin, dia sempat pamit mau ke Bawasalu. Dia bilang minta doanya karena dia pergi berdemo untuk kedamaian dan dan kemaslahatan umat. Makanya ketika diberi tahu Rabu pagi sekitar jam 7 pagi keluarga kage
si culas ini udah dicokok blum sih, coba congornya dioles cabe rawit yang pedes tingkat 100 masih belaga pilon pula aksi damai-aksi damai, lo pikir orang BUTA apa ga bisa liat gerombolan yang elu kleim sebagai umat islam beraksi damai nyambit2in batu sama lempar bom molotov hah :batabig seharusnya
sukurin :2thumbup ngarep dialem sama warga jakarta yang elu terror-terrorin? sono mewek ke balita tua sama sengkuni culas :batabig perusuh ga tau malu :batabig bayar tuh kerugian warga jakarta gegara ulah lu dasar bajingan :batabig :batabig
Melanggar HAM Secara terpisah, Direktur Indonesia ICT Institute Heru Sutadi mengingatkan langkah pembatasan akses ke medsos itu berpotensi melanggar Hak Asasi Manusia (HAM) karena hak untuk berkomunikasi tidak bisa diabaikan. "Internet adalah sumber potensial untuk pencerahan yang pernah ada
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono menyebut massa yang terlibat kerusuhan pada 22 Mei malam bukan pendemo, sebab tidak ada peserta aksi yang anarkis. "Beda ini, ini bukan demonstran tapi perusuh, karena gak ada pendemo seperti yang dilakukan oleh massa tersebut," uj...
habis kaw alay bang-syat :batabig :batabig jangan dipulangin ke mak-nyaknya pak pol, biarin aja lebaran di penjara :batabig :batabig