Film yg diprioritaskan di bioskop itu udah pasti dinilai lebih banyak mendatangkan cuan. Mau itu lokal apa luar, popcorn movie atau segmented. Film spiderman no way home ini kasus khusus, ga bisa disamain kayak popcorn movie lainnya. Karena jangankan film lokal... yg sama2 film luar aja ada yg ga d
gibilawam gampangnya sih, nama kategorinya pakai "cewek religius" aja. kalo gitu kan netral. Kalo "cewek muslimah" kan umumnya sudah pasti ga bakal dipilih kalo kita nya non-muslim. :ngakaks
Yg lucu itu kalo ada portal berita yg sampe ketipu, berarti cuma telan mentah2, kurang jeli risetnya.
Begini lah kalo negara dipegang sama orang gunung yg taunya cuma dar der dor untuk menyelesaikan masalah
Kalau jenius itu dinilai dari orisinalitas & krearifitas, maka orang jenius itu ada sekaligus tidak ada. Karena ga ada sesuatu disebut orisinal. Semua cuma pengulangan & perbaikan dari yg sudah ada, dan dilegalkan lewat paten sehingga disebut "orisinal". Dan di masa sekarang hal i
daripada nikah kapan, ane lebih kepo sama apa sih tujuan final yg pingin dia kejar, kok bisa dia tetep stay di jalur music entertainment dan caranya dia biar tetap relevan di saat rekan2 seangkatannya sudah berpindah haluan & beradaptasi dgn keadaan.
Bangkit? Kayaknya nggak. Rock pada akhirnya diromantisasi, didengar tuk mengenang kejayaannya di masa lalu.
Di belanda yg legal aja di depan coffeeshop nya ada preman yg jagain. Kalo di indo dilegalin, bisa2 lebih tawur daripada club malam :ngakaks
Harusnya, apa yg terjadi seandainya jepang tidak menginvasi china dan jerman tidak menginvasi polandia. Dunia akan selalu dalam keadaan tegang, tidak saling percaya, dgn ideologi2 fanatik di mana2.
nulis Museum aja Musieum.... kek masih mikir "yg bener pake i apa e ya? ada i nya ga ya? musium? museum? museium? mesum? musieum? "