Cepat-cepat Sepiring sunyi tak sadar telah habis Sisa minum ramai setenggak lagi Berlangsung lama menunggu bis Antar malam menuju pagi Subuh, sudah sampai tujuan Tanggalkan jadwal lari ke hari lain Pasang badan kemudian tiduran Lihat layar asik jual beli uraian Probolinggo, 2023
Tepat 2021 Kau terbawa suara dari mimpi kejauhan Ditelusurinya pagi buta memanggul sekarung keinginan Kerja dan bekerja mengais peran Ditulis surya panas bahumu diabaikan Sayang seribu sayang Pulang-pulang cuma bawa petang Probolinggo, 2023
Makan Malam Bentang malam menyuguhkan kata Tinggal makan lahap segera Ada juga minuman bening dingin Tak buat kembung atau masuk angin Lahap kata dikunyah tanpa sisa Tinggalkan titik-titik gugur di meja Dengan lembut semut mengambilnya Bawa ke sarang jadi pasokan rima Alhasil perut penuh mudah t
Gelombang Ombak menggulung mimpi Menyertai desir tanpa kenal henti Lebur raga dibuatnya Gagal suaraku mengulang rima Sisa dari kata akhirnya kubawa Bakar pada sumbu agar gelombang reda Sedemikian malam juga sama Bakar lagi sisa abu kuminum juga Probolinggo, 2023
Mabuk Perjalanan Roda motor berputar kedepan Tapaki aspal penuh kelaparan Jelajahi arah barat perbukitan Sisir dingin sampai tenggelam bulan Hitungan waktu sudah tak diuraikan Perjalanan satu-satunya memabukkan Jadi ucapkan selamat pada pilihan-pilihan Karena sejanak telah jatuh di langit berlawan
Ketik Jari menari di atas papan hitam Buat galian untuk ditanam Satu-persatu biji suara hilang Ganti huruf sedetik berselang Kemudian disirami waktu Agar tumbuh ke tepi penjuru Lalu dipetik kemudian Entah itu waktu kapan Probolinggo, 2023
Matamu Mistis Langit berkedip pada kelopak matamu Bersihkan debu, gelap makin semu Mata Itu sebening zambrut hitam Bawa aku jatuh terlalu dalam Inikah hipnotis Atau matamu itu mistis Aku makin hilang Tenggelam, tak sanggup berenang Probolinggo, 2023
Memori Mata menari di atas kaca Mengayunkan tubuh retina Ditelusurinya lalu lalang kata Hingga parkir di depan koma Ditemukan namamu Tersimpan pada lorong bait lalu Begitu gelap tanpa penerangan Lampu mati bersama kejujuran Probolinggo, 2023
Bangun Daun menangkap embun yang gugur Dibawanya ia kepada pagi mendengkur Sekejab bangun kemudian hangat kucek mata pusingkan cahaya sekelebat Dihirup dingin sampai membusung Keluarkan lagi suara menyabung Satu demi satu bergegas nyala Putar roda bergeming kepala Mata disingkap jendela Tatap kus
Panas-dingin Kemarau masih menunda hujan Tapi dingin berhasil kabur dari kejaran Mengendap-endap menyusup panas Siang jadi panas-dingin tak jelas Makin lama makin aneh Adapun saya juga nyeleneh Sudah tau sejuk gerah Keringat malah asik diperah Probolinggo, 2023
Ingin itu Jual-beli Utang-piutang Lari kesana-kesini Diam semenit berselang Berkata "Maunya ini" Hati beda "Ingin pergi" Berharap mengabut Pakai sandal jepit hijau Tapak diam panas surut Tinggal sepi embun payau Probolinggo, 2023
Lapar Terima kasih waktu tak henti Menjual lagu-lagu pergi Dijual berbagai model Hingga lupa beli perkedel Ahh jadi lapar Yasudah cuma nasil bekal belajar Berangkat pagi-pagi Kejar sunyi tak bagi-bagi Probolinggo, 2023
Api-api Langit gelap Panas lelap Diganti dingin Berdesir beringin Air kemudian tiba Ditelungkapkan timba Jadilah suara Bersama gemerutuk bara Tanganpun memanjang Mendekap erat sarang Komat-kamit tak henti Dikencangkan hati Blitar, 2023
Malam lebaran Gema ditunggu berbulan-bulan Kini saling sahut bergantian Memecah diamnya malam Ganti ramai mengulum salam Ada satu hal berubah Ledakan hilang tanpa celah Biasanya dulu curi waktu Mungkin kini habis dibotong kaku Blitar, 2023
Curi Mata Sekejap pelangi hadir dalam mata itu Kuning merah jambu memburu ragu Sial pandangannya tajam serasa sajam Sempat buat ragu habiskan habis satu jam Ingin kualihkan mata itu telah jadi pusaran Menenggelamkan nyali Dalam sudah kebasahan Probolinggo, 2023
Burung Hantu Para burung hantu pulang Bawa peniti jahit ilalang Kemudian mereka buat baju Tuk musim dingin mulai maju Sedangkan para anakan bernyanyi Hibur indukan pulang sehari Mereka tahu apa itu lelah Menggorok langit sampai terbelah Probolinggo, 2023
Kursi Kursi pinggar taman memang misteri Saban hari para peduduk terus perganti Konon katanya yang duduk disitu bisa melukis langit Dari warna biru haru sampai kuning legit Alhasil saya ikut duduk Kaki terangkat lalu dipeluk Dan kutemukan Langit itu telah berubah jingga kemerahan Tanpa gambaran
Nyanyi Malam menenggak sebotol sunyi Digulingkan lelah seketika gelisah bernyanyi Bersaut-saut tak kehilangan rima Menjahit nada bersama irama Seketika lirikpun berguling Meluluhkan tubuhnya pusing Karena siang hari ia dikejar-kejar Dengan tugas yang tak kelar-kelar Nyanyi lagi Nyanyikan lagi Se
Kita Apa? Sebenarnya kita apa? Manusia? Atau sekedar mesin hidup yang punya nyawa Sebenarnya kita apa? Pembaca? Atau sekedar penangkap detak aksara Sebenarnya kita apa? Penerka? Atau sekedar tahu, lalu dengan mudah simpulkan rima Sebenarnya kita apa? Pengelana? Atau sekedar cari jalan yang k
Untungnya akun kaskus belom pernah kebenet bree, palingan thread kegembok sama kena hapus gara-gara ngejang :ngakak