Dahulu untuk memperoleh Kemerdekaan NagaRI didapatkan dengan peperangan melawan bangsa lain. Dan sekarang peperangan itu, harus melawan diri sendiri (melawan bangsa sendiri) untuk menjadi Manusia Sejati (Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab). Dimana, Akal manusia itu bagaikan Tanah, Diatasnya dapat...
Untuk dapat mencintai seorang Dewa/Dewi, kitapun tak perlu harus menjadi (seperti) seorang Dewa/Dewi. Dan untuk dapat mencintai seorang Super Star, kitapun tak perlu harus menjadi (seperti) seorang Super Star. Begitupun, Untuk dapat mencintai seorang Nabi, kitapun tak perlu harus menjadi (sepert
Setiap diri adalah perwujudan dari yang Kuasa atas dirinya sendiri (atas apa yang ada didalam dirinya sendiri). Dimana pada akhirnya, Setiap diri itu pun akan menjadi utusan bagi dirinya sendiri (Yaitu bagi diri yang dapat memahami dan menerimanya), Dan bukan utusan bagi diri yang lainnya. (Dan
asbunasbun Mantap, gan penjelasan ashabun nuzulnya. Dimana lisan ataupun perkataan Nabi Muhammad Rasulillah itu berlaku tidak hanya untuk masa yang terdahulu saja, tapi juga berlaku untuk masa yang sekarang dan masa yang akan datang. Dan sejauh mana Kebenaran yang telah dapat kita Pahami dan Be
asbunasbun Dalam Kehidupan itu tingkatan yang tertinggi itu Adalah "Ketakwaan" dan "Keimanan", dan yang terendah itu adalah "Sabar". Dimana; Dalam Ketakwaan itu Akan ada Keimanan Dalam Keimanan itu Akan ada KeCintaan Dalam KeCintaan itu Akan ada Kepercayaan
asbunasbun Kepada mereka yang selalu membangga banggakan "agama" mereka; Katakanlah: "Apakah kamu akan memberitahukan kepada Allah tentang "agamamu", (tentang "Agamamu" = tentang Tuhanmu, tentang Nabimu, tentang Kitabmu, tentang ibadahmu, tentang pakaian keag
Mantap gan...👍 kalau memang kita benar benar dapat beriman dengan benar maka : “Sesungguhnya telah datang kepadamu Cahaya dari Allah dan Kitab yang menerangkan. Dengan Kitab itulah Allah menunjuki orang-orang yang mengikuti Keridhaan-Nya ke jalan Keselamatan dan dengan Kitab itu pula Allah m...
"Bagaimana agar kita dapat beragama dengan benar?", tanyaku kali ini pada temanku. "Berimanlah dengan benar", jawab temanku singkat. "Lalu bagaimana kita akan tahu bahwa kita itu sudah beriman dengan benar?", tanyaku lagi. "Bila memang kamu itu sudah dapat b
Pernahkah kita mendengar ataupun dinasehati dengan kata kata; "Cintalah karena Allah" Saya sering, Dan sayapun mengetahui bahwa Kata katanya itu benar dan tidak ada yang salah dengan kata katanya itu. Dan, Maksudnyapun baik, bermaksud untuk menasehati. Hanya saja, apakah kita sudah
Sangatlah bisa sekali Ketika yang di utamakannya itu adalah benar benar Cinta. Seperti halnya Cinta seorang ibu ketika ia membesarkan anaknya. Ketika yang lainnya hanya dapat menilai & memandang seseorang ; hanya dari agama & ibadahnya hanya dari suku & rasnya hanya dari titel &