Bila dalam kehidupan itu Yang utama adalah Ibadah, Maka didalam Ibadah itu, akan ada Ketakwaan. Didalam Ketakwaan itu, akan ada Keimanan. Didalam Keimanan itu, akan ada Kecintaan. Didalam Kecintaan itu, akan ada Kepercayaan. Didalam Kepercayaan itu, akan ada Penerimaan. Didalam Penerima
Cerita Cinta Cowo : "aku sungguh mencintaimu dengan sepenuh hatiku" Cewe : "sungguh dengan sepenuh hatimu?" Cowo : "iya sungguh aku mencintaimu dengan sepenuh hatiku" Cewe : "lalu ada siapa saja dihatimu?" Cowo : "ya hanya ada kamu seorang, hany
delia.adel Dalam isi thread tertulis quote: "Inner child dalam diri kita bisa dikendalikan dengan cara sederhana, misalnya dengan cara berdialog/mengobrol dengan diri sendiri." Dan ketika kita berdialog dengan diri sendiri, lalu kita berdialog dengan siapa, dengan diri kita yang mana,
Sejauh mana seseorang itu dapat mengenang/mengingat kembali kenangan/memori akan kehidupannya dimasa yang lalu (dejavu). Maka sejauh itulah keberhasilan dia dalam memahami akan arti dari kehidupannya. Menembus dimensi Multiverse :travel
adri141 Pakaian yang dipakai seseorang memang dapat menunjukan kepada identitas dari diri seseorang. Tetapi tidak sertamerta pakaian yang dipakai seseorang itu dapat menunjukan kepada kualitas dari diri seseorang. Karena untuk kualitas dari diri seseorang itu datangnya dari hati dan dari perbuata...
Dahulu aku sangat mengenal pribadimu Bercanda dan tertawa riang gembira Bermain dan berlari kesana kemari Tanpa sekat yang membatasi. Duhulu akupun sangat mengenal wajahmu Aku tau warna, panjang atau pendek rambutmu. Gaya dan penampilan pakaian yang kau pakaipun selalu penuh dengan warna dan mod
Bila dalam kehidupan itu yang utama adalah Ibadah. Maka dalam ibadah itu akan ada Ketakwaan. Dan bila dalam ibadah itu yang utama adalah Ketakwaan. Maka dalam Ketakwaan itu akan ada Keimanan. Dan bila dalam Ketakwaan itu yang utama adalah Keimanan. Maka dalam Keimanan itu akan ada Kecintaan. Dan
Ketika banyak orang yang ribut memperebutkan warisan keturunan kerajaan, tahta dan mahkota dari seorang Raja. Maka bagi seorang Raja yang sejati ; Seorang Raja tetaplah seorang Raja, dimanapun Dia berada..... Baik itu dalam bicaranya Baik itu dalam diamnya Baik itu dalam berjalannya Baik itu dal
pleguk Sejauh mana kebenarannya yang telah dapat kau pahami, maka sejauh itulah kebenaran yang telah dapat kau temukan. Semua yang saya tulis telah saya kembalikan kepada Allah, Tuhan Semesta Alam Yang Maha Mengetahui akan KebenaranNya dan Yang Maha SegalaNya. Yang BagiNya sangatlah mudah untuk m...
pleguk Terimakasih gan atas komennya. Padahal sudah ada penegasan diawal kalimat; "Jangankan hanya seorang armando, Bahkan Para Nabi dan Rasulpun sampai dibunuh!!!!" Maaf saya memang tidak mengenal agan, tapi saya banyak mengenal karakter orang yang seperti agan dari kata kata yang aga
lonelylontong Nafsu pada hewan tidaklah buruk karena memang sudah hukum alamnya (sudah kodratnya). Tapi pada manusia, nafsu itu baik dan buruknya kembali kepada masing masing diri manusia itu sendiri. Yaitu kembali kepada Kecintaannya yang ada dihatinya. Semakin baik Kecintaannya, maka akan semak...
lonelylontong Hewan itu hanya dianugrahi dengan Nafsu & Naluri (Insting). Sedangkan, Manusia itu selain dianugrahi dengan Nafsu & Naluri (Insting) seperti hewan, Manusia juga dianugrahi dengan Cinta (Hati/Iman). Bila Cinta (Hati/Iman) yang dimilikinya Baik, Maka akan baiklah Nafsu &
lonelylontong Peperangan yang paling dasyat itu ada dalam setiap diri manusia. Yaitu peperangan antara Kebaikan (Iman) dan Keburukan (Nafsu diri). Dan siapa yang menang, akan kembali kepada masing masing diri manusia itu sendiri, yaitu kembali kepada siapa yang dapat diri benarkan. :shakehand2:
Jangankan hanya seorang armando, Bahkan Para Nabi dan Rasulpun sampai dibunuh!!!! "Dan sesungguhnya Kami telah mendatangkan Al-Kitab kepada Musa, dan Kami telah menyusulinya berturut-turut sesudah itu dengan Rasul-Rasul, dan telah Kami berikan bukti-bukti kebenaran mukjizat kepada Isa Putera...
Jangankan hanya seorang armando, Bahkan Para Nabi dan Rasulpun sampai dibunuh!!!! "Dan sesungguhnya Kami telah mendatangkan Al-Kitab kepada Musa, dan Kami telah menyusulinya berturut-turut sesudah itu dengan Rasul-Rasul, dan telah Kami berikan bukti-bukti kebenaran mukjizat kepada Isa Putera...
Hati hatilah terhadap orang pintar, orang cerdas ataupun orang pandai yang fasik, yaitu orang yang dengan kepintarannya, dengan kecerdasannya ataupun dengan kepandaiannya yang dipakai hanya untuk mendebat, yang dipakai hanya untuk memprovokasi, yang dipakai hanya untuk mendustakan dan yang dipaka...
Peperangan yang paling dasyat itu ada dalam setiap diri manusia. Yaitu peperangan antara Kebaikan (Iman) dan Keburukan (Nafsu diri). Dan siapa yang menang, akan kembali kepada masing masing diri manusia itu sendiri, yaitu kembali kepada siapa yang dapat disegerakannya untuk segera "dinafkahi...
Bila, Agama itu adalah tentang Kebenaran. Maka, Pada awalnya yang ditetapkan itu adalah Kebenaran. Kesalahan itu ada karena Kesalahan itu tak dapat menerima (tak dapat membenarkan) terhadap apa yang telah ditetapkan menjadi Kebenaran. Kemungkaran/kekafiran itu ada karena kemungkaran itu selain
pemainsastra Siapa yang ketika di dunia/di bumi dapat mengenali terhadap siapa Tuan-nya, maka ketika di akherat/di langit diapun akan dapat mengenali terhadap siapa Tuhan-nya. Dan siapa yang ketika di dunia/di bumi buta terhadap siapa Tuan-nya, maka ketika di akherat/di langit dia akan lebih buta