lonelylontong Berikut adalah sepenggal percakapan dari kisah klasik dalam kisah mahabarata, dimana Krishna berusaha untuk menyadarkan Karna yang tersesatkan karena membela pihak yang salah (kurawa) dari pada membela pihàk yang benar (pandawa). Karna : "bagaimana kau tahu akan nasib masa dep
lonelylontong Ya om benar sekali, gunakanlah penglihatan, pendengaran, akal pikiran (otak) dan hati kita dengan sebaik baiknya dan sebenar benarnya kegunaan. Agar kita tidak mudah tertipu/tersesatkan dan dimanfaaatkan (menjadi korban) oleh orang orang yang jahat yang berkedok/berpakaian sebagai
lonelylontong Buat saya pribadi, bini saya itu wanita tercantik. Ini subyektif, tp juga sebuah kebenaran buat saya. Lbh benar dr kebenaran obyektif laki2 lain yg mengatakan Anya Geraldine lbh cantik dr isteri saya, Dan ketika anya geraldine tiba tiba juga menjadi istri om, maka kebenarannya pun t
lonelylontong inilah yang namanya terjadi circullar reasoning. Ya om, tapi biarlah dia menemukan orang yang lebih dapat dipercayai dan lebih dapat dibenarkannya untuk mendapatkan penjelasannya. :tabrakan:
lonelylontong Ya saya paham yang om sampaikan. Dan dari awalpun saya sudah mengklem bahwa kebenaran sejati bagi saya itu adalah Kebenaran yang dibenarkan oleh Para Nabi dan Rasul Allah. Diluar itu bagi saya adalah kebenaran subyektif. Lalu bagaimana membuktikannya bahwa Kebenaran yang dibenark
lonelylontong Para spritualpun yang kebanyakan adalah penguna hati juga banyak macam/levelnya seperti halnya para penguna akal pikiran. Sama masing masing ada level rendahnya dan ada level tingginya. Dan dikeduanya mereka yang anti kritik, maka sudah pasti mereka levelnya masih rendah dengan dita...
lonelylontong Pengetahuan (Kebenaran) yang berasal dari sebuah tulisan, maka akan dibutuhkan referensi dari tulisan tulisan lainnya untuk dapat menguatkannya/memahaminya, dan akhirnya pengetahuan itupun akan kembali lagi ditulis pada lembaran lembaran kertas, dan disebut dengan buku. (Tapi sekaran
lonelylontong Semua akan kembali kepada manusianya masing masing sebagai penguna penglihatan, pendengaran, akal pikiran/otak dan hatinya yang digunakannya untuk mencari dan menemukan kebenarannya dari sumber sumber Kebenaran yang dapat dipahami dan dibenarkan oleh otak ataupun dipercayai dan diya...
lonelylontong Semua itu bisa didapat dengan perjalanan dan pencarian om untuk dapat memahami satu persatu kebenarannya dengan apa/siapa itu yang dimaksud dengan cinta, dengan nafsu, dengan otak/akal. Dimana pada akhirnya semua pertanyaan dan jawaban itu, akan kembali kepada apa atau kepada siapa
lonelylontong Untuk point point sebelumnya yaitu penglihatan dan pendengaran lebih bermuara kepada akal pikiran atau juga disebut dengan nafsu diri (keinginan diri). Dan kebanyakan untuk yang kebanyakan orang katakan sebagai nalar/logika/insting/naluri itu bermuaranya kepada otak (pengetahuan dir
lonelylontong Mereka yang memahami kebenaran itu dengan hatinya, maka mereka akan menilai kebenaran itu hanya dari Kecintaan yang ada dihatinya saja yang penuh dengan kasih dan sayang. Semakin baik/benar yang dicintai/yang dimuliakan didalam hatinya maka akan semakin baiklah/benarlah dirinya dan ...
lonelylontong Benar sekali om Dan om sudah dapat menyederhanakan apa apa yang saya sampaikan dengan gaya dan bahasa tulisan om sendiri. Berarti om sampai level ini sudah dapat memahaminya dengan baik.:toast:nyepi
lonelylontong Ya om benar sekali, apa apa yang diajarkan biasanya hanya ditelah mentah mentah saja apa apa yang diperlihatkan dan apa apa yang diperdengarkan sehingga hanya menjadi keterbiasaan dan hafalan saja Mereka yang memahami kebenaran dengan akal pikirannya adalah mereka yang berasumsi ata
lonelylontong Ya gan pemahaman yang mengunakan penglihatan dan pendengaran biasanya pemahamannya hanyalah berdasarkan sekedar dari keterbiasaan dan hanyalah sekedar dari hafalan saja dari apa apa yang selalu dapat dilihat dan selalu dapat didengarnya.
lonelylontong Level 1, level memahami kebenaran ketika kita pertama kali memasuki dunia pendidikan om, dimana disana kita akan lebih banyak dipaksakan untuk mengunakan penglihatan dan pendengaran kita untuk dapat menerima tentang teori teori dan dogma dogma.sehingga penglihatan dan pendengaran ki...
lonelylontong koyowongjowo2 Semangat gan, teruslah cari Kebenaran yang Sejati (Kebenaran yang Sempurna) yang dibenarkan oleh Para Nabi dan Para Rasul Allah :shakehand2:nyepi:iloveindonesia:iloveindonesia:iloveindonesia:iloveindones ia
koyowongjowo2 Bagaimana kamu akan dapat untuk memahami kebenaran dari orang lain. Bila untuk dapat memahami kebenaran akan diri kamu sendiri saja kamu kesulitan "pakai hati ini saya kesulitan" Mereka yang benar benar dapat mengunakan otaknya (pengetahuannya) adalah mereka yang dapat
lonelylontong Ya om mereka yang memahami kebenaran masih dilevel mengunakan mata, pendengaran, akal pikiran dan otaknya sendiri, biasa akan selalu ada pertentangan dan perdebatan ketidak sepahaman. Sesangkan mereka yang memahami kebenaran sudah dilevel hati ke atas biasanya mereka akan berhati ha
koyowongjowo2 Ada gan dicomen saya yang paling atas metodenya urutannya. Dan agan sepertinya urutan memahaminya masih diurutan sekitar : Jika kita memahami Kebenaran itu, dengan akal pikiran kita, maka kita akan menemukan asumsi atau opini. Jika kita memahami Kebenaran itu, dengan otak kita, ma