Ketika terjadi pertengkaran antara pikiran dan akal, mereka berteriak teriak kepada hati menanyakan keberpihakan hati, "hai hati janganlah engkau pura pura tidak tau dan hanya bersikap netral saja, engkau harus berpihak diantara kami, pikiran atau akal." Dan hatipun menjawab, "hai p
"Mau ditafsirkan seperti apa, mau dibawa ke mana itu Pancasila maupun Quran, semua itu tergantung manusianya." Ya setuju gan semua kembali kepada manusianya. Dengan Al Quran ataupun dengan Pancasila semua itu kembali kepada pemahaman manusianya. Bila pemahaman manusianya yang didapat da
Hewan itu hanya dianugrahi dengàn Nafsu & Naluri (Insting). Sedangkan, Manusia itu selain dianugrahi dengan Nafsu & Naluri (Insting) seperti hewan, Manusia juga dianugrahi dengan Hati. Bila Hati yang dimilikinya Baik, Maka akan baiklah Nafsu & Naluri yang dimilikinya & akan baikl
Ya gan kebanyakan orang beragama hanya karena keyakinan atau kepercayaan yang ditanamkan, bukan karena ilmunya atau pengetahuannya yang ditanamkan. Gw juga waktu kecil diajarinya gitu, kebanyakan hanya disuruh percaya/nyakin untuk ngikutin saja, dan kalau bertanya, selalu jawabannya, "udah dar
Bila dilihat atau dipahami hanya dari "APA" yang dibenarkan, maka tidak akan ada persamaan. Tapi bila dilihat atau dipahami dari "SIAPA" yang dibenarkan, maka akan ada persamaannya. Sebelum belajar tentang "APA" yang benar dan bagaimana membenarkannya, maka sebaiknya
Untuk dapat memahami falsafat hidup (pencerahan hidup), banyak cara yang dilakukan oleh mereka yang mencarinya, dan semua itu kembali kepada petunjuk dan pemahaman yang mereka dapatkan. Dimana masing masing orang dalam percariannya; Sampai ada yang harus melakukan perjalanan ke barat. Sampai ada ...
Hmm, bener juga gan, jadi ikut bermain logika nih; Bagaimana diri akan dapat mengenali yang lainnya, bila mengenali dirinya sendiri saja tidak bisa. Lalu bagaimana diri akan dapat mencintai dirinya sendiri ataupun mencintai yang lainya, apalagi mencintai Allah, bila untuk dapat mengenali dirinya
Sejauh mana kita dapat mengenali dan mencintai diri kita sendiri, maka sejauh itulah keberhasilan kita dalam kehidupan.
Bila waktu tak lagi berwaktu Apalah bedanya dahulu, sekarang dan akan datang... Ah betapa beruntungnya, Mereka yang dapat mengenali dirinya Dan yang dapat mengenali bagian dari kehidupannya Baik itu dikehidupannya yang dahulu, sekarang maupun yang akan datang... Ah entahlah.
Sebelum belajar untuk dapat memahami "APA" yang benar, sebaiknya belajarlah terlebih dahulu untuk dapat memahami "SIAPA" yang benar.
Sebaik baiknya teman/jodoh adalah sebaik baiknya dirimu sendiri. Semakin baik kamu dapat mengenali sebaik baiknya diri kamu sendiri, maka akan semakin baik juga kamu akan dapat mengenali sebaik baiknya temanmu/jodohmu.
husnamutia Hafal belum tentu paham. Jadi kalau hanya bisa hafal doang mah gak keren. Yang keren itu yang dapat memahami segala sesuatu dengan sebaik baiknya pemahaman....imo.
husnamutia Sepertinya gak berperan, kebanyakan cuma asesoris doang :hammer Apalagi kalau kaki sudah memberi kesaksian; "Pada hari ini Kami tutup mulut mereka, Dan tangan tangan mereka berkata kepada Kami. Dan kaki-kaki mereka memberi kesaksian terhadap apa yang telah mereka usahakan"
Di nyata yang lebih berperan mulut, mata dan telinga. Di maya yang lebih berperan hanya tangan dan mata. Ketika mulut terkunci, maka tanganpun akan dapat berbicara....
Mantap, menjadi diri sendiri dengan karakter dan dengan pakaian super heronya sendiri. Mantap dah, gak cosplay :travel
Dahulu aku sangat mengenal pribadimu Bercanda dan tertawa riang gembira Bermain dan berlari kesana kemari Tanpa sekat yang membatasi. Duhulu akupun sangat mengenal wajahmu Aku tau warna, panjang atau pendek rambutmu. Dan pakaian yang kamu pakaipun selalu penuh dengan warna dan model model yang bar