gak salah sih judulnya karena mencakup gereja dan masjid Ada sembilan klaster: Gereja 3 klaster, masjid 3 klaster, asrama pendeta 1 klaster, pesantren 1 klaster dan kegiatan tahlilan 1 klaster.
wajar orang tua denial karena tadinya seperti pahlawan yaitu wartawan yang dibunuh ketika menjalankan tugas tapi ternyata matinya memalukan, ngecek penyakit ke dokter kelamin trus ada make narkoba juga
punya nuklir baru gak dipandang sebelah mata, india china aja punya korout negara miskin aja punya, indonesia udah layak punya
deniswise yellowmarker memeras mah gak perlu ketemuan kecuali dia sosoknya menakutkan dan bisa mengintimidasi lawan
dia cuma editor video metro tv bukan wartawan investigasi yang memang sering dibunuh atau diancam dibunuh, jadi konspirasi pembunuhan yang rumit sangat tidak mungkin
gak boleh melindungi pelaku kejahatan, tapi menuduh juga buktinya harus kuat, silahkan polisi menyelidiki
kepala sekolahnya pilih yang nasionalis sejati, yang berani pecat guru2 yang sudah mulai radikal kanan ataupun kiri
peristiwa ini terbongkar karena pihak gereja membentuk tim karena curiga dengan pelaku, bagus karena pihak gereja tidak menutup2i atau melakukan penyelesaian lewat jalur damai
jawa kristen ini dari namanya , sudah barang tentu pribumi asli, kalo di inggris ahmadiyah keturunan pakistan aja bisa jadi walikota london