Sahabatku, Sungguh Malang Nasibmu "Min, kau pasti masih ingat ketika kita SD dulu. Ada pohon jambu di depan rumahnya. Itu, ha ha ha... Yang rambutnya panjang itu. Sekarang sudah jadi gadis lho dia." "Yang mana?" "Ikh pura-pura lupa. Dasar kamu. Yang setiap dia lewat, mata
Gadis yang Menabung Air Mata Re, orang memanggilnya dengan sebutan Re. Nama panjangnya tak seorang pun tau. Barangkali orang yang dahulu menerimanya bekerja juga lupa nama aslinya. Orang malah lebih mengenal Re dengan nama gelar saja. Re Si Jelita yang Riang. Bekerja di salah satu supermarket di de
Don't Distrub, Kamar yang Tak Terkunci Pernahkah kau mengalami seperti yang aku alami. Aku berharap jangan sampai ada. Semoga saja jangan pernah ada orang yang mengalami peristiwa ini. Sungguh! Jangan. Biarlah aku orang pertama dan terakhir yang mengalaminya. Ketika itu, setelah 8 tahun menjalin
Soman dan Somin Anak kembar, namanya Soman dan Somin. Bapaknya petani. Tinggal di dangau di tengah sawah. Sebuah desa terpencil jauh dari perkampungan. Di ujung desa. Tak pernah membatangkan bagaimama riuhnya suara orang tawar menawar di pasar. Apalagi kerlap kerlip lampu di kota. Soman dan Somin
Gadis Desa yang Tak Mampu Pulang Ke Kampung Halamannya Tersenyum sambil tersipu, menunduk setengah lari berlalu Menyambut pagi merendam siang Alu bertalu dalam alunan riang Setiap jendela terbuka Menatap dengan senyum padanya Di kaki-kaki rumah panggung Sebuah cerita usang perlahan hilang, Parfum...
Hujan dan Kemarau Memperbincangkan Percakapan Aku tak pernah membenci kemarau. Aku juga tak pernah bersahabat dengan hujan. Keduanya datangkan kesakitan. Bagiku sama saja. Lihatlah! Ketika musim kemarau telah berlalu, belut sawah yang mulai jengah sembunyi pada lobang sunyi menampakkan batang hi...
Salam Momod yang Baik. Tolong Tread Gw di delet ya. Merapikan tread. https://www.kaskus.co.id/show_post/5e2321a328c99166e40c133a https://www.kaskus.co.id/show_post/5e23077f4601cf10cd69a3c7 Terimakasih :nohope
Tentang Nama Palsu Nama palsu datang memberi tahu Aku tidak marah menemukan nama palsu Aku pasti marah ketika mendengar cerita palsu Lebih marah lagi kalau disuguhkan cinta palsu Rindu yang sungguh palsu Tentang nama-nama itu, kau bisa saja tersipu Kemudian mengatakan, "Maaf salah eja saya. T
Dalam Kesepian Ini Dalam kesepian ini Biarlah aku yang dianggap gila Pergilah kalau memang membuatmu tertawa Karena adamu tak akan berarti apa-apa Tertawa! Tertawa saja! Sebab kau memang butuh tertawa Tertawa yang membuatmu bahagia Karena rindu bagaimana pun jua, akan datangkan rasa sesak di dada
"Kenangan Manis Untuk Kita," Katamu Kita sudah terlanjur Basah Mau mundur? Waktu tak mungkin mengalah Halaman demi halaman Kita telah buka perlahan Kalimat demi kalimat Kita telah baca dengan hikmat Kita juga telah belajar menahan rindu Seolah ingin terus begitu Sepertinya inilah awal t...
Pamer Aku mengerti Apa yang sedang engkau pertontonkan Olesan obat kuat pasangan Untuk kenikmatan Lalu keram Semalaman jadi kesakitan Aku juga mengerti Ada kemarahan tersembunyi Cemburu tertutupi Ingin cerita mesra pasangan sendiri Nyatanya tetap saja lari-lari Aku juga mengerti Sebenarnya tak pe...
Empati Kau ucapkan salam hangat Sehari hingga dua kali Sering kau sebut itu adalah empati Dari hati nurani Kau tebar seperti kentut yang menyebar Seperti ludah bangun tidur pagi hari Sebelum sikat gigi Seolah akrab Kau puji Padahal aku tau hanya basa basi Begitukah naluri Kau ciptakan sendiri Atau
Kau yang Selalu Kurindukan Aku mau Segera mengejar malam Masuk pada kegelapan Menemuimu Kesiur pelan Berbisik mesra dalam kelindan Hangatmu tak kenal suam Nikmat terpejam Tapi kau Menanti waktu Seperti menggenggam bara Resah tak terkira "Sayangku," bisikku. "Dua puluh empat jam seh...
Pilar-pilar Bergetar Gadura? Sebuah legenda Elang sudah jadi wujud nyata Cengkram mangsa kuku-kuku tajam menusuk tepat di dada Darah mengucur Menetes pada dedaunan sekejap layu Menginjak ranting sekonyong-konyong patah Sawah-sawah terbelah Sungai memerah Hutan-hutan rata dengan tanah Gunung-gunun...
Puisi Yang Mati Rasa Barkali-kali aku terjerat aksara Puisi mati rasa Rima yang seolah lupa melekat di kepala Teriakan kerasku, membentur gendang telinga Hanya pecah tak kuat mencerna Lalu mulut keram membisu sekeras batu Padahal puisi aku bacakan hanya untukmu Kau bukan bunga bagi lainnya Hanya ...
Para Pengabdi Aku lihat langkah sepatu mengkilat Keluar dari mobil Lari setengah meloncat Kedinginan, namun tak menggigil Pingerprint adalah tuan bagi mereka Sebagian tentang angka-angka Akhir bulan berapa diterima Untuk apa? Aku lihat mata-mata sayu kelelahan Iya bangga, Katanya, "Pinang pu...
Listrik Padam Di Sebuah Desa Malam akhirnya datang Hujan deras, Lampu padam sejak siang Gemuruh genset menutup suara jengkrik Aku masih mencari informasi Kenapa padam lampu begitu lama Tak ada berita Apalagi pemberitahuan sebelumnya Padam ya padam saja Seperti tak berdosa Menara tersambar petirka...
Membenci Matahari Matahari tegak di atas kepala Bayang-bayang mengecil jatuh di telapak kaki Aku ingin, Berlindung dari teriknya Mengeringkan keringat dengan leluasa Tapi matahari, Sepertinya panas enggan menjauh Kucoba bersiul Siapa tau semilir angin mau bergerak mendekat Melumuri keringat hingg