Apa Sebutannya? Jika suatu ketika Pembaca sedang melihat catatanku Yakinkah kamu kalau ia yang melupakan catatanmu? Mungkin orang akan datang Akan pergi juga Atau jika waktu untukmu ada Mungkinkah waktu untukku tak tersisa? Mungkin sebaliknya Sejenak coba analisa Selahnya terletak di nama? Sekira
Dogma, Sombong, dan Ranting yang Patah Keberuntungan memang tak selamanya berpihak pada kita. Kadang melekat kuat pada ingatan seperti simpang siurnya lalulintas di lampu merah. Baginya dogma kemudian dianggap nyata. Keberuntungan lahirkan kesbongan pada sebagian orang. Ia ungkap jerih payah adala
Aku Hanya Ingin Aku tidak sedang marah tapi selalau jengah. Aku tidak sedang memaksa atau meminta-minta. Tidak sedang sibuk aku hanya ingin nikmati siang. Ingin kusimpan perasaan tatapanku selalu terhalang. Aku ingin kembali ke masa silam ada pantai dan lautan sepi gelombang. Aku ingin melepaskan
Kalian Tahu Apa Itu Wajah dalam Kaleng? Kalian tahu apa itu wajah dalam kaleng? Yang berbunyi ketika dipukul kencang. Menggaung penuhi ruang. Kalian tahu apa itu wajah dalam kaleng? Yang keras juga kerempeng. Seakan lurus dan mengkilat. Padahal bengkok dan bejat Kalian tahu apa itu wajah dalam ka
Tanah Lapang, Anak Dolanan, dan Ibunya yang Masih Ingusan Aku tersesat di antara rumput liar di tanah lapang. Seperti labirin indah namun lorongnya menipu mentah-mentah. Kuhabiskan waktu bersamanya terlalu asyik hingga lupa bagaimana harus menghentikannya. Seperti anak dolanan sore-sore dengan lum
Kursi Pejabat Aku kalian angkat jadi pejabat dan dapat kursi dibanyak tempat anak istriku tak satu pun setuju, toh kereta api terus melaju. Tempat ini penuh ngengat bermain bersama tikus empang sekarat aku takut tanda lahirku melesat. Tetanggaku bercerita gedung itu lahirkan banyak orang mulia. K
Rinai Hujan, Payung Hitam, dan Gadis yang Minta Belas Kasihan Malam lalu adalah hujan deras pertama setelah kemarau panjang mendera. Ketika malam pasar biasanya gadis itu menjajakan bunga lewat senyum manis menyapa. Tersipu malu bukanlah kebiasannya. Trotoar jadi pemakaman pertamanya. Setelah rib
Ruang Pengap, Waktu Beranjak, dan Aku yang Masih Tak Bergerak Lihatlan, berbaris cicak tutupi kaca jendela dari samarnya purnama. Aku merasa kamar sempit ini kian pengap. Pentelasi tertutup rapat oleh aku yang tak kuasa mengumpat. Hanya lilin kecil dan keceriaan ingatanku bertahun lalu. Tempat ini
Marah, Rindu, Cemburu, Bercampur Pada Segelas Kopi Susu Aku hanya mengingatkan tentang kopi susu yang pernah engkau sajikan. Buih pada permukaannya bukanlah nira yang telah lama tak djambil dari batangnya. Marah karena beruang datang dengan auman dan mencuri gelas kaca tanda cinta. Tak ada lagi k
Stigma yang Mengotori Rongga Dada Stigma jadi mata Jadi telinga Jadi isi kepala Jadi rasa penuhi rongga dada Mentah seperti mangga muda Jatuh dan belah Meracuni seperti kerang hijau Penuhi lumpur pantai Kemudian, Merayap pelan Pada bilik-bilik pendidikan Menjintit ringan Pada gedung-gedung perkan
Sebuah Kota Bersama Mimpi yang Ditinggalkannya Di kota ini matahari sangat terik Hampir tak ada angin yang menyejukkan Hanya sedikit air pelepas dahaga Antrian panjang harusnya ketika mobil angkut air datang Mereka tak peduli Mau haus atau mati Orang-orang hanya ingat Penghuni gedung pencakar lang
Ngomongo, Jo Rasan-Rasan (Bicaralah, Jangan Menggunjing) Komunikasi ibarat sebutir beras. Kita tabur di tanah subur. Setiap pagi dan petang disiram. Mengunjing adalah ulat. Dalam gelap memakan daun hingga tersisa akar. Dinanti setiap ada pertumbuhan dimakan lagi. Fitnah, pestisida ditaburkan dari
Terjaga yang Melupai Malam ini istimewa rambut lurus akan kusut seketika. Gelak tawa berubah rintihan sakit namun tetap dirasa. Kasur empuk adalah lapangan rumput bagi kuda liar mencari makan dan menanti pejantan. Atau nyamuk betina terpaksa korbankan nyawa demi setetas darah manusia. Hanya kau d
Penyesalan Pada Suatu Malam Kerinduan serta cemburu mengukir awan bersama rembulan dan kelip bintang. Sebentar lagi kita akan saling mencari dan air mata jadi sahabat setia. Kerinduan menggebu akibatkan marah tak tentu remukkan rasa salah menggunung seketika pada leher dan kepala. Salahmu adalah
Pakde dan Tragedi yang Dialami Malam ini Pakde mengundang beberapa orang. Ruang sempit, WAG (WA Grup). Waktu luang juga sedikit. Tak banyak yang tersampaikan. Berlembar cerita juga sudah sering Pakde share pada waktu sebelumnya. Jadi khusus malam ini barangkali Pakde akan banyak membaca masukan dar
Ia Telah Pergi Malam telah berganti Lonceng pemberitahuan telah berbunyi Ada yang diam mengamati Ada yang bersuara lantang sekali Semua telah terjadi Tak ada kesepakatan sama sekali Mungkin saja, karena bukan milik kami Mau bagaimana lagi Diam atau perlahan melangkah pergi Entahlah, banyak kenanga
Ane juga setuju buat pemerintah ngeblock game yg berbau pembunuhan, apalagi yg terliat seperti nyata. Karna itu bisa berpengaruh pada pola pikir dan kejiwaan seseorang jelas ada ratingnya itu. balik lagi ke player https://s.kaskus.id/images/2020/03/11/5770764_202003110622200568.jpg Memang aneh. S
Jawabannya: Ya bisalah, yg penting ada lobangnya.. :ngakaks Mau lobang itu sedang wangi atau berdarah, yg penting lobang.. :ngakaks Begitulah kira2 pikiran para tersangka itu.. :D punya anak tapi ga punya modal buat nikahin :shutup: :ngacir: modal nikah sama berumah tangganya buat hidupin ortu,