ASU emang orang-orang negara gw ini. Banyak maunya & merepotkan. Banyak bacot juga. Pemimpin ala Sembodro kayak SBY/Budiyono dikatain menye-menye & banci. Pemimpin tegas & berkomitmen ala Werkudoro kayak Jokowi/Ahok dikatain gak ngerti HAM. Asyu lu pade.. Apalagi yang bukan warga Jaka
Gw respect sama Munir yang berusaha menegakkan hukum atas kasus kriminalitas militer dimasa Orde Baru. Tapi bukan berarti gw mendukung para Komunis-radikal ataupun Sosialis-radikal yang kebetulan jadi mayoritas Korbannya. Kakek buyut gw adalah salah satu Ulama daerah, dan PKI menganggap Islam itu
Entah kenapa kalo pas Bali merayakan Nyepi & menertibkan semua kalangan yang tak menghormati hari-hari menyepi itu, orang-orang pada mengatakan: - wajar gan, namanya juga daerah mayoritas Hindu - ya harus menghormati lah, itu baru namanya toleransi - bener itu gan, harus menghormati masyarakat a
Wajar lah gan.. Namanya juga daerah mayoritas muslim & punya latar belakang kebudayaan ala muslim. Sama kayak Bali pas hari Nyepi. Semua warga yang non-Hindu sekalipun apabila melakukan kegiatan non urgen juga ditertibkan.
bg ucok cocok deh buat hukuman mati o iya, masak sih si korban Pelakunya nggak cuman satu gan. Yang masuk duluan emang nggak bawa senjata, ya mungkin dia kena tampol akhirnya rekan bersenjatanya mendekat. Dia curiga kalo yang nampol adalah Deki CS (karena komplotannya Deki ini nggak punya rasa
Utara India? Bangsa Arya yang menjajah Dravida dong? Menjajah dengan strata & budaya. Mereka ditolak dimana-mana mungkin karena membawa paham rasis, yang selain orang Rom maka derajatnya rendahan. Sama kayak Jews/Israil yang punya paham kayak gini.
dia serang ya, wajar lah dia melawan. sipir juga aneh kenapa gak panggil aja, kan ada surat dr polda katanya. faktor malas kah? kenapa gue lebih setuju kalau nembak 1 isi sell sekalian om, biar sekalian bebersih :o Bukan faktor malas, tapi faktor prosedur (sipir menolak karena itu bukan jam besuk
1) Bukannya Deki nggak mau dateng, tapi emang para Kopassusnya dilarang ama pihak sipir karena jam itu bukan jam besuk. 2) Kalo agan liat kasus Deki Cs sebelumnya, mereka ini emang songong, nggak punya rasa takut sama pihak berwenang, bahkan cenderung menyepelekan & berkali-kali melakukan tindak...
Mbak-mbak bodoh yang ada difoto paling atas itu seharusnya mendukung Jokowi menjalankan amanah dengan baik, yaitu menyelesaikan tugasnya sebagai Gubernur Jakarta. Bukannya malah mendukung Jokowi mengkhianati amanahnya sebagai Gubernur untuk menginjak jabatan yang lebih tinggi lagi. Seharusnya mere
Sepanjang masa, teroris kayak gini nggak akan musnah dari bumi Indonesia selama akarnya masih bebas bersinar bak mentari pagi. Ngruki. Dulu dizaman Suharto, hal berbau radikalis kayak gini nggak ada sama sekali. Bahkan Engkongnya, Kh Abu Bakar Baasyir, pun sampai mengungsi ke Malaysia karena meras
Kayak gini ketika Komnas HAM kurang kerjaan. Kalau Komnas HAM jaman Munir, yang diurus adalah masalah hilangnya beberapa aktivis politik oposisi, bahkan sampai dibela-belain Munir mati dibunuh karena itu. Eh.. Komnas HAM yang sekarang malah belain preman & para pemukim liar yang nempatin lahan
gk ada foto penampakannya ya gan :bingungs kebanyakan orang mungkin gan , jd hantunya malu mau keluar :ngakak Iya, malu banget kali. Cuman berani gedebag-gedebug dari jauh doang.
Kadang ada orang yang menolak keberadaan Tuhan & Malaikat dengan alasan bahwa Tuhan & Malaikat itu nggak keliatan, jadi nggak logis karena nggak ada bukti materi kasat mata & indrawinya. Tapi disisi lain, orang itu percaya sama Jin yang sebenernya sama-sama ghaibnya :capedes
Anak sekarang lebih canggih gan, tapi juga sompret. Mereka pamitnya Sholat Tarawih, padahal ikutnya Sholat Isya' doang, sisanya buat ngapelin PS atau maen Game Online di Warnet.
Orang Muhamamdiyah aja banyak kok yang puasanya baru hari Rabu 10 juli, ikuti Pemerintah! Pemerintah juga kagak usah galau, soalnya itu ahmadiyah, Naqsyabandiyah, Syiah, Islam Aboge (abangan), HTI, Persis, PKS, ... puasanya juga beda sama tanggal penetapan pemerintah. Sama-sama sebagai ormas keaga
Jadi kesimpulannya: Kalau itu memang tanah milik Haji Gubar, maka metodenya pun sama pada dasarnya, yaitu harus menunjukkan sertifikat bukti kepemilikan tanah. Namun jika ternyata Haji Gubar hanya bertindak/berposisi sebagai pengawas, pengelola & perawat tanah, maka itu tak mengkiaskan bahwa Ha
gan, seperti yg ane udah posting di thread lain soal awal ramadan. ane kutip aje ye ... Waktu talkshow soal awal ramadan kemaren. ini dalil yang digunakan oleh muhammadiyah dalam perhitungan hisab: Dalil Perhitungan Hisab (1) Qur'an Surah Ar Rahman (55) ayat 5 (2) Qur'an Surah Yunus (10) ayat 5
apapun alasan pembenarannya, tindakan si gubar itu tidak terpuji, apalagi dia menyandang gelar "haji", ... Dalam budaya Melayu, gelar haji itu bukan diperuntukkan seorang Ustadz, melainkan Tuan.
Ada catatan seorang Astronom dari Tehqeeq, Dubai, UAE yang menyatakan (kurang lebih) sbb.: - Tgl. 8 Juli itu sudah masuk Bulan Baru (New Moon) tapi belum bisa terlihat. - Tidak mungkin terlihat dengan mata telanjang - Bulan akan terlihat pada tgl. 9 Juli “Berpuasalah kalian karena melihatnya
Ternyata metode yg dipakai disana sama dg metode yg dipakai disini :matabelo: Kira2 habis berapa M ya mereka? :malus Sekedar info: ane kerja di Lembaga Pendidikan Islam yg di dalamnya banyak terdapat haraqoh2 seperti NU, Muhammadiyah, Salafy, Hidayatullah, PKS, HTI, dll. Setahu ane yg tdk makan si