Loh, kemarin-kemarin belum kejam ya pak? Pantes banyak koruptor yang tertangkap, masih Cengar-Cengir sewaktu di sorot media.
Otak cuma mikir selangkangan, main blur gambar sana-sini, padahal event olahraga nasional. SEHARUSNYA baik ITU YANG DI BLUR, BUKAN GAMBARNYA.
Jauh sebelum pilkada dki, udah dimulai tu perang antara nastak vs nasbung, tapi yang kena imbas nya malah nasgorbasi, yang kena banned.
Kalau sesama internal yang memeriksa, sama saja OMONG KOSONG. Pasti saling melindungi. Kecuali berani memberikan akses kepada team Independen untuk memeriksa nya.
Akhirnya nambah lagi penghargaan untuk Jabar, terima kasih untuk doa-doa saudara sekalian demi Jabar ini.
Ini mah si anak nya ngak mau sekolah lagi, jadi pakai alasan trauma karena di hukum guru. Bego nya orang tua, mau di perbudak sama kemauan anak.
Berani bener ni pakpol ngusir THE LEGEND yang sudah melalang buana ntah kemana-mana, sampai salah menyanyikan lagu Indonesia Raya.
Ini cuma cerita dongeng enam ratus enam puluh enam untuk mendukung poligami. Intinya dari poligami itu, cuma melampiaskan napsu laki-laki dan melukai kesetiaan istri.
Zaman memang maju, abad 21. Tapi pola pikir masyarakat di Indonesia, belum sejalan dengan zaman. Terlalu gampang di cekcoki dengan SARA apalagi menyangkut Mayoritas dan Minoritas.
Seharusnya buat petisi, Hidupkan PETRUS khusus area Sumatra Utara. Sekalian pecat yang perlu di pecat.
Yang di tembak maling ayam, laporan ke Boss yang di tembak bandar narkoba. Barang Bukti tinggal selipin aja narkoba di kantong pakaian korban. Barang Bukti asalnya darimana, tinggal beli aja dari bandar sebanyak 5juta, masih ada sisa 45juta buat di bagi-bagi.
Bisa-bisa mogok, kehabisan tenaga listrik, kalau motor listrik digunakan di kota2 yang rawan macet, seperti Jakarta, Medan dan lain-lain.