Banned siswanya, suruh sekolah di Kota lain. Guru dan sekolah punya Hak. Bawa pulang ke orang tuanya, suruh org tua ngajarin di rmh, jangan diterima dimanapun :travel Numpang sundul bre, komeng bre lebih kenak di hati.
Gitu donk Pak Anies, gentlemen. Mengakui yang perlu diakui. Biar Nastak dan Nasbung tidak tanda tanya lagi, siapa pemberi izin nya.
Itu Balita nangis terus karena ada prasaan trauma sama tukang ojeknya, penganiayaan itu mungkin lebih dari satu kali. Kog saya jadi geram sendiri ya dengan tukang ojeknya.
Bisa dong.... Jumlah Nasbung berbanding Terbalik dengan Tingkat Kemajuan suatu Bangsa.... Semakin Sedikit Jumlah Nasbung.... Semakin Maju Negaranya.... demikian pula Sebaliknya.... https://s.kaskus.id/images/2016/04/14/3048228_20160414091656.gifhttps://s.kaskus.id/images/2016/04/14/3048228_2016
Seharusnya itu anak diberi sepeda ataupun naik kendaraan umum atau bisa juga diantar orang tua ke sekolah. Kid jaman now ngak mau susah.
Di Medan ini susah membedakan mana ormas preman, wereng, loreng maupun seragam coklat termasuk coklat lambang timbangan. Hanya oknum yang jujur.
Bualan semua... Sumut hanya butuh PETRUS, bantai habis Preman yang berdaster maupun berompi, wereng dan loreng yang korup. Masalah pertanian, ekonomi, masalah belakangan, masih ada autopilot, yang sampai sekarang juga tetap berjalan.
Yang penting uang, uang dan uang, persetan dengan predikat terkorup. Sayang, Jokowi tutup mata dengan keadaan di Sumut.
Bukannya Pak Anies dan Pak Sandi mengkonfirmasi sendiri ke media, soal anggaran 28 miliar dan 620 juta. Ulah Saracen kah? Numpang ngutip komen agan bodoh sih (masih) boleh, tapi jangan kebangetan lah tolol nya