-Einmalig- “KOK BISA, PEMIKIRAN LO SEDANGKAL ITU!! APA PERINGATAN GUE SELAMA INI KURANG JELAS?!” Sambil berlari tanpa memperhatikan jalan, perempuan yang sebagian kepalanya tertutup kuncung jaket hitam yang ia kenakan itu terus saja membentak-bentak seseorang di seberang telepon sana. Dia san...
“Aku benci menaruh rasa padamu. Karena pada akhirnya aku berharap sendiri, terluka sendiri dan berjuang pun sendiri.” -Einmalig- ARVID menjejalkan kedua tangannya ke dalam saku celana. Berjalan santai menuju kelasnya dengan ransel yang hanya digantung di sebelah bahunya. Sesekali ia menyapa s...
“Terkadang terlalu lama menunggu justru menambah rasa. Karena untuk seorang ahli menunggu sepertiku, pergi bukan solusi.” -Einmalig- “Psssttt!” Arvid menaruh telunjuknya di depan bibir, matanya menatap tajam seorang gadis tigabelas tahun yang sedang melongokkan kepalanya dari jendela la...
-Einmalig- DI KURSI belakang mobil Terrios hitam, Keara duduk sendiri dengan kepala menghadap kaca. Memandang kendaraan-kendaraan dan bangunan yang mereka lewati. Berhubung memasuki jam sibuk, jalanan di sepanjang Kota Pelajar malam ini menjadi lebih padat dari biasanya. Saat mobil melaju cepat d
-Einmalig- LIMA belas menit Arvid masih setia berdiri di ambang pintu kediaman milik keluarga Alpradipta. Iris abu beningnya tidak lepas dari perempuan berambut hitam kecoklatan yang duduk di kursi yang berada di teras sana. Sejak Galvin mengajak Keara mengobrol banyak hal. Ah tidak, Galvin yang b
-EINMALIG- “ARGHHH! Gila lo! Itu target gue, bagian gue mukul sampai babak belur,” laki-laki berpenampilan urakan itu mengumpat kesal karena sasarannya dihajar orang lain, raut wajah kesalnya tercetak begitu ketara. Fatur tersenyum—senyum mengejek tepatnya. “Siap-siapin kalah, sudah kete...
"Aku percaya, akan ada pertemuan-pertemuan selanjutnya yang telah direncanakan semesta. Tunggu saja." -EINMALIG- Bola melambung tinggi akibat tendangan dari pemain nomor punggung 06, hampir saja bola itu melesat membobol gawang tim yang menjadi lawan mainnya. Namun dengan cepat digagal
-EINMALIG- Kelopak mata perempuan itu tertutup, beberapa kali bibirnya menghembuskan napas kecil. Kedua tangannya mengeratkan genggaman pom-pom berwarna putih yang berada sejajar dengan sisi kanan kiri jahitan rok pias limabelas centi di atas lutut. Sampai pada hitungan kelima, ia membuka matany...
“Bahagia itu sederhana, chat gue lo balas cepat misalnya.” -Hello, Good Bye Bae- Karif : Di Karif : Yas Karif : Di Karif : Yas Karif : Dias ga pake Y Karif : dada rata Karif : p Karif : p Karif : oy Dias Maharata : Ap “Anjay!” seru Karif sambil geleng-geleng kepala membaca balasan dari ...
Hola. Ada yang tahu gak Einmalig itu apa? :bingungs Oke, aku tahu kalian nggak tahu. Jadi, Einmalig adalah sebuah novel bergenre teenfiction. Sebenarnya, keseluruhan isi bukan fiksi remaja sih, ada beberapa part yang genre-nya humor dan romance parah. Ketcje nggak tuh? Banget sih menurutku wkwk. ...