Nice thread... Pantesan selama ini ane mikir kok di India sana Hindunya pake sistem kasta yang ketat tapi di Indonesia ga ada seketat itu. :2thumbup
Bagus sih... Tapi ketika diproses hukum, dipidana, pengajuan banding, eh malah bebas/hukuman berkurang :hammer
Dulu waktu kecil kalau berantem sama abang, bokap pasti selalu lerai sambil bilang, "Malu dilihat tetangga" Sekarang ane baru paham maksud bokap ane. 1 agama, 1 kitab, cuma beda pandangan aja langsung dikafirkan. Yang di luar agama itu pasti ketawa ngeliat penganut agama tersebut.
Proses rekrutmen secara ketat ya... Melihat keadaan akhir-akhir ini, ketat dari sisi apa ya? :bingung
Masa sih? Ane kalau denger kata nusantara yang kebayang cuma luas doang... Ga ada kebayang pemisahan atau ekslusivitas. Otak isinya kok pertikaian mulu :hammer
Generasi sedih? Lebih ke generasi bodoh kalau gw bilang. 1. Setiap manusia itu pada dasarnya bertanggungjawab terhadap kondisi psikologinya masing-masing. Mau senang dan berkepribadian positif, ya cari konten dan artikel yang mendukung pengembangan diri. Jangan kalah dengan sajian konten hasil al
Memang ga harus selalu mengikuti mayoritas. Tapi ada baiknya untuk menelaah pendapat si mayoritas kenapa mereka bisa mengeluarkan pendapat yang sama. Yang sulit kalau ternyata pendapat mayoritas itu salah. Cara membungkamnya ya cuma lewat pembuktian, susah kalau cuma lewat teori.
Sebenarnya memang sangat banyak gan... Cuma jarang yang mau terang-terangan karena nanti langsung dilabeli... Yaaa label itu lah
millenie pelaku pekerja kaya gini rentan kena masalah psikologis. Mungkin sekarang masih happy, lihat aja beberapa tahun mendatang