priakuta Ribet banget ya, mana juga kafe ingat mainin lagu apa, kalo dia pake playlist, kalo stelnya acak atau dari radio gimana, sehari stel puluhan lagu, sebulan ratusan lagu, setahun bisa ribuan lagu, gimana submit reportnya dan dengan jumlah resto dan cafe yg sebanyak itu apa lmkn bisa seleks...
priakuta yang ane bingung sampe skrg aalah bagaimana pembagian royaltinya, LMKN mana bisa tau cafe A lagi stel lagu siapa dan juga cafe2 lainnya, kalo ga tau lagu siapa yang diputer, gimana royalti itu bisa sampe ke penyanyinya
Menurut ane buka kasino dibali bukan solusi untuk mencegah larinya devisa keluar negeri, target market disini adalah penjudi bukan turis, jadi yang namanya penjudi itu main dimana aja sama selama gampang diakses, mereka bisa aja ke singapore yang lebih gampang diakses dibanding bali kalo misalnya...
pengamatamat ane liat lebih ke mereka numpang hidup ke musisi2 itu, belum tentu juga royalti akan sampe ke semua musisi, tapi yang pasti mereka pasti dapat, gini sih gan, kalo nagih royalti itu harus misalnya lagu salah satu musisi dibawakan musisi lain, atau di stel diradio atau di tv, itu wajar...
Emang sistemnya rancu dan tidak efektif, mungkin royalti yang diterima ari milik burung kutilang apa burung kenari
Menurut ane ini struk untuk lucu2an aja, dari harga menunya aja dah aneh, masa sepotong rendang harganya segitu, bahkan bisa lebih mahal dari 1 potong bebek atau seekor, nasi ijo 25, nasi merah 52, aneh aja
Kok bisa seorang anggota dpr keluarin data seperti ini, 2 juta orang bolak balik per hari, mau ngapain