Cucigosok Masalahnya di sana, orang2 yg ngomong gini emang tolol, bodo amat tapi nanyain masalah, kan tolol :ngakak
Kok namanya Freddy ya? Bukankah nama badai yg terjadi di belahan bumi selatan menggunakan nama cewek, kalo di belahan bumi utara baru nama cowok
Ga punya anak itu ga dosa, ga nikah aja ga dosa, yg dosa itu yg ikut campur pilihan hidup orang yg tidak menimbulkan dosa.
Kok ente yg sewot, analoginya ane ga konsumsi gula untuk kesehatan, lalu ente bilang "Ga usah sok-sok an childfree..tai babi lah, kalo mandul ya ngomong aja diabetes..berak sekebon baik", tolool ga orang kayak gitu? Jelas tolool :ngakak
Buat ane sih ga masalah mau childfree atau anak banyak, itu hak orang, ane menghormati pilihan hidup orang, satu2nya pilihan hidup yg ga akan ane hargai adalah pilihan menjadi LGBTQ+. Yang bikin heran, ente2 yg ga sewot itu kenapa? Ente menanggung hidup dia & anaknya? Kalo nggak apa hak ente unt
Ini agak aneh juga nih, sering kejadian seperti ini, teman ane waktu itu belum nikah, secara penghasilan udah cukup tapi masih berpikir panjang untuk merencanakan kehidupan pernikahan, ga mau asal pilih, asal nikah, dan masih galau apakah penghasilannya cukup untuk menghidupi anak orang? Tapi sec...
c4punk1950... Soalnya fanboy merek lain pada kesal & bilangnya "mayoritas nyari merek, bukan fitur", lalu menyalahkan harga jual kembali yg membuat merek idola mereka ga laku, padahal harga jual kembali yg mempengaruhi pasar, ga ada andil pemilik merek dalam menentukannya (kecuali BMW
Hingga kalau orang mau beli mobil pertama kali pasti milihnya produk Toyota, maklum harga jual kembali bagus, spart part kw juga melimpah, belom lagi mudah ngurusnya kalau terjadi kendala. Statement ini sepertinya terbalik, harusnya: Hingga kalau orang mau beli mobil pertama kali pasti milihnya pro
Itu pilihan dia, hak dia & tanggung jawab dia. Kalo ga suka dengan statementnya, hal pertama yg harusnya dirundung adalah ibu2 yg selalu bertanya "kapan punya anak?", "kapan si kakak punya adek?", "banyak ya, sekolah mahal lho sekarang", kalo ga masalah dengan perta
Mengutip kata2 Kang Emil, pilih mana antara anak & pasangan, dia pilih pasangan, karena yg menemani sampai akhir adalah pasangan, sedangkan anak akan dewasa dan akan punya kehidupannya sendiri. Ingat, anak adalah titipan, bukan tempat penitipan. Kita sebagai anak memang HARUS berbakti pada ora
Lalu bagaimana dengan orang yg ngasih statement "kapan punya anak?", apalagi ditambah embel2 "udah keburu tua lho kalo ga cepat2, nanti bla bla bla", dikira itu ga menyinggung banyak orang? Apa karena udah terbiasa dibilang begitu dianggap ga salah? :ngakak
Kalo gitu yg suka nanya "Kapan punya anak?", "Kapan dia punya adik?", "Kapan nambah lagi?" juga masuk ranah HAM, karena ada juga beberapa orang yg ga setuju untuk punya anak :ngakak
Sebenarnya ga masalah mau childfree atau punya anak banyak ya, itu hak dia, kalo statementnya dipermasalahkan karena menghimbau atau menginspirasi untuk childfree. Tapi ya harus adil juga, hentikan juga pertanyaan "kapan punya anak? Kapan dia punya adek? Kapan nambah lagi?". Hidup itu h...
Paradox bukannya sesuatu yg terperangkap dalam sebuah lingkaran yg tidak ada ujungnya ya? Misal, Paradox Waktu : Jika saya ke masa lalu dan membunuh kakek saya, maka saya tidak akan lahir, jika saya tidak lahir, maka tidak ada yg membunuh kakek saya, jika kakek saya tidak mati, maka saya akan lah...
Ane sejak promo makin kurang, tarif makin mahal & ada tambahan biaya2 aneh, jujur udah jarang banget pesan makanan online, lebih sering datang sendiri ke tempat2 yg dekat aja, atau datangin sendiri tokonya
screamo37 Penyebutan "oknum" hanyalah cara institusinya lepas tangan atau perbuatan menyimpang anggotanya. Dengan kata lain institusi membiarkan anggotanya berlaku demikian
madjoeki Oknum justru makin membuat semakin rendah martabat institusi Polri, karena itu semacam lepas tanggung jawab kepolisian terhadap anggotanya yg menyimpang, akibatnya yg menyimpang semakin banyak, karena mereka cuma dilabeli OKNUM, jarang ditindak tegas, biasanya dibiarkan, kalo pun tegas c...