Sebetulnya sebagian mereka itu ada yang paham, hanya kalau kontra sendirian nanti dijauhi. Jadilah iya iya saja, padahal dibelakang mereka jg tahu harus apa. Sy juga kalau ketemu bani begitu ya ikut manggut saja, tapi dibelakang jelas sy kontra. Kecuali ada di forum resmi baru bisa kita bicara
a12s lenktaywonk sayangnya di IG kaum tidak percaya dan ngeyel itu jumlahnya sangat banyak Tidak percaya boleh, tapi kalau sudah parah jgn minta tolong. Anggap saja sakit bukan covid. Beres
Azitro itu bukan obat gan, dia itu antibiotik. Cuma buat pendamping saja. Tidak wajib sifatnya harus ada atau diresepkan, dan tidak semua sakit harus pakai antibiotik, beberapa kasus kalau penyakitnya kuat malah kebal sama azitro
kuntuldowo harytanoe moderna sudah masuk, 1.5jt+ untuk booster nakes karena efikasinya 95+%. Sisanya untuk gratis, beruntunglah nanti yang dapat ke 1 nya moderna
Sy tidak punya kata yang tepat, tapi memang inisiasi vaksin mandiri berbayar itu progresnya sangat lambat, kalau saja dulu ketika vaksin massal tidak sekencang sekarang dan yg berbayar sudah datang juga sy yakin sudah jalan ini Anyway ya memang artinya spt yg mas sebut diatas
Di IG sy baca sekilas ternyata seorang profesor terkenal dan sering muncul di tv pun benchmarknya eropa, liga inggris, piala eropa dan cina Beda treatment, beda cara berfikir warga, beda kekebalan tubuh, beda jumlah warga, tapi berharap hasil sama. Dan parahnya banyak yang mengiyakan, persis seper
Jalan masuknya ini, dan mungkin infonya si A yang baru kena kemarin juga Tapi endingnya sudah ada kok, di rehab. Hahaha Power of money
peyotpetot bingsunyata Lalu kenapa cina sudah punya vaksin dgn cara konvensional kalau butuh biakan besar? Kan jadi pertanyaan juga Agree mRNA memang metode baru pengembangan vaksin, tapi saat ini jg vaksin yg ada masih emergency use.
peyotpetot bingsunyata sy bukan pecinta film, tapi membaca arah ilmuwan yang pengen sekali tahu asal muasal Kan sy bilang, obat dan vaksin its okay karena sudah kadung makanya harus dicari jalan keluarnya sesegera mungkin. Kalau ditanya efektivitas vaksin, kita sdh lihat sendiri ada vaksin yang t
peyotpetot bingsunyata mgkn sy agak beda disini, gimanapun asal muasal harus sejalan dgn vaksin. Perlu atau tidak perlu cari awal sumber itu untuk pengembangan vaksin selanjutnya, kalau ada modifikasi dari virusnya sendiri atau dari alam, tentu treatmentnya akan berbeda. Bukan soal ganti rugi tap
peyotpetot bingsunyata politik tidak politik faktanya memang perlu toh, ini dari lab atau dari alam. Itu yang mau ditegaskan
peyotpetot bingsunyata no, penyakit yg disebut diatas itu salah 1 nya juga karena sumbernya ketahuan, bentuk awalnya diketahui jadi antivirus, vaksin dan obatnya tepat. Kenapa bs tanggap? Balik lg ke pernyataan awal saya
bingsunyata ini masih dugaan, protein sarscov2 ini apakah dari lab wuhan atau tidak cina tidak terbuka. Malah data penelitian semua dihancurkan. Itukah knp sy menyebut sars, mers, flu burung dan flu babi cpt sekali ketemu penangkalnya sedangkan ini tidak. Malah bermutasi terus, kalau sourcenya saja
billyns terus kalau booster sudah dikasih lalu turun lagi apa suntik lagi? Selagi sumber penyakitnya tidak dibuka transparan menurut sy akan spt ini trus