soelojo4503 kalau autopilot dari kondisi yang sudah mapan macam Australia atau Singapura sih boleh-boleh aja, cuma jangan full autopilot juga. lah ini dari peninggalan Jokowi bukannya maju malah stagnan, gimana ceritanya mau autopilot. ambyar.
itu kata Bahlil. ane gak pernah percaya. dia sangat bisa asal bunyi dan membawa-bawa presiden seolah itu sudah disetujui presiden, padahal yang bersangkutan bahkan bisa saja belum tahu soal itu. manusia korup dan licik di jajarannya presiden sangat banyak.
kenapa? karena Pertamina malas bangun kilang di situ? benar dong kata Menkeu Purbaya: Pertaminanya malas-malasan! target tujuh kilang baru nggak jadi-jadi, karena mereka malas! udah malas licik pula.
kata kadrun: harusnya bangunan ini kuat dan kokoh, mungkin kita kurang doa. kata realita: emang fondasinya kagak kuat. bukan kurang doa tapi kurang SEGALANYA.
sudah dari awal banyak orang bilang, Prabowo mesti bisa lepas dari Jokowi. harus berani nolak, terutama yang gak bener.
sekacau-kacaunya presiden Indonesia baru kali ini ada yang begini. berusaha agar eksis terus dan dikenang sebagai orang hebat, padahal...
kebiasaan suka lepas tanggung jawab. biarpun negaranya seluas AS, tapi gak maju-maju, ya itu sebabnya. sudah bego, bebal, gak bertanggungjawab. masalah ginian mah sebenarnya bisa dipecahkan jika ada pertanggungjawaban dari kokinya. misal, daging ayam. daging ayam benar-benar harus dimasak sampai ...
ya kokinya lah yang harus memastikan makanannya tidak akan meracuni dan rasanya enak. bukan orang lain dipaksa nyobain. gimana caranya memastikan? ya dia yang harus mencoba. jangan dia yang masak, malah dia lepas tanggung jawab atas masakannya. orang Indonesia gak lekas maju itu karena SUKA LEPAS
tanmalako091539 cjohanes betul. seseorang wajib setia kepada apa yang sudah dipilihnya. memang orangtua wajib mewariskan iman kepada anak, tetapi jika kemudian secara dewasa anaknya mau pindah karena memang ada gerakan hati, orangtua gak bisa melarang. saya tahu ada pastor/bruder/suster yang beda
gimmick doang. lagian seahli apapun orang menghipnotis, tuntutannya cuma satu: ada persetujuan dari korbannya.
sebagian karena itu, tapi ane lebih percaya karena kebiasaan yang dipengaruhi pergaulan. mungkin aja orangtua memang nggak ajari bohong, tapi karena pergaulannya dengan teman-teman yang suka bohong ya jadinya begitu. soalnya ane sendiri diingatkan bahwa "pergaulan yang buruk merusak kebiasaan
yakuza/mafia aja gak segitunya. paling kalo macam-macam senggol mereka baru mereka bertindak. lah ini... meliput MBG yang katanya program untuk rakyat kok malah dicekik. edan.