Menjelang pengumuman Hadiah Nobel Perdamaian tahun ini, sorotan utama jatuh pada pernyataan publik Trump yang berulang kali mengklaim bahwa dialah yang pantas menerima penghargaan tersebut. si paok tidak layak menerima hadiah Nobel. lihat saja ulahnya selama ini. kaget dan heran ane semisal dia yan
buat ane, kiamat itu hanya Tuhan yang tahu kapan. kita cuma bisa memperkirakan. dulu ada yang bilang tahun 2012 karena berpatokan pada penanggalan suku Inca, tapi realitanya? itu sudah 2025, malah mendekati 2026.
plot twist: Jokowi menyetujui masuknya Covid ke Indonesia dan WHO bisa intervensi tanpa harus lewat pemerintah. mungkin gak sih? :D
ada yang benar, tetapi tidak selalu. kalau nggak, bisa-bisa semua orang bergolongan darah AB semuanya punya watak 'aneh' itu.
ini info yang menarik, tetapi perlu diingat faktor-faktor lain bisa membuat kebutuhan tiap orang berbeda walau golongan darahnya sama. bisa saja si Paijo dan si Paimin punya golongan darah A tapi ternyata Paijo gak bisa makan daging, sementara Paimin gak bisa makan sayur.
AI kan buatan manusia manusia yang buat AI saja tidak sempurna dan banyak salahnya apalagi buatan manusia.
putraFH betul sih, cuman setiap orang, termasuk menterinya presiden, kan bisa sok ide atau bahkan berbuat sesuatu yang sifatnya di luar visi-misi presiden, bahkan mencatut nama presiden agar terkesan hebat (padahal odong).
Namun, suku Badui dipaksa menerimanya, lholholho kok ada Badui di luar Jawa Barat? jauh amat jalannya ke Israel.