*BANKK!!* Sebuah pukulan Baseball besi yang keras, menghantam pipi sebelah kanan Ariel, membuatnya jatuh ke tanah dengan darah di sisi kanan bibirnya. "Ariel!!!" teriak Anisa dari bangkunya. Namun, Ariel tidak merasakan sakit yang berarti dari pukulan yang dilancarkan barusan. ia pun ke...
Di lain pihak, Ariel sudah sampai di gudang tua Dark Street, sesuai dengan apa yang disuruh Aroel di surat tadi. Begitu menginjakkan kaki di gudang itu, semua Preman berbadan besar yang terdiri dari berpuluh-puluh orang langsung memberinya jalan untuk menuju ke ruang utama, tempat dimana Anisa di...
Sementara itu, Dhessy berlari dengan nafas memburu cepat setelah turun dari mobilnya menuju rumah Ustad Rysal. Tapi, belum sampai di rumah Ustad Rysal, Dhessy menabrak Ariel. Untung saja tidak jatuh. "Ya ampun. Dhessy? Ada apa Dhes?" Dhessy mencoba mengatur nafasnya. "A-a-anisa. An...
Anisa diikat di kursi kayu dan mulutnya di lakban. Saat ini, dia berada di sebuah gudang tua. Dia diculik. Tidak lama, muncul empat orang yang masing-masing memakai jas serta celana hitam, lengkap dengan topi dan juga kacamata hitam yang membuat penampilan mereka seperti layaknya Mavia di GTA. Di...
Tak lama, langkah mereka terhenti di sebuah restoran dengan tulisan 'Hanamasa Japanesse Restaurant', salah satu restoran termahal dan ternama di Jakarta. Kemudian mereka masuk, mencari tempat duduk, lalu memesan makanan. Dhessy mengambil kemudian melihat-lihat Menu yang terbuat dari kar...
Sudah seminggu berlalu semenjak Ariel kembali ke jalan yang benar dan tinggal di rumah Ustad Rysal, dan semenjak seminggu itulah Ariel tidak masuk sekolah. Selain sekolah bukan hal milik keluarganya lagi, saran dari Ustad Rysal untuk menghindari kemungkinan buruk yang terjadi juga di'iyakan ...
Akhirnya, perjalanan mereka berhenti di sebuah taman dengan pepohonan rindang di sekelilingnya. Disana, Ariel dan Anisa duduk di bangku panjang bercat putih yang terbuat dari kayu. "Ariel, aku seneng banget deh ngeliat kamu udah berubah sedrastis ini. Pertahanin terus ya..." Anisa terse...
Belum cukup sampai disitu, ketika Ariel dan Anisa melanjutkan perjalanan, mereka melihat Nenek-nenek yang ingin menyebrang. Kelihatannya daritadi Nenek-nenek itu kesulitan menyebrang jalan. Sudah berkali-kali dia memajukan kakinya tapi selalu mundur lagi. Selain karena usianya sudah sangat renta,...
Menjelang sore, Ustad Rysal bersama Ariel pergi ke Musholla dekat rumah Ustad Rysal, berhubung sudah masuk waktu Sholat Ashar. Ketika sampai, dan masuk ke dalam Mushollah, Ustad Rysal memberikan microfon pada Ariel. "Hari ini, saya mau kamu yang adzan." pinta Ustad Rysal. Ariel memandan...
*Crrrsh...* Air keran mengucur. Terlihat tangan seseorang menadangi air tersebut. Lalu berkumur dengan air itu sebanyak tiga kali. Dia adalah Ariel yang sedang berwudhu untuk membersihkan dirinya. Setiap air wudhu yang mengenai kulitnya memberikan sensasi sejuk, terlebih ketika Ariel membasuh muk...
"Anisa... Momon... Dhessy... Shandy... Gw... Maafin gw..." Momon, Dhessy, dan Shandy terkejut mendengarnya, sekaligus terheran-heran. Terlebih Shandy yang sudah sangat lama mengenal Ariel. Baru kali ini ia mendengar seorang Ariel mengucapkan kata 'Maaf'. Shandy pun menepuk pun...
"Dan janganlah kamu berjalan di muka bumi ini dengan 'penuh kesombongan', karena sesungguhnya kamu sekali-kali tidak dapat menembus bumi dan sekali-kali kamu tidak akan sampai setinggi gunung." (Firman Allah dalam QS: Al-israa :37) "Tidak akan masuk syurga orang yang di ...
Beberapa jam kemudian, Pesta selesai. Dan Ariel, ditagih Bon pembayaran untuk semua fasilitas, pelayanan, makanan, dan minuman yang telah dipakai. "Ini Tuan!" ucap seorang Pelayan Bar berjas hitam sambil memberikan Bon pada Ariel. "Jumlahnya 158 juta. Mau bayar cash atau kartu kred...
Akan tetapi, sepulang Sekolah, Anisa yang padahal sudah berbaik sangka dan berharap Ariel bisa sadar, malah dihadapkan dengan hal yang benar-benar keterlaluan. Begitu ia ke tempat parkir, ia melihat Sepeda Lipat yang baru dibelinya terbakar hangus. Padahal itu Sepeda baru yang dibelikan susah pay...
#Taman SMA 76 Di Taman yang jaraknya dekat dengan koridor sekolah tersebut, Anisa dan Shandy duduk di bangku panjang berwarna coklat yang terbuat dari kayu jati, dengan ditemani dua gelas Soft Drink. "Emm... Shan," Anisa membuka pembicaraan. Shandy menoleh ke arahnya. "Sebelumnya m...
Setelah pemecatan Shandy, Dwi dan Calisha yang menyewa berandalan-berandalan Sekolah, pergi mencari Anisa. Mereka merasa tak rela Shandy dikeluarkan dari CoVerboy karena Anisa. Walaupun itu sudah keputusan Ariel, tapi mereka tidak mau Shandy Si Prince Charming digantikan oleh orang seperti Zolah....
Saat ini, Ariel sedang mengendarai mobil menuju perjalanan pulang. Kepalanya pusing dan stress setelah meninju dan mengetahui bahwa selama ini Shandy lah yang menolong Anisa. Walaupun dengan kepribadian seperti itu wajar kalau Shandy menolong Anisa, tapi Ariel tetap kecewa karena ia merasa Shandy...
Sabtu sore di SMA 76. Sekarang waktunya bagi para Siswa dan Siswi untuk ekskul Basket. Sesudah latihan, semuanya tampak lelah dan istirahat untuk memulihkan tubuh. Ariel dengan baju basket dan handuk di pundaknya berjalan menuju Loker, bermaksud berganti pakaian. Di tengah jalan, ia berpapasan de...
Di perjalanannya menuju Sekolah, Ariel dari dalam mobilnya melihat seorang gadis yang sepertinya ia kenal sedang berjalan menuju tempat yang sama dengan Ariel dan kawan-kawan, yaitu SMA 76. Merasa penasaran mobilnya pun menghampiri dan melobby gadis itu. Anisa rupanya. Sulit dipercaya. Padahal se...
Keesokan harinya . . . . Seorang gadis berjilbab pink dan memakai seragam sekolah SMA 76 turun dari sebuah Taksi di pinggiran jalan yang menuju ke arah SMA 76. Tas gemblok warna pink menambah selarah penampilannya. Bukan Anisa. Tapi, Dhessy Indriani. Begitulah nama yang tercantum di nametag-nya. ...