itu bisa ada 46 makhluk hidup disitu kan karena kelakuan si sri juga... emangnya 46 orang muncul tiba-tiba dari langit, ya kagak, itu ya hasil kelakuan bapak emaknya, udah tahu kismin, tinggal rumah super kecil, tapi tetep digas
ngelihat ada orang yang bisa tinggal disitu dan survive sejak tahun 1982 alias, 42 tahun lamanya, jadi sebenarnya manusia itu kebutuhannya gak banyak... janganlah kita jadi orang rakus dan menguasai segala macam
Makanya jangan terlalu mendewa2kan layanan swasta lebih baik daripada layanan kantor pemerintah Swasta itu ada banyak macemnya, yang blangsak sebenarnya jauh lebih banyak daripada yang bener. Yang bener dan kita lihat sehari2 itulah yang proven dan konsisten menjaga SOP dan kualitas produk, tapi ...
coklat itu emang banyak oknum didalamnya, dengan beragam kelakuan yang bikin tepok jidat tapi secara makro, ini kinerja institusi termasuk oke, makanya disayang negara dan karena perannya yang vital, makanya sejumlah oknum coklat masih ada pemakluman asal gak keterlaluan silahkan banding2 vs nega...
kalo mau lawan kaesang coba munculin tokoh muda juga, minimal sebagai wagub lah jangan cuma boomer tua kek mr ahmad lutfi, bambang pancul, hendar ada puluhan juta penduduk jateng, coba munculin tokoh muda charming siapapun lah bisa alumni S2 s3 LPDP yang bright and smart, atau pengusaha muda, atau
Itu mah praktek lazim seluruh negeri kalee FYI dulu zaman orba, PNS yang ditugaskan ke daerah memang dapat fasilitas rumah dinas, tapi seiring waktu pada dikuasai senior2 gak tau diri ini, makanya sekarang rumah dinas secara ajaib jadi milik pribadi, dan pns generasi muda terpaksa harus ngekost ata
Kenapa seh pada heboh Bukannya perbuatan gini biasa aja ya Banyak kok bos2 dan pejabat yang punya rahasia umum ya punya simpenan, main daun muda, selingkoy, dsb. Malah kalo sekedar doyan vokev itu kan masih cupu. Udah kesekian kali gw terinfo selentingan bahwa beberapa bos gw yang selingkoy, tapi...
Daripada nolak dokter asing sekalian aja tolak praktek ilmu kedokteran modern yang asalnya dari negara asing Sono dokter2 lokal kembangin khazanah pengobatan sendiri, mau herbal based kek, mau magic supranatural based kek, mau spiritual ruqyah based kek terserah Lah ngapain pake2 istilah obstetri...
Itu karena dosen2 kolot jaim yang doyan mempersulit mahasiswa bimbingan, susah ditemui, menyepelekan bimbingan mahasiswanya dengan alasan sibuk, ya makanya mahasiswanya gak inspiring malah kapok, yang penting lulus, abis lulus ogah kontribusi ke alumni Kampus juga palingan endowment dari pedekate b
Susah, doi ini orang politik bukan orang profesional Orang profesional tahu tanggung jawab, kinerja meleset atau malah bikin blunder atau bikin malu pimpinan, tahu diri dia mundur Tapi karena orang politik, dapat jabatan karena kedekatan dan merasa berjasa endorse, bukan karena skill, mana paham ...
yahoodotcom lah hardcopy itu low cost, low energy, low risk dan bisa bertahan lama, bahkan puluhan tahun, seperti ijazah SD, akte lahir dsb Simpen data di hape, hape 4 tahun rusak, sama pun dengan pc, mana ada risiko virus dsb Simpen di HDD eksternal, 5 tahun rusak Simpen di cloud, ternyata cloud...
mnotorious19150 yahoodotcom pc emang reliable ? Itu barang 4-5 tahun sekali pasti rusak hardwarenya atau outdated softwarenya. Mau gak mau harus pengadaan pc baru. Lihat aja kiri kanan, jarang banget orang masih pakai pc atau laptop keluaran 10 tahun lalu. Rata2 mentok 5 tahun.
Makanya jangan menghina2 cara lama yakni backup fotokopian berkas hardcopy Itu boleh kuno tapi secure dan reliable Cloud storage yang kalean bangga2kan sebagai terobosan IT itu terbukti vulnerable, tidak reliable, dan sebenarnya banyak risk nya dari ransomware, gangguan blackout listrik, gangguan...
Coba pahami sila ke 4 dasar negara kita Kerakyatan itu dipimpin hasil kompromi para elite (permusywaratan perwakilan) Kok ente pengennya kompetensi dan merit system, itu tidak sesuai dasar negara kita 😡
itu bedanya orang profesional ama orang politik gan orang politik mana mau tanggung jawab kalau ada masalah, dia sendiri juga gak ngerti mesti ngapain lha orang politik kan dimana2 gitu, jualannya retorika segala macem dan merasa paling pantas menjabat bla-bla-bla karena jasa partai padahal kompe...
Boomer kominfo mana paham bahaya ransomware dan risiko cybersecurity Mereka cuma tahu yang penting aset rumah tanah aman, kos-kosan lancar, gaji tunjangan ngalir, Lha mereka generasi fotokopi berkas kok, biar kerja di kominfo tapi dapet apk undangan pernikahan ya percaya, dapat broadcast wa bank
Polri itu gajinya sama saja dengan pns sipil lainnya kok Mau dia akpol ipda yang bergengsi sekalipun, ga beda gajinya sama pns gol 3a universitas yang jadi guru, analis, pertanian, nakes dsb Bedanya punya pistol, ikatan korps dan wewenang hukum untuk penindakan,
Lha gw yakin ntu kementrian eselon 1 sd 4 pasti jarang orang latar belakang IT nya Pasti isinya kek instansi birokrat lainnya, isinya SE, SH, S.Sos, S.IP, MM, dsb, aslinya gak nyambung tapi karena dah kerja lama dan senior maka dinaikkan jadi pimpinan. Kalau ketemu masalah taktis teknis IT seperti
Coba pahami sila ke 4 dasar negara kita Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan Jadi kan berarti rakyat dipimpin oleh hasil kompromi para elite partai (perwakilan bermusyawarat) Jadi kalau diharepin merit system itu gak sesuai dasar negara Kecuali kal