mana ada lagi rumah zaman now yang punya mini Hifi PMPO CD Player, paling rumah jadul era early 2000an yang kebanyakan punya gituan dah pada rusak alatnya mobil keluaran baru juga sudah gak ada lagi yang masih pake CD player, udah jadi layar full touchscreen semua HU nya laptop juga sudah ga ada l
autumnfairy bang.toyip alderlake nih orang kayaknya bukan sekedar candu tapi kepalang dah legend aja dan terlanjur kecebur jadi makelar kasus nomor wahid jaminan mutu tokcer dijamin aman bahkan dia gak ngapa-ngapain aja orang bermasalah tetap ada aja yang nyari dia buat dibantu
pajak ya utamanya padahal buat gini buat mengongkosi struktur birokrasi yang berlapis-lapis dan tumpang tindih, untuk menggaji orang berjenjang-jenjang yang sebenarnya mengurusi hal yang seragam tapi karena didasari asas saling tidak percaya dan mentalitas main belakang + aji mumpung jadilah saling
Perasaan sekian tahub lalu ada developer muda cemerlang namanya kalo gak salah Elang Gumilang itu sekarang kabarnya gimana ya?
KangPri padahal sekelas ipda mah sikat aja, masih level bawah itu, bupati itu levelnya setara melati 2 bahkan melati 3 dalam hirarki aparat, kok keder ama pangkat bawah, dimana marwahnya pejabat pemerintah pemimpin wilayah kalo mesti ngalah ama aparat pangkat rendah
ya itulah risiko jadi menteri, emang enak ? nyalahin sih emang enak... wkwkwk sekelas menteri sehari-hari udah handle ratusan lembar berkas paperwork, puluhan approval peraturan dan perizinan, belum lagi administrasi internal seperti urusan anggaran, pegawai, dan berbagai macam meeting serta acar...
ncub pertapa.gila77 pemerentah itu siapa ? wkwkwkwk pemerentah itu kenyataannya ada banyak muka institusi dengan ego kepentingan masing-masing, satu dua pejabat yang punya niat baik gak cukup kalau masih ada sejumlah institusi lain yang egonya pengen diturutin
RK karena dah masuk birokrasi dan punya nama jadinya dah gampang dapat proyekan konsultan arsitek buat biro usahanya dari lembaga-lembaga pemerentah, gak butuh lagi dia orkay-orkay PIK, dsb beda ama dulu, pas masih belum punya nama, ngarep banget dia klien orkay PIK, K Gading, Kemang, BSD, Cibubur
padahal sekolahnya sama-sama lulusan bintaro itu, tapi kok bisa beda-beda hitungannya, diajarin ama dosennya gimana seh padahal pajak doang palingan mainan excel, tambah kurang kali bagi akuntansi, bukan main regresi linier nonlinier, interpolasi, integrasi gauss, fourier series, green theorem,...
ya emang, dosen2 papan atas dari kampus top banyak yang punya bisnis lain dengan memanfaatkan keahliannya kok, dosen hukum punya lawfirm, dosen teknik punya konsultan proyek, dosen politik jadi tenaga ahli dsb dosen dapat proyekan konsultan, yang kerja, ngolah data dan panas2an di lapangan ya mahas
amatir30 semua orang tahu guru honorer itu pahlawan pengabdi tanpa tanda jasa dengan upah sangat minim Bisa kepikir minta duit 50 juta ke seorang honorer entah dimana akalnya itu
eaceac ya itu urusan negaranya membina SDM penyakit di negaranya biar bisa bagus, jangan penyakitnya diekspor ke negara lain, mau bagaimanapun ntu manusia kan lahir di negara sono, ya putra daerah sono
.Celengan.Babi. kawan kuliah gw dah ada kok yang kena, eselon rendah di suatu pemda di jawa, kena Otete yang narget bupatinya, tapi kan sepaket ciduknya, bupati sekaligus gerbong2nya, termasuk doi sebenarnya gen milenial itu gak neko2, asal bisa cukup hidup berkeluarga secara layak its okay yang m
jadi A ES EN itu paling enak kalau non job gak dianggep atasan atau dikasih jabatan, mungkin karena lurus dan gak neko2, gak dianggep toh tetep terima gaji + tunjangan, malah selamet kalau ikut circle petinggi demi jabatan malah risiko gini, kena cyduk karena jadi kaki-tangan dan bemper atasan te...
balikin lagi aja ke myanmarnya, suruh junta militer disana kasih tanah pertanian, kasih pekerjaan meskipun dummy job seperti janitor/office boy/jukir/petugas kuning di naypyitaw, kasih rumah susun di naypyitaw, gw yakin wowo sekali lirik para jendral2 junta militer palingan pada gentar segan dan ...
ini cocoklogi ane sun gokong ini kayak cerita satire sindiran ini seperti kisah seorang berbakat yang punya berbagai keahlian, cerdas dan cemerlang namun tidak diberi tempat dalam kekuasaan karena bukanlah seorang darah biru atau dari trah keluarga bangsawan, melainkan dari rakyat jelata monyet ad
kenapa kita mengejar pertumbuhan ekonomi ? apa gak sadar, dibalik pertumbuhan ekonomi yang hebat sekian persen itu terdapat pengorbanan berupa - kerusakan hutan alam yang dikonversi jadi lahan pertanian atau industri - semakin banyak limbah sampah barang-barang planned obsolete yang cepat rusak dem
lha negara ini bukan negara yang memuliakan usahawan, technopreneur, startup founder atau scientist dsb padahal mereka itu orang-orang pinter out of the box yang berkontribusi positif terhadap kemajuan negara tapi malah dilabel oligarki, borjuis dsb disini sok-sokan memuliakan wong cilik padahal cu