Kaskus

News

jaguarxj220Avatar border
TS
jaguarxj220
Rupiah Kembali Tumbang di Titik Terendah Sepanjang Masa
Bloomberg Technoz, Jakarta - Rupiah semakin tidak bertaji menghadapi dolar Amerika Serikat (AS). Dalam penutupan perdagangan Rabu (3/6/2026), rupiah salah satu menjadi mata uang terlemah di kawasan Asia dengan depresiasi 0,62%.

Mata uang Tanah Air ditutup di posisi Rp17.957/US$. Ini merupakan rekor terlemah sepanjang sejarah Indonesia merdeka.

Pelemahan rupiah sejalan dengan mata uang kawasan yang hari ini bergerak di zona merah, yang dipicu oleh kenaikan harga minyak Brent hampir US$100 per barel, dan membawa indeks dolar AS terhadap enam mata uang utama kembali bertahan tinggi di level 99.

Rupiah menempati posisi terlemah kedua setelah ringgit Malaysia, lalu disusul rupee India. Bahkan yuan offshore dan dolar Singapura yang selama ini cukup stabil ikut melemah dalam sesi perdagangan hari ini.

Namun, bagi rupiah tekanan eksternal yang datang dari kenaikan harga minyak mentah dunia, ketidakpastian geopolitik, dan tingginya harga dolar AS, juga diperparah dengan kondisi domestik yang masih sarat dengan inkonsistensi kebijakan.

Rupiah Kembali Tumbang di Titik Terendah Sepanjang Masa

Mata uang kawasan (Bloomberg)


Pertama, defisit ganda yang berasal dari pelebaran defisit fiskal dan neraca transaksi berjalan ikut menambah sentimen buruk bagi kondisi perekonomian domestik. Bank Indonesia (BI) mengumumkan Neraca Pembayaran Indonesia kuartal I-2026 yang tercatat defisit US$9,15 miliar.

Jauh lebih dalam daripada defisit kuartal sebelumnya US$6,07 miliar. Transaksi berjalan juga mencatat defisit sebesar US$4 miliar atau 1,1% terhadap Produk Domestik Bruto. Angka ini memburuk tajam dibandingkan kuartal sebelumnya yang masih surplus US$2,5 miliar. Artinya, dalam satu kuartal saja terjadi perubahan sekitar US$6,5 miliar.

Kedua, data inflasi yang melonjak menjadi 3,08% pada Mei semakin menambah kekhawatiran investor terkait daya beli masyarakat yang selama ini menjadi penggerak mesin pertumbuhan dalam bentuk konsumsi. Inflasi periode Mei tak lagi hanya terjadi pada pangan, tetapi hampir seluruh kelompok pengeluaran mengalami kenaikan harga. Kelompok makanan dan minuman naik 4,94%, transportasi 2,3%, restoran 2,24%, kesehatan 1,7%, pendidikan 1,15%, hingga perawatan pribadi mencapai 10,35%.

Ketiga, Moody's Ratings untuk pertama kalinya memberikan peringkat kredit Baa2 kepada PT Danantara Investment Management (DIM), entitas pengelola investasi yang berada di bawah struktur Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara). Danantara digadang-gadang akan menjadi mesin baru pertumbuhan ekonomi dengan sejumlah investasinya. Namun, ratingini seakan memadamkan mesin yang sebenarnya baru akan dinyalakan itu.


https://www.bloombergtechnoz.com/detail-news/110746/rupiah-kembali-tumbang-di-titik-terendah-sepanjang-masa/


Tumbang terus... Ambles terus... emoticon-Leh Uga


saya.palsuAvatar border
waloniAvatar border
beacuka1Avatar border
beacuka1 dan 2 lainnya memberi reputasi
3
239
14
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Urutan
Terbaru
Terlama
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan