Kaskus

News

puancen.oyeAvatar border
TS
puancen.oye
Viral Respons Gubernur Jateng soal Jalan Rusak di Blora, Warga Tanam Pohon Pisang
Viral Respons Gubernur Jateng soal Jalan Rusak di Blora, Warga Tanam Pohon Pisang

GenPI.co - Viral di media sosial respons Gubernur Jawa Tengah Ahmad Lutfhi terkait keluhan jalan rusak yang disampaikan Wakil Bupati Blora Sri Setyorini dianggap tidak bermanfaat, sehingga warga setempat protes dengan menanam pohon pisang.

Dikutip dari akun Instagram @reset.feeds, Senin (1/6), Wakil Bupati Blora Sri Setyorini menyampaikan langsung kondisi rusak parah ruas Jalan Randublatung-Cepu yang berstatus jalan provinsi kepada Gubernur Jateng pada kegiatan rembug pembangunan di Kudus, Selasa (26/5) lalu.

Sri membeberkan kondisi Jalan Randublatung-Cepu sempat viral di media sosial karena rusak.

Ahmad Luthfi lalu mengungkit kejadian serupa di Kabupaten Sragen.

Saat itu kepala desa melakukan aksi mandi lumpur sebagai bentuk protes karena jalan rusak belum juga diperbaiki.

Aksi ini viral di media sosial dan memicu perhatian publik terhadap kondisi infrastruktur jalan.


Dari penjelasan yang diterima Luthfi, pemda memilih memprioritaskan pembangunan jalan di lokasi lain karena dinilai memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi.

Menurut dia, ruas jalan yang menjadi lokasi aksi mandi lumpur membutuhkan biaya perbaikan yang besar, tetapi manfaatnya dianggap tidak signifikan.

Viral Respons Gubernur Jateng soal Jalan Rusak di Blora, Warga Tanam Pohon Pisang

"Nah, makanya yang bisa me-manage yang tahu wilayah adalah para bupati, wali kota, dan dinasnya. Harus mempunyai skala prioritas karena dengan keterbatasan fiskal dan tekanan fiskal di tempat, kami harus bisa menyiasati yang semacam itu. Kalau kami sebagai pejabat publik viral biasa. Kalau enggak viral jenengan (Anda) jangan jadi pejabat publik," kata Luthfi. Respons Gubernur Jateng ini membuat sejumlah warga menggelar aksi protes di ruas jalan Randublatung-Cepu, Minggu (31/5).

Mereka menimbun lubang menggunakan tanah, menanam pohon pisang dan pepaya di tengah jalan, dan membentangkan simbol kartu kuning sebagai bentuk peringatan kepada Pemprov Jateng.

Aktivis lokal Lilik Yuliantoro mengatakan kartu kuning ini simbol kritik dan peringatan agar pemerintah segera memperbaiki jalan yang rusak bertahun-tahun.

Menurut dia, aksi ini bentuk kekecewaan warga karena kerusakan jalan dinilai makin membahayakan pengguna jalan.(*)
https://www.genpi.co/berita/281684/v...-pisang?page=2

jare ndas e lutfi ora ono manfaat e dalan kui di bangun emoticon-Nohope
wes tak kandani to cah nek pilih pemimpin iku sik ngopeni warga ne
malah milih wong pekok kui

salah mu dewe pilih gubernur kok seko parcok termul pekok ndlogok sisan

iyo po ra?
saya.palsuAvatar border
superman313Avatar border
superman313 dan saya.palsu memberi reputasi
2
169
3
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Urutan
Terbaru
Terlama
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan