- Beranda
- Komunitas
- News
- Berita dan Politik
Kematian Janggal Wanita di Boyolali Usai Santap Sate Ayam, Menantu Diduga Terlibat.
TS
rizkync108
Kematian Janggal Wanita di Boyolali Usai Santap Sate Ayam, Menantu Diduga Terlibat.
Kompas.com, 1 Juni 2026, 10:58 WIB
Rachmawati
Editor

Sumber: Tribun Solo
BOYOLALI, KOMPAS.com – Kasus kematian tragis seorang perempuan paruh baya berinisial A (57), warga Dukuh Sindon, Desa Sindon, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, mulai menemui titik terang baru. Korban yang diduga kuat meninggal akibat keracunan usai menyantap sate ayam misterius kini tengah menjadi fokus penyelidikan mendalam oleh aparat kepolisian.
Untuk mengungkap penyebab pasti kematian korban, tim Dokkes Polda Jawa Tengah bersama Polres Boyolali telah melakukan ekshumasi atau pembongkaran makam korban di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Sindon untuk proses autopsi pada Sabtu (30/5/2026) siang.
Kuasa hukum keluarga korban, Wiwik Dwi Habsari, S.H., mengungkapkan bahwa sate ayam yang diduga berkaitan langsung dengan kematian kliennya tersebut dibeli di wilayah Pandean, Kecamatan Ngemplak, sebelum dikirim ke rumah korban menggunakan jasa ojek online (ojol).
"Kecurigaan muncul setelah diketahui sate ayam itu dibeli di wilayah Pandean, Ngemplak, lalu dikirim ke rumah korban menggunakan jasa ojek online oleh seseorang yang diduga berinisial P," ujar Wiwik saat mendampingi pemeriksaan saksi di Polres Boyolali, Sabtu (30/5/2026) malam.
Modus Pemesanan Ojol Catut Nama Anak Korban
Berdasarkan penelusuran hukum, Wiwik menjelaskan bahwa orderan makanan tersebut dikirim menggunakan akun ojek online atas nama Luriyanti, yang merupakan anak kedua korban.
Kendati demikian, Luriyanti yang tinggal di Kismoyoso, Kecamatan Ngemplak, menegaskan dirinya sama sekali tidak pernah memesan maupun mengirimkan makanan apa pun kepada ibunya.
"Setelah ditelusuri, ternyata anak kedua korban yang namanya digunakan dalam pemesanan itu merasa tidak pernah mengirim sate ayam kepada ibunya yang tinggal sendirian di Sindon," kata Wiwik.
Sebelum menyantap hidangan maut tersebut pada Senin (18/5/2026) sore, korban sempat menghubungi Luriyanti via telepon untuk memastikan asal-usul paket makanan itu. Karena merasa tidak memesannya, Luriyanti sempat melarang keras sang ibu untuk mengonsumsinya.
"Awalnya tidak tahu siapa yang mengirim. Bahkan anak korban sempat meminta agar sate itu tidak dimakan karena pengirimnya tidak jelas," tutur Wiwik menambahkan.
Lima Ekor Ayam Ikut Mati Tragis
Kecurigaan keluarga bahwa sate ayam tersebut mengandung zat beracun semakin diperkuat oleh fenomena ganjil di sekitar rumah korban. Diketahui, ada lima ekor ayam milik korban yang mendadak mati setelah mematok sisa bumbu sate yang dibuang.
Kakak kandung korban, Widodo (61), membenarkan peristiwa mati massal hewan ternak tersebut. Pihak keluarga sengaja mengamankan salah satu bangkai ayam untuk dijadikan sampel penyelidikan.
"Ada lima ekor ayam yang memakan sisa sate korban. Untuk sampel, satu ekor ayam yang mati kami simpan," jelas Widodo, Minggu (31/5/2026).
Penyidik Satreskrim Polres Boyolali kini telah mengamankan satu ekor bangkai ayam tersebut bersama dengan pakaian terakhir yang dikenakan korban sebagai barang bukti formal.
"Selain barang bukti berupa pakaian korban yang terkena muntahan, penyidik juga telah mengamankan satu ekor ayam yang mati setelah memakan sisa sate tersebut," ucap Wiwik.
Hubungan Tidak Harmonis dengan Menantu Berinisial P
Pihak keluarga menduga kuat kiriman sate ayam misterius ini didalangi oleh menantu korban sendiri, yakni seorang pria berinisial P yang berdomisili di Kartasura, Kabupaten Sukoharjo. Widodo memaparkan, hubungan domestik antara korban dan P selama ini memang tidak harmonis.
Menurut pengakuan Widodo, P kerap berbohong demi bisa memeras dan meminjam uang kepada mertuanya. P juga disebut-sebut memiliki rekam jejak finansial yang buruk akibat kecanduan judi online.
"Terduga pelaku P sering meminta uang ke korban dengan cara berbohong. Jadi P ini tidak merasa bersalah, tidak merasa dosa, dan tidak punya malu," ungkap Widodo.
"Track record P ini sudah jelek. Tiap hari cari utangan ke teman-temannya dan sering main slot judi online," imbuhnya
Ironisnya, pada Senin malam pasca-pengiriman sate maut tersebut, P sempat berpura-pura datang berkunjung menjenguk korban sambil membawakan buah tangan berupa roti.
Kronologi Penemuan Jasad Korban
Keesokan harinya, Selasa (19/5/2026) pagi, korban A ditemukan sudah dalam kondisi tidak bernyawa di dalam rumahnya. Kronologi penemuan jasad bermula dari kecurigaan anak korban yang melihat lampu teras rumah ibunya masih terus menyala hingga pagi hari.
Karena pintu terkunci dan panggilan telepon tidak direspons, anak korban meminta bantuan tetangga bernama Mutarom untuk membuka pintu secara paksa. Ketika berhasil masuk, mereka mendapati jasad korban dalam posisi terlentang dengan tanda-tanda kematian yang tidak wajar.
"Kondisi saat ditemukan, kondisinya terlentang, tangannya mengepal, terus di kaos itu ada bekas muntahan yang keluar dari mulut," papar Widodo.
Widodo menilai posisi tangan yang mengepal kuat mengindikasikan korban sempat menahan rasa sakit yang luar biasa hebat sebelum mengembuskan napas terakhir. Selain muntahan dan busa di area mulut, bagian telinga dan mulut jenazah juga dilaporkan telah berubah warna menjadi membiru.
Menunggu Hasil Laboratorium Forensik
Merasa ada kejanggalan besar, keluarga sempat berkonsultasi dengan Polsek Ngemplak pada Kamis (21/5/2026) sebelum akhirnya melayangkan laporan polisi resmi ke Polres Boyolali pada Senin (25/5/2026).
Hingga saat ini, Polres Boyolali dilaporkan telah memeriksa sedikitnya tiga orang saksi kunci dan masih terus mendalami keterlibatan ojek online pengantar paket guna merangkai utuh kronologi pembunuhan berencana yang diduga bermodus racun ini.
Meski indikasi mengarah kuat pada menantu korban, tim kuasa hukum menegaskan tetap menghormati prosedur hukum yang berjalan di kepolisian.
"Kami tidak menuduh siapa pun dan tetap menjunjung asas praduga tak bersalah. Kami berharap hasil laboratorium forensik dari tim Dokkes Polda Jawa Tengah segera keluar sehingga penyebab kematian korban dapat terungkap dengan jelas," pungkas Wiwik.
Sumber
Dulu ada juga kasus yang sama...

Rachmawati
Editor

Sumber: Tribun Solo
BOYOLALI, KOMPAS.com – Kasus kematian tragis seorang perempuan paruh baya berinisial A (57), warga Dukuh Sindon, Desa Sindon, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, mulai menemui titik terang baru. Korban yang diduga kuat meninggal akibat keracunan usai menyantap sate ayam misterius kini tengah menjadi fokus penyelidikan mendalam oleh aparat kepolisian.
Untuk mengungkap penyebab pasti kematian korban, tim Dokkes Polda Jawa Tengah bersama Polres Boyolali telah melakukan ekshumasi atau pembongkaran makam korban di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Sindon untuk proses autopsi pada Sabtu (30/5/2026) siang.
Kuasa hukum keluarga korban, Wiwik Dwi Habsari, S.H., mengungkapkan bahwa sate ayam yang diduga berkaitan langsung dengan kematian kliennya tersebut dibeli di wilayah Pandean, Kecamatan Ngemplak, sebelum dikirim ke rumah korban menggunakan jasa ojek online (ojol).
"Kecurigaan muncul setelah diketahui sate ayam itu dibeli di wilayah Pandean, Ngemplak, lalu dikirim ke rumah korban menggunakan jasa ojek online oleh seseorang yang diduga berinisial P," ujar Wiwik saat mendampingi pemeriksaan saksi di Polres Boyolali, Sabtu (30/5/2026) malam.
Modus Pemesanan Ojol Catut Nama Anak Korban
Berdasarkan penelusuran hukum, Wiwik menjelaskan bahwa orderan makanan tersebut dikirim menggunakan akun ojek online atas nama Luriyanti, yang merupakan anak kedua korban.
Kendati demikian, Luriyanti yang tinggal di Kismoyoso, Kecamatan Ngemplak, menegaskan dirinya sama sekali tidak pernah memesan maupun mengirimkan makanan apa pun kepada ibunya.
"Setelah ditelusuri, ternyata anak kedua korban yang namanya digunakan dalam pemesanan itu merasa tidak pernah mengirim sate ayam kepada ibunya yang tinggal sendirian di Sindon," kata Wiwik.
Sebelum menyantap hidangan maut tersebut pada Senin (18/5/2026) sore, korban sempat menghubungi Luriyanti via telepon untuk memastikan asal-usul paket makanan itu. Karena merasa tidak memesannya, Luriyanti sempat melarang keras sang ibu untuk mengonsumsinya.
"Awalnya tidak tahu siapa yang mengirim. Bahkan anak korban sempat meminta agar sate itu tidak dimakan karena pengirimnya tidak jelas," tutur Wiwik menambahkan.
Lima Ekor Ayam Ikut Mati Tragis
Kecurigaan keluarga bahwa sate ayam tersebut mengandung zat beracun semakin diperkuat oleh fenomena ganjil di sekitar rumah korban. Diketahui, ada lima ekor ayam milik korban yang mendadak mati setelah mematok sisa bumbu sate yang dibuang.
Kakak kandung korban, Widodo (61), membenarkan peristiwa mati massal hewan ternak tersebut. Pihak keluarga sengaja mengamankan salah satu bangkai ayam untuk dijadikan sampel penyelidikan.
"Ada lima ekor ayam yang memakan sisa sate korban. Untuk sampel, satu ekor ayam yang mati kami simpan," jelas Widodo, Minggu (31/5/2026).
Penyidik Satreskrim Polres Boyolali kini telah mengamankan satu ekor bangkai ayam tersebut bersama dengan pakaian terakhir yang dikenakan korban sebagai barang bukti formal.
"Selain barang bukti berupa pakaian korban yang terkena muntahan, penyidik juga telah mengamankan satu ekor ayam yang mati setelah memakan sisa sate tersebut," ucap Wiwik.
Hubungan Tidak Harmonis dengan Menantu Berinisial P
Pihak keluarga menduga kuat kiriman sate ayam misterius ini didalangi oleh menantu korban sendiri, yakni seorang pria berinisial P yang berdomisili di Kartasura, Kabupaten Sukoharjo. Widodo memaparkan, hubungan domestik antara korban dan P selama ini memang tidak harmonis.
Menurut pengakuan Widodo, P kerap berbohong demi bisa memeras dan meminjam uang kepada mertuanya. P juga disebut-sebut memiliki rekam jejak finansial yang buruk akibat kecanduan judi online.
"Terduga pelaku P sering meminta uang ke korban dengan cara berbohong. Jadi P ini tidak merasa bersalah, tidak merasa dosa, dan tidak punya malu," ungkap Widodo.
"Track record P ini sudah jelek. Tiap hari cari utangan ke teman-temannya dan sering main slot judi online," imbuhnya
Ironisnya, pada Senin malam pasca-pengiriman sate maut tersebut, P sempat berpura-pura datang berkunjung menjenguk korban sambil membawakan buah tangan berupa roti.
Kronologi Penemuan Jasad Korban
Keesokan harinya, Selasa (19/5/2026) pagi, korban A ditemukan sudah dalam kondisi tidak bernyawa di dalam rumahnya. Kronologi penemuan jasad bermula dari kecurigaan anak korban yang melihat lampu teras rumah ibunya masih terus menyala hingga pagi hari.
Karena pintu terkunci dan panggilan telepon tidak direspons, anak korban meminta bantuan tetangga bernama Mutarom untuk membuka pintu secara paksa. Ketika berhasil masuk, mereka mendapati jasad korban dalam posisi terlentang dengan tanda-tanda kematian yang tidak wajar.
"Kondisi saat ditemukan, kondisinya terlentang, tangannya mengepal, terus di kaos itu ada bekas muntahan yang keluar dari mulut," papar Widodo.
Widodo menilai posisi tangan yang mengepal kuat mengindikasikan korban sempat menahan rasa sakit yang luar biasa hebat sebelum mengembuskan napas terakhir. Selain muntahan dan busa di area mulut, bagian telinga dan mulut jenazah juga dilaporkan telah berubah warna menjadi membiru.
Menunggu Hasil Laboratorium Forensik
Merasa ada kejanggalan besar, keluarga sempat berkonsultasi dengan Polsek Ngemplak pada Kamis (21/5/2026) sebelum akhirnya melayangkan laporan polisi resmi ke Polres Boyolali pada Senin (25/5/2026).
Hingga saat ini, Polres Boyolali dilaporkan telah memeriksa sedikitnya tiga orang saksi kunci dan masih terus mendalami keterlibatan ojek online pengantar paket guna merangkai utuh kronologi pembunuhan berencana yang diduga bermodus racun ini.
Meski indikasi mengarah kuat pada menantu korban, tim kuasa hukum menegaskan tetap menghormati prosedur hukum yang berjalan di kepolisian.
"Kami tidak menuduh siapa pun dan tetap menjunjung asas praduga tak bersalah. Kami berharap hasil laboratorium forensik dari tim Dokkes Polda Jawa Tengah segera keluar sehingga penyebab kematian korban dapat terungkap dengan jelas," pungkas Wiwik.
Sumber
Dulu ada juga kasus yang sama...

rizkync108. dan 2 lainnya memberi reputasi
3
193
13
Komentar yang asik ya
Urutan
Terbaru
Terlama
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan