- Beranda
- Komunitas
- News
- Berita dan Politik
Strategi Fiskal Cerdas: Kunci Ekonomi Indonesia Tetap Tangguh di Gejolak Global
TS
aleksandronesta
Strategi Fiskal Cerdas: Kunci Ekonomi Indonesia Tetap Tangguh di Gejolak Global
Quote:
Strategi Fiskal Cerdas: Kunci Ekonomi Indonesia Tetap Tangguh di Tengah Gejolak Global
Tim Redaksi
Mei 31, 2026 - 13:19

Perbesar
Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Juda Agung dalam Kuliah Umum di Institut Pertanian Bogor. (Dok: kemenkeu.go.id)
BOGOR, AYOKALTIM.com – Situasi dunia saat ini sedang tidak menentu akibat perang tarif dan ketegangan geopolitik antarnegara. Namun, di tengah guncangan tersebut, kondisi finansial dan pasar domestik tanah air terbukti memiliki daya tahan yang sangat kuat. Ketangguhan ini didapat berkat pengelolaan bauran energi nasional yang berjalan optimal serta eksekusi kebijakan keuangan negara yang sangat hati-hati.
Kabar baik mengenai kondisi riil ini disampaikan langsung oleh Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu), Juda Agung, saat mengisi Kuliah Umum di Institut Pertanian Bogor pada Jumat 29 Mei 2026. Ia memaparkan bahwa keragaman sumber daya domestik menjadi penyelamat utama saat terjadi lonjakan harga komoditas dunia.
“Kita menghasilkan minyak, gas, biodiesel, bioenergi, batubara. Jadi energi mix kita lebih baik sehingga kita masih mempunyai daya tahan yang baik terhadap harga minyak yang meroket di global,” ungkap Wamenkeu Juda Agung di Bogor pada Jumat (29/5) seperti dilansir dari laman kemenkeu.go.id.
Dari sisi tata kelola anggaran, pemerintah secara konsisten menerapkan tiga langkah strategis guna menjaga roda perekonomian dan kesejahteraan masyarakat agar tetap stabil. Langkah pertama difokuskan pada pengendalian belanja negara atau sistem pangkas dan alihkan anggaran ke sektor yang lebih produktif untuk menciptakan lapangan kerja baru. Sebagai contoh nyata, efisiensi dilakukan pada program Makan Bergizi Gratis dengan meniadakan alokasi di hari Sabtu.
“Itu dari sisi pengeluaran yang kita bisa melakukan pengendalian. Istilahnya refocusing. Kita akan fokus pada pengeluaran yang mendorong demand, yang mendorong supply, mendorong produksi, dan juga mendorong menciptakan kata pekerjaan,” jelas Wamenkeu Juda Agung di Bogor pada Jumat (29/5) menurut laporan resmi kemenkeu.go.id.
Langkah kedua adalah dengan memaksimalkan penerimaan negara melalui reformasi sistem perpajakan terbaru yang disebut Coretax. Sedangkan langkah ketiga adalah pembiayaan cerdas yang mengurangi ketergantungan pada mata uang dolar Amerika Serikat. Pemerintah kini lebih memilih menerbitkan surat utang dalam mata uang alternatif seperti Yen Jepang, Renminbi Tiongkok, hingga Dolar Australia.
Hasilnya, performa ekonomi pada kuartal pertama tahun ini tumbuh solid di angka 5,61 persen dengan inflasi yang sangat rendah di level 2,42 persen. “Jadi empat itu sebenarnya empat indikator pertumbuhan, inflasi, fiskal defisit, dan juga yield SBN ini, menentukan bagaimana fiskal kita masih kuat. Strategi kita yang kita ambil tadi, it works. Dia bekerja dengan baik,” pungkasnya di Bogor pada Jumat (29/5) via kemenkeu.go.id. (*)
Ketahanan energi pun diakui JP Morgan juga nggak kaleng-kaleng emang
0
27
Kutip
0
Balasan
Komentar yang asik ya
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan