- Beranda
- Komunitas
- Entertainment
- The Lounge
Kisah Joko Tarub
TS
cristal308
Kisah Joko Tarub
Joko Tarub: Pemuda Desa yang Penuh Akal Budi Tapi Mesum

KABAR DARI NEGERI TARUB – Di sebuah desa terpencil yang asri dan subur, hiduplah seorang pemuda bernama Joko Tarub. Ia bukan pemuda biasa. Walaupun hanya anak petani sederhana, penduduk desa mengenalnya sebagai sosok yang cerdas, cekatan, dan paling utama: penuh akal budi. Tubuhnya tegap, wajahnya tampan, namun yang paling menonjol adalah caranya berpikir yang tenang dan selalu punya jalan keluar dalam setiap masalah.
Kisah kehebatan akal pikiran Joko Tarub ini tercatat dalam legenda rakyat yang diceritakan turun-temurun, bermula dari sebuah kejadian di pinggir hutan desa.
Kejadian di Telaga Bening
Suatu sore yang cerah, Joko Tarub sedang berburu hewan hutan di pinggir hutan. Langkahnya terhenti ketika mendengar suara tawa riang perempuan yang terdengar begitu merdu dan indah. Dengan rasa penasaran dan hati-hati, ia mengintip dari balik rimbunan pohon besar.
Alangkah terkejutnya ia. Di sebuah telaga yang airnya jernih bagai kaca, ada tujuh bidadari cantik turun dari kayangan. Mereka sedang bersenang-senang, bercanda, dan mandi dengan gembira. Sayap dan pakaian kebangsawan mereka tertumpuk rapi di tepian telaga.

"Seven bidadari... Tidak boleh sembarangan aku bertindak," batin Joko Tarub. Ia ingat pesan orang tua dahulu: jika bertemu bidadari, jangan diganggu, tapi juga jangan sampai mereka kembali ke kayangan begitu saja jika ingin bertemu lagi.
Di sini akal Joko Tarub diuji. Ia sadar, bidadari tidak bisa tinggal di bumi tanpa pakaian kayangan mereka. Jika ia bertindak kasar atau menampakkan diri, para bidadari pasti akan langsung terbang pergi. Maka, dengan diam-diam, cerdik, dan penuh perhitungan, Joko Tarub mengendap-endap mendekati tepi telaga tanpa mengeluarkan suara sedikit pun. Tangannya lincah mengambil salah satu dari tujuh helai pakaian bidadari yang paling indah berwarna keemasan, lalu bersembunyi kembali di balik semak-semak. Ia tidak mengambil semua, hanya satu, agar sisanya tetap bisa pulang namun ada satu yang tertinggal.
Tindakan ini bukan niat jahat, melainkan cara cerdik Joko Tarub untuk membuka jalan takdirnya.
Dewi Wulan Tertinggal
Tak lama kemudian, matahari mulai terbenam. Tujuh bidadari itu bergegas keluar dari air, mengenakan pakaian mereka satu per satu, dan bersiap terbang kembali ke kayangan. Namun, salah satu di antara mereka tampak gelisah dan menangis tersedu-sedu. Ia adalah Dewi Wulan, bidadari termanis dan paling lembut hatinya.
"Aduhai... mana pakaianku? Hilang entah ke mana!" ratap Dewi Wulan.
Keenam saudaranya sudah lengkap pakaiannya. Mereka berusaha membantunya mencari, namun waktu kayangan tidak bisa ditunggu. "Maafkan kami Dewi Wulan, kami harus kembali sebelum pintu kayangan tertutup. Kamu harus bertahan di bumi sampai ada jalan pulang," kata mereka sedih, lalu terbang meninggalkan bumi.
Kini tinggallah Dewi Wulan sendirian di pinggir telaga, menangis di antara rimbunan hutan. Saat itulah, Joko Tarub keluar dari persembunyiannya dengan wajah sopan dan sikap hormat. Ia tidak langsung mengaku mengambil pakaian itu, melainkan mendekat dengan lembut.
"Siapa gerangan engkau, Nona Cantik, yang menangis sendirian di tempat sepi begini?" tanya Joko Tarub seolah tidak tahu apa-apa.
Dewi Wulan pun bercerita bahwa ia bidadari yang kehilangan pakaian kayangan, sehingga tidak bisa terbang pulang. Joko Tarub dengan cerdik menawarkan bantuan dan perlindungan. "Janganlah engkau bersedih. Di desaku, rumahku sederhana namun aman. Engkau boleh tinggal bersamaku sampai pakaianmu ditemukan kembali. Aku berjanji akan menjagamu seperti saudara sendiri."
Ucapan yang lembut dan niat yang tulus, ditambah dengan akal untuk menolong, membuat Dewi Wulan percaya sepenuhnya pada Joko Tarub. Ia pun mengikuti pemuda itu pulang ke desa Tarub.
Menjadi Istri dan Pasangan Hidup

Hari berganti hari, bulan berganti tahun. Joko Tarub merawat Dewi Wulan dengan sepenuh hati. Ia bekerja keras di ladang, berburu, dan memenuhi kebutuhan hidup mereka berdua. Kecerdikan dan akal budi Joko Tarub membuat kehidupan mereka di desa menjadi makmur dan dihormati warga. Lambat laun, benih-benih cinta tumbuh di hati Dewi Wulan. Ia sadar bahwa Joko Tarub adalah pemuda yang baik, setia, dan sangat cerdas—sosok pasangan hidup yang sempurna baginya.
Dewi Wulan pun akhirnya bersedia menjadi istri Joko Tarub. Mereka melangsungkan pernikahan yang sederhana namun sakral, disaksikan seluruh warga desa Tarub yang turut bergembira. Dari pernikahan itu, mereka dikaruniai seorang anak laki-laki bernama Nawang Wulan.
Rahasia pakaian kayangan yang disimpan Joko Tarub tetap terkunci rapat bertahun-tahun lamanya. Kecerdikan yang dilakukan pemuda itu di pinggir telaga dahulu ternyata menjadi awal dari kisah cinta abadi antara manusia dan bidadari, yang membuktikan bahwa akal budi dan ketulusan hati bisa menyatukan dua dunia yang berbeda.
Hingga kini, kisah Joko Tarub tetap dikenang sebagai bukti bahwa dengan akal yang jernih dan niat yang baik, seseorang bisa menggapai apa yang tampak mustahil sekalipun.
catatan penting:



Laporan: Pewarta Cerita Rakyat
Sumber: Legenda Nusantara

KABAR DARI NEGERI TARUB – Di sebuah desa terpencil yang asri dan subur, hiduplah seorang pemuda bernama Joko Tarub. Ia bukan pemuda biasa. Walaupun hanya anak petani sederhana, penduduk desa mengenalnya sebagai sosok yang cerdas, cekatan, dan paling utama: penuh akal budi. Tubuhnya tegap, wajahnya tampan, namun yang paling menonjol adalah caranya berpikir yang tenang dan selalu punya jalan keluar dalam setiap masalah.
Kisah kehebatan akal pikiran Joko Tarub ini tercatat dalam legenda rakyat yang diceritakan turun-temurun, bermula dari sebuah kejadian di pinggir hutan desa.
Kejadian di Telaga Bening
Suatu sore yang cerah, Joko Tarub sedang berburu hewan hutan di pinggir hutan. Langkahnya terhenti ketika mendengar suara tawa riang perempuan yang terdengar begitu merdu dan indah. Dengan rasa penasaran dan hati-hati, ia mengintip dari balik rimbunan pohon besar.
Alangkah terkejutnya ia. Di sebuah telaga yang airnya jernih bagai kaca, ada tujuh bidadari cantik turun dari kayangan. Mereka sedang bersenang-senang, bercanda, dan mandi dengan gembira. Sayap dan pakaian kebangsawan mereka tertumpuk rapi di tepian telaga.

"Seven bidadari... Tidak boleh sembarangan aku bertindak," batin Joko Tarub. Ia ingat pesan orang tua dahulu: jika bertemu bidadari, jangan diganggu, tapi juga jangan sampai mereka kembali ke kayangan begitu saja jika ingin bertemu lagi.
Di sini akal Joko Tarub diuji. Ia sadar, bidadari tidak bisa tinggal di bumi tanpa pakaian kayangan mereka. Jika ia bertindak kasar atau menampakkan diri, para bidadari pasti akan langsung terbang pergi. Maka, dengan diam-diam, cerdik, dan penuh perhitungan, Joko Tarub mengendap-endap mendekati tepi telaga tanpa mengeluarkan suara sedikit pun. Tangannya lincah mengambil salah satu dari tujuh helai pakaian bidadari yang paling indah berwarna keemasan, lalu bersembunyi kembali di balik semak-semak. Ia tidak mengambil semua, hanya satu, agar sisanya tetap bisa pulang namun ada satu yang tertinggal.
Tindakan ini bukan niat jahat, melainkan cara cerdik Joko Tarub untuk membuka jalan takdirnya.
Dewi Wulan Tertinggal
Tak lama kemudian, matahari mulai terbenam. Tujuh bidadari itu bergegas keluar dari air, mengenakan pakaian mereka satu per satu, dan bersiap terbang kembali ke kayangan. Namun, salah satu di antara mereka tampak gelisah dan menangis tersedu-sedu. Ia adalah Dewi Wulan, bidadari termanis dan paling lembut hatinya.
"Aduhai... mana pakaianku? Hilang entah ke mana!" ratap Dewi Wulan.
Keenam saudaranya sudah lengkap pakaiannya. Mereka berusaha membantunya mencari, namun waktu kayangan tidak bisa ditunggu. "Maafkan kami Dewi Wulan, kami harus kembali sebelum pintu kayangan tertutup. Kamu harus bertahan di bumi sampai ada jalan pulang," kata mereka sedih, lalu terbang meninggalkan bumi.
Kini tinggallah Dewi Wulan sendirian di pinggir telaga, menangis di antara rimbunan hutan. Saat itulah, Joko Tarub keluar dari persembunyiannya dengan wajah sopan dan sikap hormat. Ia tidak langsung mengaku mengambil pakaian itu, melainkan mendekat dengan lembut.
"Siapa gerangan engkau, Nona Cantik, yang menangis sendirian di tempat sepi begini?" tanya Joko Tarub seolah tidak tahu apa-apa.
Dewi Wulan pun bercerita bahwa ia bidadari yang kehilangan pakaian kayangan, sehingga tidak bisa terbang pulang. Joko Tarub dengan cerdik menawarkan bantuan dan perlindungan. "Janganlah engkau bersedih. Di desaku, rumahku sederhana namun aman. Engkau boleh tinggal bersamaku sampai pakaianmu ditemukan kembali. Aku berjanji akan menjagamu seperti saudara sendiri."
Ucapan yang lembut dan niat yang tulus, ditambah dengan akal untuk menolong, membuat Dewi Wulan percaya sepenuhnya pada Joko Tarub. Ia pun mengikuti pemuda itu pulang ke desa Tarub.
Menjadi Istri dan Pasangan Hidup

Hari berganti hari, bulan berganti tahun. Joko Tarub merawat Dewi Wulan dengan sepenuh hati. Ia bekerja keras di ladang, berburu, dan memenuhi kebutuhan hidup mereka berdua. Kecerdikan dan akal budi Joko Tarub membuat kehidupan mereka di desa menjadi makmur dan dihormati warga. Lambat laun, benih-benih cinta tumbuh di hati Dewi Wulan. Ia sadar bahwa Joko Tarub adalah pemuda yang baik, setia, dan sangat cerdas—sosok pasangan hidup yang sempurna baginya.
Dewi Wulan pun akhirnya bersedia menjadi istri Joko Tarub. Mereka melangsungkan pernikahan yang sederhana namun sakral, disaksikan seluruh warga desa Tarub yang turut bergembira. Dari pernikahan itu, mereka dikaruniai seorang anak laki-laki bernama Nawang Wulan.
Rahasia pakaian kayangan yang disimpan Joko Tarub tetap terkunci rapat bertahun-tahun lamanya. Kecerdikan yang dilakukan pemuda itu di pinggir telaga dahulu ternyata menjadi awal dari kisah cinta abadi antara manusia dan bidadari, yang membuktikan bahwa akal budi dan ketulusan hati bisa menyatukan dua dunia yang berbeda.
Hingga kini, kisah Joko Tarub tetap dikenang sebagai bukti bahwa dengan akal yang jernih dan niat yang baik, seseorang bisa menggapai apa yang tampak mustahil sekalipun.
catatan penting:




Laporan: Pewarta Cerita Rakyat
Sumber: Legenda Nusantara
0
69
2
Komentar yang asik ya
Urutan
Terbaru
Terlama
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan