Kaskus

News

jaguarxj220Avatar border
TS
jaguarxj220
Risiko Residential Outflow, DPR Minta Pemerintah dan BI Jaga Kepercayaan Investor
ANGGOTA Komisi XI DPR RI Amin AK mengingatkan Bank Indonesia (BI) dan Kementerian Keuangan untuk mencermati potensi meningkatnya fenomena residential outflow. Hal itu dikhawatirkan berdampak terhadap stabilitas ekonomi nasional. Amin menjelaskan, fenomena residential outflow merujuk pada kecenderungan masyarakat atau pelaku ekonomi dalam negeri memindahkan sebagian aset dan dananya ke luar negeri.

Menurutnya, selama ini perhatian publik dan pembuat kebijakan lebih banyak tertuju pada foreign capital outflow, yaitu keluarnya dana investor asing dari pasar keuangan domestik. Padahal, kata Amin, terdapat perkembangan lain yang tidak kalah penting untuk diawasi. Ialah perubahan perilaku investor domestik yang mulai melakukan diversifikasi aset ke instrumen investasi luar negeri.

Keluarnya modal asing sering kali dipengaruhi oleh faktor eksternal seperti perubahan kebijakan suku bunga global, ketegangan geopolitik, maupun perlambatan ekonomi dunia. Namun, lanjut Amin, jika pelaku ekonomi dalam negeri mulai mengurangi investasi di Indonesia dan lebih memilih menempatkan dananya di luar negeri, maka kondisi tersebut dapat menjadi indikator menurunnya tingkat kepercayaan terhadap prospek ekonomi nasional.

“Ketika investor domestik mulai memindahkan asetnya ke luar negeri, persoalannya bukan lagi sekadar dinamika pasar keuangan, tetapi juga menyangkut persepsi terhadap masa depan perekonomian Indonesia. Karena itu, fenomena ini perlu menjadi perhatian serius,” ungkap politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu dalam keterangan yang dikutip, Sabtu (30/5).

Peringatan tersebut disampaikan berdasarkan perkembangan sektor eksternal Indonesia yang menunjukkan tekanan cukup besar pada awal 2026. Data Bank Indonesia mencatat Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) triwulan I 2026 mengalami defisit sebesar US$9,1 miliar. Angka tersebut berbalik dari posisi surplus sebesar US$6,1 miliar pada triwulan IV 2025.

Selain itu, transaksi berjalan juga mengalami defisit sebesar US$4 miliar atau sekitar 1,1% dari produk domestik bruto (PDB). Pada saat yang sama, transaksi modal dan finansial yang sebelumnya berada pada posisi surplus turut berbalik menjadi defisit. Amin menilai kondisi tersebut menunjukkan adanya tekanan yang semakin besar terhadap sektor eksternal dan arus modal Indonesia. Meski demikian, ia menegaskan bahwa data tersebut tidak dapat langsung diartikan sebagai terjadinya capital flight atau pelarian modal dalam skala besar.

“Namun, perkembangan tersebut tetap perlu dipelajari lebih lanjut karena dapat menjadi indikasi meningkatnya penempatan aset masyarakat Indonesia di luar negeri,” jelasnya.

Menurut Amin, langkah yang perlu dilakukan saat ini adalah memperkuat transparansi data dan memperdalam analisis terhadap struktur arus modal yang keluar maupun masuk ke Indonesia.

“Dengan demikian, pemerintah dan otoritas moneter dapat mengetahui secara lebih jelas apakah tekanan yang terjadi murni disebabkan faktor global atau juga dipengaruhi oleh perubahan preferensi investasi pelaku ekonomi domestik,” katanya.

https://mediaindonesia.com/ekonomi/8...estor-domestik

Bukannya sudah sesuai Arahan Bapak Presiden.
Yang mau kabur, silahkan kabur aja.

Uangnya dulu dibawa kabur, ntar orangnya mungkin nyusul kan bisa..
emoticon-Leh Uga

superman313Avatar border
saya.palsuAvatar border
saya.palsu dan superman313 memberi reputasi
2
557
4
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Urutan
Terbaru
Terlama
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan