Kaskus

News

medievalistAvatar border
TS
medievalist
Ada Pihak Asing di Balik Pesta Babi, Upaya Sistematis Gagalkan PSN di Papua Selatan
Ada Pihak Asing di Balik "Pesta Babi", Upaya Sistematis Gagalkan PSN di Papua Selatan

Kamis, 28 Mei 2026 - 23:52 WIB

Ada Pihak Asing di Balik Pesta Babi, Upaya Sistematis Gagalkan PSN di Papua Selatan
Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) Iwan Setiawan. (Foto: IPR)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Ukuran Font
KecilBesar
Film dokumenter "Pesta Babi” karya Dandhy Laksono dan Cypri Paju Dale yang disebut-sebut ditunggangi atau didanai pihak asing bukan asal tudingan. Hal tersebut dikuatkan dengan pernyataan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Maruli Simanjuntak yang menyinggung pendanaan film yang berisi narası negatif terhadap pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN) lumbung pangan (food estate) di Papua Selatan itu.
Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR), Iwan Setiawan menilai ada upaya yang sistematis untuk menggagalkan PSN cetak sawah satu juta hektare di Wanam, Merauke, Papua Selatan melalui film "Pesta Babi" yang belakang santer disebut didanai pihak asing.
"Kalau memang benar pihak asing ada di balik film Pesta Babi, dan membiayai produksi film tersebut, maka menurut saya ini merupakan upaya sistematis ingin menggagalkan PSN cetak sawah satu juta hektare di Wanam," jelas Iwan kepada Inilah.com di Jakarta, dikutip Kamis (26/5/2026).
Ia menduga tujuan besarnya adalah tentu saja tidak ingin Indonesia swasembada pangan, sehingga Indonesia harus terus-menerus bergantung pada impor, khususnya impor beras.
"Asing menginginkan Indonesia tetap menjadi negara konsumen, bukan produsen di bidang pangan. Makanya kalau kita lihat film  pesta babi itu mayoritas isinya framing negatif terhadap pemerintah," ungkapnya.
Baca Juga:
Kaus Oblong dari Batulicin dan Narasi tentang PSN Papua Selatan

Lebih jauh dia menjelaskan bila ditelisik, sejak awal dilantik sebagai Presiden, Prabowo Subianto langsung menaruh perhatian khusus terhadap bidang pangan dan energi. Kebijakan Presiden yang berlandaskan pada tujuan agar Indonesia swasembada pangan dan energi ini, kata Iwan, yang membuat pihak asing dan juga sekelompok pihak di dalam negeri ketar-ketir.
"Kebijakan baru-baru ini yang terkait dengan ekspor satu pintu pun, merupakan turunan dari pikiran besar Presiden Prabowo tersebut," ujarnya menerangkan.
Pertanyakan Pendanaan Film Pesta Babi
Sebelumnya, KSAD Maruli mempertanyakan pendanaan film tersebut. “Sekarang permasalahannya, orang sampai membuat video bagaimana ceritanya seperti ini, segala macam, duitnya dari mana? Itu coba saja, ya, kan. Sampai datang ke sana, bikin video. Terbang sini, terbang sana. Orang berduit lah,” kata Maruli.
Ia tidak memberikan penjelasan lebih jauh mengenai adanya pihak asing yang mendanai film tersebut ketika ditanya lebih lanjut. Maruli menyebut pertanyaan mengenai pendanaan bukan berasal darinya secara langsung. “Kan Anda yang bilang ada yang mendanai loh, bukan saya,” ucap Maruli disertai tertawa.
Baca Juga:
Kemendagri Pastikan Kepala Daerah Kawal PSN Sekaligus Gali Potensi Lokal

Diketahui, isu mengenai adanya pihak asing di balik film Pesta Babi mencuat ketika netizen mulai menelisik sumber pendanaan film kontroversial ini.
Salah satunya melalui akun Threads @Izin_berpendapat, yang mempertanyakan adanya propaganda di balik film ini, apalagi adanya dana yang diberikan oleh miliarder Amerika Serikat (AS) George Soros ke Kurawal Foundation.
"Film Pesta Babi ini propaganda jahat enggak sih? Keberpihakan ke masyarakat adat bagus, tapi sumber dananya dari Kurawal Foundation. Kurawal dananya dari George Soros (Open Society Foundation), dengan spesifik US$300.000 disiapin khusus isu Papua, dan outcome dalam proposalnya menyasar gen Z, gen Alpha plus tidak terpilihnya Prabowo di 2029, politik banget," tulis akun tersebut, dikutip Kamis (28/5/2026).
Adapun berdasarkan informasi yang dihimpun Inilah.com dari berbagai sumber, pendukung dana film Pesta Babi di antaranya, yaitu Kurawal Foundation dan Watchdoc Media Mandiri, yang disebut-sebut menerima dana dari jaringan Open Society Foundations (OSF) milik investor asal AS, George Soros.

https://www.inilah.com/ada-pihak-asi...-papua-selatan

Haha
Sudah kuduga
Konstipasi sembelit remason laminating wahyudi

0
148
3
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Urutan
Terbaru
Terlama
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan