- Beranda
- Komunitas
- Story
- Heart to Heart
[KISAH NYATA] Puji Tuhan Gue Ditegur Lewat Mimpi Gan!!
TS
aurora..
[KISAH NYATA] Puji Tuhan Gue Ditegur Lewat Mimpi Gan!!
Hai semuanya, Shalom Aleichem!
Selamat pagi GanSist semuanya!

Thread sebelumnya: Gue Ingin Terbebas Dari Suatu Adiksi Yang Tidak Biasa
Thread ini Miss Rora tulis dengan bahasa yang serius, karena memang pengalaman yang gue alami semalam cukup bikin gue berpikir panjang. Ini bukan cerita horor, bukan cerita mistis, dan bukan juga karangan dramatis untuk cari sensasi. Miss Rora hanya ingin cerita pengalaman pribadi yang menurut gue cukup penting buat direnungkan, terutama soal kesehatan mental, kebiasaan digital, dan rasa bersalah yang kadang kita tekan terus-menerus sampai akhirnya muncul dalam mimpi.
Miss Rora cewek, umur 26 tahun, masih lajang, dan selama ini termasuk orang yang cukup rajin ke gereja. Miss Rora bukan orang sempurna, jelas banyak salahnya. Namun, selama ini gue selalu merasa dosa terbesar itu identik dengan hal-hal yang umum dibahas orang, misalnya pornografi, judol, narkoba, dan sebagainya. Gue merasa kalau diri gue “aman-aman saja”, karena tidak melakukan hal-hal itu.
Namun, ternyata ada satu kebiasaan buruk yang selama ini gue selalu anggap nggak berdosa, yaitu suka menyimpan konten gore di ponsel. Bukan untuk disebarkan. Bukan untuk konsumsi publik. Gue juga bukan orang yang suka melakukan kekerasan. Namun, entah mengapa, sejak beberapa tahun lalu gue sering menyimpan video atau foto kecelakaan ekstrem, cedera berat, korban pembacokan, dan sejenisnya. Awalnya cuma rasa penasaran, lama-lama jadi kebiasaan.
Kalau lihat berita kecelakaan, gue cari versi lengkapnya. Kalau ada video pembacokan, gue simpan. Terkadang, gue bilang ke diri sendiri, “Ini buat edukasi medis,” padahal sebenarnya tidak juga. Gue bukan dokter, hanya anak farmasi. Sebagian besarnya hanya karena rasa penasaran gue sendiri terhadap sesuatu yang ekstrem.
Dan jujur saja, lama-lama hati gue jadi terasa aneh. Terkadang, setelah lihat video penusukan, gue jadi susah tidur. Terkadang, pas makan jadi kepikiran adegannya. Namun, anehnya hal itu tetap terulang lagi, seolah otak selalu mencari sensasi ketakutan terus-menerus.
Sampai akhirnya, tadi malam, tanggal 29 Mei 2026, Miss Rora mengalami mimpi yang menurut gue sangat menegur. Di mimpi itu, situasinya terasa sangat nyata. Miss Rora lagi di rumah. Ponsel gue tiba-tiba dibuka emak gue. Awalnya biasa saja, tetapi beberapa detik kemudian ekspresi wajah beliau berubah total. Beliau membuka galeri ponsel gue dan menemukan folder yang isinya konten gore yang selama ini gue simpan.
Dalam mimpi itu, emak gue marah besar. Bukan marah biasa, melainkan benar-benar kecewa.
Beliau bilang kira-kira seperti ini.
“Kamu rajin ke gereja, tapi kenapa kamu simpan hal-hal beginian?! Kamu pikir Tuhan nggak marah lihat beginian terus?!”
Miss Rora di mimpi itu langsung panik luar biasa. Rasa malu, takut, dan bersalah bercampur jadi satu. Miss Rora berusaha membela diri dengan bilang kalau itu cuma rasa penasaran dan tidak disebarkan ke orang lain.
Namun, emak gue semakin marah. Beliau bahkan melakukan kekerasan fisik dalam mimpi itu. Gue dijerat pakai ikat pinggang, dicakar, dipaksa duduk, lalu dipaksa mengaku kalau selama ini gue memang salah. Suasana mimpi itu benar-benar menekan secara emosional. Yang paling bikin gue merinding, di mimpi itu emak gue bilang begini.
“Jangan pergi ke gereja kalau diam-diam menikmati hal beginian!!”
Kalimat itu masih teringat jelas sampai sekarang.
Terus, di mimpi itu gue dipaksa berdoa dan meminta ampun kepada Tuhan sambil nangis.
Dan di titik itu, gue mulai bangun.
Pas bangun, jantung gue berdegup kencang banget. Tangan dingin. Napas berat. Selama beberapa detik gue sampai bingung, apakah itu nyata atau tidak. Gue langsung cek ponsel sendiri karena saking realistisnya mimpi itu.
Untungnya, semua itu hanya mimpi. Emak gue tidur seperti biasa di kamar lain dan tidak terjadi apa-apa di dunia nyata.
Namun, jujur saja Gan, setelah beberapa menit, gue malah bersyukur. Mengapa? Sebab, mimpi itu seperti tamparan keras buat Miss Rora. Terkadang, manusia terlalu fokus menghindari dosa-dosa yang kelihatan besar di mata sosial (misalnya pornografi), sampai lupa bahwa apa yang dikonsumsi mata dan pikiran setiap hari juga memengaruhi kondisi spiritual. Gue sadar, selama ini hati gue mulai kebal terhadap penderitaan orang lain.
Konten gore itu sering dianggap “cuma video”. Namun, sebenarnya banyak penelitian menunjukkan bahwa paparan kekerasan visual berulang dapat memengaruhi emosi, empati, dan respons psikologis seseorang.
Menurut penelitian dari American Psychological Association, paparan kekerasan visual secara berulang dapat menyebabkan desensitisasi emosional, yaitu kondisi ketika seseorang menjadi lebih kebal atau kurang peka terhadap penderitaan dan kekerasan di dunia nyata (APA, 2015).
Selain itu, penelitian dari Bushman dan Anderson juga menjelaskan bahwa konsumsi media kekerasan yang terus-menerus dapat memengaruhi pola pikir agresif, emosi, dan sensitivitas sosial seseorang (Bushman & Anderson, 2001).
Yang bikin Miss Rora semakin berpikir, ternyata otak manusia juga bisa membawa rasa bersalah dan tekanan moral ke dalam mimpi. Dalam ilmu psikologi tidur, mimpi sering dikaitkan dengan proses pengolahan emosi dan konflik batin.
Penelitian dari Matthew Walker, profesor neurosains dan psikologi dari University of California Berkeley, menjelaskan bahwa tidur REM berperan dalam pemrosesan emosi dan pengalaman psikologis manusia (Walker, 2017). Artinya, bisa jadi selama ini sebenarnya hati kecil gue memang merasa tidak nyaman dengan kebiasaan itu, tetapi gue tekan terus dengan alasan “aman-aman saja”. Padahal, hati manusia tidak bisa dibohongi terus-menerus.
Setelah bangun tadi pagi, gue langsung hapus semua konten gore yang masih tersimpan di ponsel. Jumlahnya ternyata lumayan banyak. Gue sampai kaget sendiri pas lihat folder-folder lama. Dan setelah dihapus, jujur saja gue rasanya lega.
Gue juga mulai berpikir, bahwa internet sekarang memang membuat manusia sangat mudah mengakses hal penuh darah. Dulu, orang mungkin harus datang langsung ke TKP untuk melihat kekerasan. Sekarang, cukup buka internet beberapa menit saja.
Masalahnya, otak manusia sebenarnya tidak dirancang untuk menerima paparan kekerasan ekstrem terus-menerus setiap hari, apalagi kalau sampai disimpan dan ditonton ulang. Kadang, kita merasa diri kuat mental karena bisa lihat hal sadis tanpa takut. Padahal, bisa jadi itu tanda empati kita mulai menurun.
Miss Rora nggak bilang kalau semua orang yang suka lihat konten gore pasti kejam. Bukan begitu. Banyak orang awalnya memang karena rasa penasaran. Ada juga mahasiswa medis atau forensik yang punya kebutuhan perkuliahan tertentu. Namun, kalau sudah jadi konsumsi rutin untuk hiburan atau sensasi, menurut gue itu mulai berbahaya.
Thread ini bukan untuk menggurui siapa pun. Miss Rora juga masih banyak salah. Namun, pengalaman mimpi tadi malam benar-benar bikin gue sadar kalau kehidupan digital juga bagian dari kehidupan moral manusia. Apa yang kita simpan diam-diam di ponsel, tetap memengaruhi pikiran kita. Apa yang kita konsumsi setiap hari, lama-lama membentuk hati kita. Dan kadang, teguran itu datang dengan cara yang tidak disangka-sangka, termasuk lewat mimpi yang sangat emosional.
Gue pribadi sekarang memilih berhenti menyimpan konten begituan. Kalau ada berita kecelakaan atau kriminal, Miss Rora cukup baca informasi seperlunya tanpa mencari versi paling sadisnya.
Sebab, ternyata rasa penasaran manusia juga perlu dibatasi supaya jangan melanggar moral.
Sekian thread dari Miss Rora, semoga ada pelajaran yang bisa diambil
. Terima kasih sudah membaca sampai habis
. Quote:
@multimedia.ptrt @sahabat.006 @riodgarp
Diubah oleh aurora.. 30-05-2026 14:15
nobodysnafkin dan 4 lainnya memberi reputasi
5
97
3
Komentar yang asik ya
Urutan
Terbaru
Terlama
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan
![[KISAH NYATA] Puji Tuhan Gue Ditegur Lewat Mimpi Gan!!](https://s.kaskus.id/images/2026/05/29/9481769_20260529083540.jpg)