Kaskus

News

jaguarxj220Avatar border
TS
jaguarxj220
Rupiah Melemah, Ekonom Soroti Kepercayaan Investor
Bloomberg Technoz, Jakarta - Ekonom Digital Center of Economic and Law Studies (Celios), Nailul Huda menilai pelemahan rupiah hingga sempat menyentuh level Rp17.892 per dolar Amerika Serikat tidak lepas dari menurunnya kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi Indonesia dan pengelolaan kebijakan pemerintah.

Menurut Huda, investor akan selalu bertindak rasional dalam menempatkan dananya. Mereka mempertimbangkan proyeksi keuntungan serta risiko sebelum memutuskan berinvestasi di suatu negara.

“Jika persepsi mereka buruk akan kondisi ekonomi Indonesia, maka secara rasional investasi mereka akan keluar dari Indonesia,” kata Huda, kepada Bloomberg Technoz, Kamis (28/5/2026).

Ia menjelaskan, investor tidak hanya mengacu pada pernyataan pemerintah mengenai fundamental ekonomi nasional. Investor juga mempertimbangkan laporan lembaga internasional, lembaga pemeringkat, hingga berbagai opini lain sebelum mengambil keputusan investasi.

Huda menilai sejumlah faktor yang menjadi perhatian investor saat ini antara lain melemahnya daya beli masyarakat, pengelolaan fiskal yang dinilai tidak prudent, hingga kebijakan yang dianggap memberatkan dunia usaha, seperti ekspor satu pintu.

“Investor memandang kebijakan-kebijakan pemerintah sebagai sesuatu yang negatif bagi dunia usaha,” ujarnya.

Ia mengatakan kondisi tersebut terlihat dari melemahnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) saat pengumuman PT DSI, yang kemudian diikuti arus modal keluar atau capital outflow sehingga menekan nilai tukar rupiah.

Menurut Huda, langkah Bank Indonesia yang telah menggelontorkan dana hingga US$10 miliar juga belum mampu menjinakkan penguatan dolar AS. Sementara itu, kebijakan pembatasan penukaran dolar AS dinilai hanya berdampak pada masyarakat domestik dan tidak dapat menahan investor asing keluar dari pasar Indonesia.

“Kenaikan BI rate pun mempunyai lag dan menunggu reaksi dari SBN untuk bisa membawa masuk dolar AS ke dalam negeri,” katanya.

Selain faktor moneter, Huda juga menyoroti belum kuatnya kepercayaan investor terhadap pengelolaan fiskal pemerintah. Ia menyebut rencana efisiensi anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) sempat dipandang positif, namun munculnya bantahan dari Badan Gizi Nasional (BGN) justru memunculkan kebingungan di kalangan investor.

“Investor semakin bingung akan koordinasi kebijakan. Ini juga harus diperbaiki ke depan untuk mendapatkan kepercayaan investor,” ujar Huda.

Melansir data Bloomberg, rupiah sempat menyentuh Rp17.892 per dolar AS pada perdagangan luar negeri pada pukul 23.59 WIB. Namun, mata uang Garuda ditutup di level Rp17.886 per dolar AS atau melemah 0,25%.

Sementara itu pada perdagangan Non-Deliverable Forward (NDF), Kamis (28/5/2026), rupiah dibuka stagnan sebelum bergerak menguat tipis 0,22% ke posisi Rp17.846 per dolar AS pada pukul 06.02 WIB.

Adapun pada penutupan perdagangan terakhir sebelum libur Idul Adha, Selasa (26/5/2026), rupiah ditutup di level Rp17.789 per dolar AS, yang menjadi posisi terlemah sepanjang sejarah.

https://www.bloombergtechnoz.com/det...yaan-investor/

Kalau kepercayaan Investor luntur, pilihannya:
1. Menaikkan bunga.
2. Kurangi pengeluaran.
3. Biarin aja mereka kabur.

Tinggal dipilih, mudah bukan?

tabraklari81223Avatar border
saya.palsuAvatar border
saya.palsu dan tabraklari81223 memberi reputasi
2
742
10
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Urutan
Terbaru
Terlama
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan