- Beranda
- Komunitas
- News
- Berita dan Politik
Malaysia nilai aturan ekspor baru RI bisa hambat pasokan
TS
aleksandronesta
Malaysia nilai aturan ekspor baru RI bisa hambat pasokan
Quote:
Malaysia nilai aturan ekspor baru RI bisa hambat pasokan
Dhika Priambodo
26 Mei 2026 pukul 11.00
Saluran WhatsApp

Malaysia khawatir aturan ekspor RI picu gangguan pasokan dan harga CPO.
KUALA LUMPUR - Industri kelapa sawit Malaysia khawatir rencana Indonesia memusatkan ekspor komoditas utama, termasuk minyak sawit, dapat mengganggu arus ekspor sementara dan menekan sentimen pasar selama masa transisi.
Indonesia, produsen dan eksportir minyak sawit terbesar dunia, pada Rabu mengumumkan pembentukan eksportir tunggal untuk komoditas utama seperti minyak sawit, batu bara, dan feroaloi guna memperketat pengawasan penerimaan pajak serta devisa.
Seperti dikutip BUSINESS RECORDER, Dewan Minyak Sawit Malaysia (MPOB) menyatakan kebijakan tersebut diperkirakan tidak akan berdampak langsung terhadap produksi minyak sawit.
Namun, pasar kemungkinan memerlukan waktu untuk menyesuaikan diri dengan prosedur ekspor baru.
MPOB menilai keterlambatan administrasi atau ketidakpastian dalam penerapan aturan baru dapat berdampak jangka pendek terhadap pengiriman dan sentimen perdagangan.
Meski demikian, faktor harga, keandalan, dan kualitas dinilai tetap menjadi penentu utama pasar.
“Sebagian pembeli mungkin juga meninjau kembali strategi pasokan mereka untuk memastikan kelangsungan suplai, yang merupakan respons normal terhadap perubahan administratif atau logistik,” tulis MPOB.
Chief Executive Malaysian Palm Oil Association, Roslin Azmy Hassan, mengatakan perubahan sistem ekspor Indonesia berpotensi memicu ketidakpastian di kalangan pembeli dan pedagang, terutama pada tahap awal implementasi.
Menurut dia, kekhawatiran utama adalah apakah mekanisme baru tersebut dapat memengaruhi efisiensi dan kecepatan ekspor, yang berpotensi memperketat pasokan sementara dan meningkatkan volatilitas harga.
Roslin menambahkan permintaan minyak sawit global diperkirakan tetap kuat karena komoditas tersebut masih menjadi minyak nabati yang kompetitif di pasar dunia.
Namun, pembeli bisa mulai mendiversifikasi sumber pasokan jika khawatir terhadap potensi gangguan atau keterlambatan.
Malaysia, sebagai produsen minyak sawit terbesar kedua dunia, dinilai berpotensi mendapat keuntungan apabila pembeli melihat pasokannya lebih stabil dan dapat diprediksi selama periode transisi tersebut.
“Malaysia memiliki sistem ekspor yang mapan dan berbasis pasar, sehingga dapat memberikan keuntungan jika pembeli mencari sumber pasokan alternatif atau tambahan,” ujar Roslin. (DK)
Kenapa malah gelisah harusnya ini momentum tepat Malaysia jadi produsen sawit terbesar di dunia

Quote:
Original Posted By jaguarxj220►Dengar2 sih, pembeli LN udah mau mengalihkan suplai dari Indonesia ke Malaysia.
Makin gacor lah export Malaysia.
Silahkan dinikmati sendiri aja sawit, batubara, nikelnya.
Dikunyah batubaranya, minum sawitnya..
Makin gacor lah export Malaysia.
Silahkan dinikmati sendiri aja sawit, batubara, nikelnya.
Dikunyah batubaranya, minum sawitnya..
pheeroni memberi reputasi
1
172
Kutip
16
Balasan
Komentar yang asik ya
Urutan
Terbaru
Terlama
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan