- Beranda
- Komunitas
- News
- Berita dan Politik
GOTO Berisiko Didepak dari MSCI Buntut Likuiditas Seret
TS
jaguarxj220
GOTO Berisiko Didepak dari MSCI Buntut Likuiditas Seret
Bloomberg Technoz, Jakarta - Penyedia indeks global MSCI menyoroti rendahnya likuiditas saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO).
MSCI mewanti-wanti akan mendepak GOTO dari indeks bergengsi itu apabila kondisi likuiditas yang minim itu berlanjut sampai tinjauan indeks Agustus 2026 mendatang.
Tinjauan ulang nanti akan sejalan dengan metodologi MSCI Global Investable Market Indexes.
“Sebagai bagian dari tinjauan indeks Agustus 2026 dan akan menghapus GOTO apabila gagal memenuhi persyaratan likuiditas yang relevan pada saat itu,” dikutip dari pengumuman resmi MSCI, Rabu (27/5/2026).
MSCI belakangan mengidentifikasi persoalan likuiditas saham GOTO yang seret itu sejak penutupan perdagangan 13 Mei 2026.
Saat itu, saham GOTO diperdagangkan pada harga minimum di level Rp50 per saham sampai penutupan perdagangan Selasa (26/5/2026).
“Karena adanya potensi masalah replikasi indeks yang terkait dengan sangat rendahnya likuiditas GOTO akibat perdagangan pada harga minimum yang dapat diperdagangkan sebesar Rp50,” tulis MSCI dalam pengumumannya.
Di sisi lain, MSCI membekukan rebalancing untuk saham GOTO pada tinjauan Mei 2026 yang akan berlaku efektif 1 Juni pada 2026.
Pembekuan itu berkaitan dengan jumlah saham atau number of shares (NOS), faktor kepemilikan asing atau foreign inclusion factor (FIF), pembatas bobot (constraint factor), dan tidak ada penghapusan atau inklusi saham ke dalam indeks.
Dengan demikian, saham GOTO tetap berada pada MSCI Global Standard Index sampai tinjauan ulang Agustus 2026.
Tim riset MNC Sekuritas menilai wanti-wanti MSCI belakangan terhadap saham GOTO disebabkan karena investor institusi atau investor asing kesulitan untuk melakukan transaksi normal di pasar.
“Likuiditas yang rendah membuat investor institusi atau asing kesulitan untuk melakukan transaksi normal di pasar,” dikutip dari komentar MNC Sekuritas.
Bloomberg Technoz telah menghubungi tim komunikasi GOTO terkait dengan pengumuman MSCI tersebut. Hanya saja, permohonan konfirmasi belum ditanggapi sampai berita tayang.
Permohonan konfirmasi yang sama juga diajukan ke Penjabat Sementara (Pjs) Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Jeffrey Hendrik. Hanya saja, Jeffrey belum memberi tanggapan sampai berita tayang.
https://www.bloombergtechnoz.com/det...uiditas-seret/
Lagian kok bisa2nya saham gocap-an begini masuk MSCI..
Tapi bagaimana ya kalau tiba2 GOTO bangkrut.
Jutaan ojol mendadak nganggur.
MSCI mewanti-wanti akan mendepak GOTO dari indeks bergengsi itu apabila kondisi likuiditas yang minim itu berlanjut sampai tinjauan indeks Agustus 2026 mendatang.
Tinjauan ulang nanti akan sejalan dengan metodologi MSCI Global Investable Market Indexes.
“Sebagai bagian dari tinjauan indeks Agustus 2026 dan akan menghapus GOTO apabila gagal memenuhi persyaratan likuiditas yang relevan pada saat itu,” dikutip dari pengumuman resmi MSCI, Rabu (27/5/2026).
MSCI belakangan mengidentifikasi persoalan likuiditas saham GOTO yang seret itu sejak penutupan perdagangan 13 Mei 2026.
Saat itu, saham GOTO diperdagangkan pada harga minimum di level Rp50 per saham sampai penutupan perdagangan Selasa (26/5/2026).
“Karena adanya potensi masalah replikasi indeks yang terkait dengan sangat rendahnya likuiditas GOTO akibat perdagangan pada harga minimum yang dapat diperdagangkan sebesar Rp50,” tulis MSCI dalam pengumumannya.
Di sisi lain, MSCI membekukan rebalancing untuk saham GOTO pada tinjauan Mei 2026 yang akan berlaku efektif 1 Juni pada 2026.
Pembekuan itu berkaitan dengan jumlah saham atau number of shares (NOS), faktor kepemilikan asing atau foreign inclusion factor (FIF), pembatas bobot (constraint factor), dan tidak ada penghapusan atau inklusi saham ke dalam indeks.
Dengan demikian, saham GOTO tetap berada pada MSCI Global Standard Index sampai tinjauan ulang Agustus 2026.
Tim riset MNC Sekuritas menilai wanti-wanti MSCI belakangan terhadap saham GOTO disebabkan karena investor institusi atau investor asing kesulitan untuk melakukan transaksi normal di pasar.
“Likuiditas yang rendah membuat investor institusi atau asing kesulitan untuk melakukan transaksi normal di pasar,” dikutip dari komentar MNC Sekuritas.
Bloomberg Technoz telah menghubungi tim komunikasi GOTO terkait dengan pengumuman MSCI tersebut. Hanya saja, permohonan konfirmasi belum ditanggapi sampai berita tayang.
Permohonan konfirmasi yang sama juga diajukan ke Penjabat Sementara (Pjs) Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Jeffrey Hendrik. Hanya saja, Jeffrey belum memberi tanggapan sampai berita tayang.
https://www.bloombergtechnoz.com/det...uiditas-seret/
Lagian kok bisa2nya saham gocap-an begini masuk MSCI..
Tapi bagaimana ya kalau tiba2 GOTO bangkrut.
Jutaan ojol mendadak nganggur.
indent.smk dan 2 lainnya memberi reputasi
3
717
14
Komentar yang asik ya
Urutan
Terbaru
Terlama
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan