- Beranda
- Komunitas
- News
- Berita dan Politik
Wisatawan Asal Swiss Jadi Mualaf di Tetebatu saat Penutupan TC MTQ NTB
TS
aleksandronesta
Wisatawan Asal Swiss Jadi Mualaf di Tetebatu saat Penutupan TC MTQ NTB
Quote:
Wisatawan Asal Swiss Jadi Mualaf di Tetebatu saat Penutupan TC MTQ NTB
ByM. Deni Zarwandi
Mei 26, 2026
X

Wisatawan asal Swiss saat menjalani proses mualaf. (Inside Lombok/ Denz).
Lombok Timur (Inside Lombok) – Seorang wisatawan perempuan asal Swiss bernama Moana resmi memeluk agama Islam di sela penutupan Training Center (TC) Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-31 tingkat Provinsi NTB di kawasan wisata Tetebatu, Kecamatan Sikur, Senin (25/5/2026). Prosesi pengucapan dua kalimat syahadat berlangsung di hadapan peserta dan pengurus MTQ serta disaksikan ribuan kafilah dan tamu undangan.
Prosesi syahadat dipandu langsung Sekretaris Daerah Lombok Timur, Muhammad Juaini Taofik, bersama Ketua Komisi Fatwa TC MTQ XXXI, TGH Ayudin Nuruddin. Setelah resmi menjadi mualaf, Moana memilih nama Islam Siti Suraida.
Usai memeluk Islam, Siti Suraida mengaku keputusan tersebut lahir dari perjalanan batin yang mendalam dan rasa damai yang ia temukan dalam ajaran Islam.
“Saya merasa melalui Islam bisa lebih dekat dengan Allah. Saya ingin memahami semua ajaran-Nya. Ini menjadi pengalaman terindah dalam hidup saya dan saya bersyukur hati saya dibukakan untuk mengenal Islam,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca, Senin (25/05/2026).
Ia mengaku kedatangannya ke Tetebatu terjadi secara tidak terduga setelah penerbangannya dibatalkan. Menurutnya, perjalanan tersebut menjadi jalan yang membawanya mengenal Islam lebih dekat. “Saya sebenarnya tidak merencanakan datang ke sini. Tapi sekarang saya percaya ini adalah jalan yang Allah tunjukkan untuk saya,” katanya.
Perubahan keyakinan yang dialami Siti Suraida disebut turut memengaruhi keluarganya di Swiss, terutama sang ayah yang sebelumnya tidak mempercayai keberadaan Tuhan. Ia mengatakan sang ayah mulai tersentuh setelah melihat perubahan dirinya sejak mengenal Islam dan menjalankan ibadah salat.
“Ayah saya sekarang mulai percaya kepada Tuhan. Beliau bangga melihat perubahan yang saya rasakan setelah mengenal Islam,” tuturnya.
Siti Suraida mengaku merasakan ketenangan dan kehangatan hati setelah memeluk Islam. Ia berharap pengalaman spiritual yang dialaminya dapat menjadi inspirasi bagi banyak orang untuk lebih mendengarkan suara hati dan mendekatkan diri kepada Tuhan. “Saya hanya ingin membawa sedikit kebaikan melalui jalan Allah,” pungkasnya.
Masyaallah

indent.smk dan nowbitool memberi reputasi
2
128
Kutip
4
Balasan
Komentar yang asik ya
Urutan
Terbaru
Terlama
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan