Hai semuanya, Shalom Aleichem!
Selamat malam GanSist semuanya!
Di era modern, hobi sering dianggap sekadar aktivitas pengisi waktu luang. Banyak orang menjalani hobi hanya untuk hiburan sesaat tanpa pernah memikirkan dampaknya terhadap kualitas hidup. Padahal, cara seseorang menjalani hobinya sebenarnya dapat menunjukkan kondisi mental, tujuan hidup, bahkan tingkat kemampuan berhikmat.
Ada orang yang menjadikan hobi sebagai sarana untuk mandiri. Ada yang menjadikan hobi sebagai alat mencari validasi. Ada pula yang menggunakan hobi untuk pelarian positif dari masalah hidup.
Berhubungan dengan seri-seri sebelumnya dalam Superwoman Series, wanita kuat bukan hanya wanita yang cantik atau populer. Wanita kuat juga memiliki arah hidup yang sehat karena mampu menggunakan aktivitas sehari-hari, termasuk hobinya, untuk membangun kesehatan fisik, mental, sosial, dan spiritual.
Menariknya, hobi sebenarnya memiliki pengaruh besar terhadap psikologi manusia.
Dalam penelitian psikologi positif, aktivitas yang dilakukan dengan penuh hikmat dan keterlibatan emosional sehat dapat membantu meningkatkan kesejahteraan hidup. Hobi juga dapat membantu mengurangi stres, meningkatkan kreativitas, memperluas relasi sosial, bahkan membantu seseorang menemukan tujuan hidup.
Namun, tidak semua wanita menggunakan hobi dengan cara yang sehat.
Oleh karena itu, thread kali ini akan membahas tentang 5 tier hobi wanita berdasarkan tujuan dan cara wanita menjalani hobinya.
Thread ini bukan untuk menghakimi wanita. Thread ini lebih bertujuan untuk mengajak Sista melihat bahwa sebuah hobi bisa membawa seseorang menuju pertumbuhan, tetapi juga bisa menyeret seseorang menuju kebiasaan yang tidak sehat.
Superwoman Series yang ke-80 kali ini akan membahas bagaimana sebuah hobi dapat menunjukkan kualitas hikmat seorang perempuan.
Quote:
1. Tier Sampah: Menjadikan Hobi sebagai Alat untuk Merugikan Orang Lain maupun Diri Sendiri
Pada tier sampah, wanita menjadikan hobinya sebagai alat untuk menyakiti atau merendahkan orang lain. Contohnya sederhana. Sama-sama suka menari, tetapi wanita tier sampah menggunakan kemampuan tersebut untuk mengejek wanita lain yang tidak bisa menari. Sama-sama suka memasak, tetapi hobinya dipakai untuk menghina cita rasa masakan perempuan lain. Sama-sama suka berenang, tetapi suka merendahkan wanita lain yang masih belum bisa berenang. Pada titik ini, hobi tidak lagi menjadi sarana pertumbuhan. Hobi berubah menjadi alat kesombongan dan superioritas sosial.
Dalam psikologi sosial, perilaku seperti ini sering berkaitan dengan kebutuhan kompensasi ego. Seseorang merasa dirinya bernilai hanya jika ada orang lain yang dianggap lebih rendah. Akibatnya, hobi yang sebenarnya positif malah berubah menjadi alat penghinaan.
Lebih parah lagi, kadang seseorang juga merugikan dirinya sendiri melalui hobinya yang salah. Misalnya, hobi berbelanja sampai kecanduan, hobi bermain media sosial sampai lupa tanggung jawab, hobi menonton sinetron sampai merusak mental, hingga hobi makan makanan yang tidak sehat.
Berhubungan dengan seri-seri sebelumnya tentang kecanduan belanja dan validasi sosial, manusia yang tidak memiliki hikmat mudah menjadikan kesenangan sebagai alat penghancur hidupnya sendiri. Padahal, tujuan sehat dari hobi seharusnya membantu manusia untuk lebih manusiawi, alih-alih merusak hikmat manusia.
Quote:
2. Tier Badut: Menjadikan Hobi sebagai Alat untuk Mengejar Validasi
Pada tier badut, wanita sudah tidak terlalu merugikan orang lain, tetapi masih sangat bergantung pada penilaian sosial. Wanita tier badut menjalani hobi demi pengakuan. Misalnya, wanita suka menari supaya dianggap keren, suka bermain basket supaya dipuji, suka bermain musik supaya menarik perhatian lawan jenis, hingga suka membaca buku hanya supaya dianggap pintar.
Masalahnya, hidup yang terlalu bergantung pada validasi biasanya tidak stabil. Mengapa? Sebab, penilaian manusia selalu berubah. Hari ini dipuji, besok bisa dilupakan. Hari ini dianggap keren, besok dianggap biasa saja.
Dalam psikologi, ketergantungan berlebihan terhadap validasi eksternal dapat membuat seseorang mudah mengalami kecemasan sosial dan krisis identitas. Seseorang jadi sulit menikmati aktivitasnya sendiri dan hanya merasa senang ketika mendapat perhatian. Akibatnya, hobinya kehilangan makna pribadi.
Berhubungan dengan Superwoman Series sebelumnya tentang
people pleasing dan kecantikan, wanita kuat tidak membangun harga dirinya hanya dari pujian orang lain. Wanita kuat mampu menikmati proses pertumbuhan dirinya sendiri dan tetap hidup dalam hikmat meskipun tidak selalu mendapat apresiasi sosial.
Quote:
3. Tier Perak: Menjadikan Hobi untuk Menguatkan Diri
Di tier ini, wanita mulai memiliki hubungan yang lebih sehat dengan hobinya. Wanita tier perak menggunakan hobinya untuk menjaga kesehatan mental dan fisik. Contohnya, seorang wanita suka menari bukan sekadar untuk tampil keren, tetapi untuk menjaga tubuh tetap bugar dan sehat. Atau, seorang wanita suka berenang untuk membantu mengurangi stres dan menjaga disiplin hidup.
Faktanya, hobi dapat membantu mencegah perilaku manusia yang sama seperti binatang, misalnya kecanduan belanja atau perilaku impulsif lainnya. Secara psikologis, ini masuk akal. Manusia membutuhkan saluran energi emosional yang sehat. Jika wanita tidak memiliki aktivitas positif, dirinya lebih mudah mencari pelarian yang tidak berhikmat, seperti berbelanja berlebihan, bergosip, kecanduan sinetron, bermain media sosial berlebihan, dan perilaku impulsif lainnya.
Oleh karena itu, hobi sehat dapat menjadi bentuk pelarian yang positif. Dalam psikologi kesehatan, aktivitas fisik, seni, musik, dan kegiatan kreatif terbukti membantu regulasi emosi dan kesehatan mental.
Berhubungan dengan seluruh semangat Superwoman Series, wanita kuat memahami bahwa tubuh dan pikirannya perlu dijaga, tidak membiarkan dirinya dikuasai impuls sesaat, serta mulai belajar disiplin dan pengendalian diri melalui kebiasaan kecil sehari-hari.
Wanita tier perak memang belum sempurna. Namun, setidaknya arah hidupnya sudah lebih baik.
Quote:
4. Tier Emas: Menjadikan Hobi sebagai Pemasukan Sampingan
Pada tier emas, seseorang mulai mengembangkan hobinya menjadi sesuatu yang produktif secara ekonomi.
Wanita tier emas tidak hanya menikmati hobinya, tetapi juga mulai belajar tanggung jawab, kreativitas, dan kerja keras. Misalnya, menjadi konten kreator tari, membuka kelas online kecil, menjual karya seni, membuat kerajinan tangan, menjadi instruktur renang kecil-kecilan, membuka jasa fotografi, dan menjual hasil memasak.
Mungkin, penghasilannya belum besar. Namun, ada proses pertumbuhan penting di sini. Seseorang belajar bahwa kemampuan dan minatnya dapat memberi nilai nyata.
Dalam psikologi kerja, aktivitas yang memberikan rasa kompetensi biasanya meningkatkan rasa percaya diri dan kepuasan hidup. Berhubungan dengan seri-seri sebelumnya tentang wanita mandiri, tier emas menunjukkan bahwa perempuan mulai membangun kemandirian dari kemampuannya sendiri.
Tier emas tidak hanya menghabiskan uang. Tier emas juga mulai menghasilkan sesuatu. Selain itu, tier emas juga membantu seseorang belajar untuk menghadapi tantangan nyata, belajar konsisten, belajar disiplin, belajar menerima kritik, dan belajar memperbaiki kualitas diri.
Hobi yang awalnya sederhana mulai berubah menjadi sarana pertumbuhan hikmat.
Quote:
5. Tier Wanita Baja: Menjadikan Hobi sebagai Sarana Berhikmat dan Berbagi kepada Sesama
Inilah tier tertinggi wanita dalam mengembangkan hobinya. Pada tier wanita baja, seseorang tidak hanya menggunakan hobinya untuk diri sendiri. Wanita baja mulai menggunakan hobinya untuk membantu kehidupan orang lain. Misalnya, membuka kursus tari gratis khusus untuk anak kurang mampu, menjual perlengkapan hobi dengan jujur dan bermanfaat (misalnya jersey basket wanita), menggunakan hasil usaha untuk donasi sosial ke anak-anak panti asuhan, mengajari orang lain secara sukarela, dan membantu orang lain berkembang.
Dalam psikologi positif, perilaku prososial seperti membantu orang lain berkaitan erat dengan makna hidup dan kesejahteraan psikologis. Mengapa? Sebab, manusia sebenarnya memiliki kebutuhan untuk merasa hidupnya bermakna, dan salah satu sumber makna terbesar adalah kontribusi terhadap sesama.
Berhubungan dengan seluruh filosofi Superwoman Series, wanita baja bukan hanya wanita yang kuat untuk dirinya sendiri. Wanita baja juga menjadi sumber kekuatan bagi lingkungan sekitarnya, tidak takut melihat orang lain berkembang, dan justru ikut membantu perkembangan diri orang lain. Selain itu, tier wanita baja juga menunjukkan hikmat dan sikap manusiawi yang lebih baik. Wanita baja memahami bahwa kemampuan dan bakat bukan hanya untuk pelarian positif atau validasi. Bakat juga merupakan tanggung jawab sosial.
Oleh karena itu, wanita baja biasanya meninggalkan dampak positif yang jauh lebih besar dibandingkan sekadar popularitas sesaat.
Quote:
Mengapa Hobi Bisa Membentuk Kepribadian?
Banyak orang menganggap hobi hanyalah aktivitas kecil. Padahal, kebiasaan kecil yang dilakukan berulang kali dapat membentuk hikmat dan kepribadian seseorang.
Jika seseorang terus menjalani hobi dengan penuh disiplin, dirinya akan belajar konsistensi. Jika seseorang menjalani hobinya dengan sikap manusiawi dan semangat untuk berbagi, dirinya akan belajar hikmat dan kepedulian sosial. Sebaliknya, jika seseorang menjalani hobinya dengan ego dan validasi berlebihan, dirinya juga akan memperkuat pola pikir tersebut.
Oleh karena itu, kualitas sebuah hobi bukan hanya ditentukan jenis hobinya. Yang lebih penting adalah tujuan dan cara seseorang menjalani hobi tersebut.
Quote:
PENUTUP
Hobi sebenarnya dapat menjadi cermin hikmat seseorang. Ada yang menggunakan hobi untuk merendahkan orang lain, ada yang menggunakan hobi demi validasi, ada yang menggunakan hobi untuk menjaga kesehatan, ada yang mengubah hobinya menjadi sumber penghasilan, dan ada pula yang menggunakan hobinya untuk membantu sesama manusia.
Itulah inti pembahasan dalam Superwoman Series #80 kali ini.
Wanita kuat bukan hanya wanita yang memiliki banyak kemampuan. Wanita kuat adalah wanita yang mampu menggunakan kemampuan dan hobinya secara manusiawi.
Sebab, pada akhirnya, aktivitas yang dilakukan setiap hari perlahan membentuk kepribadian manusia itu sendiri.
Jadi, setelah membaca thread ini, Sista merasa berada di tier yang mana?
Quote:
SUMBER
Akun Y*ut*be Pria Seratus Persen (tetapi diadaptasi dengan gaya wanita)
American Psychological Association. (2023).
Mindfulness, hobbies, and mental health.
https://www.apa.org
Bandura, A. (1997).
Self-efficacy: The exercise of control. W.H. Freeman.
Csikszentmihalyi, M. (1990).
Flow: The psychology of optimal experience. Harper & Row.
Deci, E. L., & Ryan, R. M. (2000). The “what” and “why” of goal pursuits: Human needs and the self-determination of behavior.
Psychological Inquiry,
11(4), 227–268.
Goleman, D. (1995).
Emotional intelligence. Bantam Books.
Harvard Medical School. (2021).
The benefits of hobbies for mental health.
https://www.health.harvard.edu
Seligman, M. E. P. (2011).
Flourish: A visionary new understanding of happiness and well-being. Free Press.
World Health Organization. (2022).
Mental health and well-being.
https://www.who.int/news-room/fact-s...g-our-response
@multimedia.ptrt @sahabat.006 @pabuaranwetan