- Beranda
- Komunitas
- News
- Berita dan Politik
SWF INA Masuk Dalam Pertaruhan Investasi di Pusat Data
TS
aleksandronesta
SWF INA Masuk Dalam Pertaruhan Investasi di Pusat Data
Quote:
SWF INA Masuk Dalam Pertaruhan Investasi di Pusat Data
News
26 May 2026 10:25

Lembaga Investasi Dana Abadi Negara INA Berinvestasi di Perusahaan Swasta Pusat Data (Diolah)
Echo Wong-Bloomberg News
Bloomberg, Pengelola dana abadi dan investasi negara Indonesia atau Indonesia Investment Authority (INA) terlibat dalam pertaruhan infrastruktur di bidang kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).
INA masuk pada berbagai fund dan perusahaan swasta di tengah booming investasi pusat data dimana lembaga Sovereign Wealth Fund (SWF) negara Indonesia tersebut, bersama mitranya, mengalokasikan Rp74,5 triliun sejauh ini, dan sekitar 30% dari jumlah tersebut diperuntukkan untuk infrastruktur digital, menurut CIO INA Christopher Ganis dalam sebuah wawancara.
INA, yang mengelola lebih dari US$8 miliar (setara Rp142,33 triliun), telah menyelesaikan beberapa kesepakatan infrastruktur digital, terang Ganis. Ini termasuk partisipasinya dalam putaran pendanaan untuk DayOne Data Centres Ltd., perusahaan spin-off dari perusahaan China GDS Holdings Ltd.
Komitmen dana tersebut terhadap infrastruktur AI menegaskan lonjakan global untuk berinvestasi di pusat data dan pihak lain yang diuntungkan dari revolusi pembelajaran mesin. Sekurang-kurangnya US$3 triliun akan mengalir ke investasi terkait pusat data selama lima tahun ke depan, menurut Moody’s Ratings, yang menciptakan peluang besar bagi lembaga investasi seperti INA.
Sektor digital merupakan salah satu dari lima bidang fokus dana investasi yang telah beroperasi selama lima tahun ini, yang akan mengalokasikan hingga 30% dari anggaran tahunannya untuk sektor tersebut, kata Ganis.
Meskipun “banyak perkembangan AI ini berasal dari luar Indonesia, hal itu tidak berarti kami akan mengabaikan tren tersebut,” ucap Ganis.
INA memperkirakan booming AI akan menguntungkan Indonesia seiring perusahaan-perusahaan mendirikan pusat pelatihan dan penelitian di negara ini, yang memiliki salah satu populasi termuda di Asia.
Portofolio investasi INA mencakup pusat data dengan kapasitas terencana sebesar 74 megawatt (MW) dan tingkat okupansi yang telah terisi 100%, menurut situs webnya.
Ilustrasi pengembangan pusat data. dok: Bloomberg
Di tengah persaingan AS dan China dalam bidang AI, Ganis mengatakan INA akan mengambil pendekatan “non-blok” untuk bekerja sama dengan berbagai mitra.
AI adalah sektor dalam “dunia multipolar” di mana negara-negara akan berupaya menciptakan juara nasional atau regional, kata Ganis. Namun, perusahaan-perusahaan akan melihat Indonesia sebagai pasar di mana mereka dapat meningkatkan produktivitas dan ekspansi mereka, tambahnya.
Meskipun konflik di Timur Tengah memberikan tekanan pada negara-negara pengimpor minyak bersih seperti Indonesia, Ganis mengatakan pusat data yang ada di Indonesia beroperasi di kawasan industri dengan keamanan pasokan listrik. Meski begitu, dirinya tetap waspada terhadap potensi lonjakan harga minyak lebih lanjut.
“Saya rasa kita tidak bisa membuat pernyataan sekilas terkait dampaknya,” kata Ganis, seraya menjelaskan bahwa dana investasi tersebut harus mengevaluasi berbagai faktor, termasuk kontrak listrik di masa depan, untuk melihat dampaknya.
SWF INA, yang didirikan pada Desember 2020, baru-baru ini mengalami serangkaian perombakan kepemimpinan. Danantara, sesama penerima mandat pengelola investasi dan dana abadi, yang memiliki mandat jauh lebih besar, juga berencana untuk berinvestasi di pusat data.
INA awalnya berfokus pada investasi ekuitas swasta dengan struktur kepemilikan saham minoritas, dan sejak itu telah berkembang ke bidang kredit swasta dan real estat.
Awalnya, keputusan investasi tersebut didanai dengan kepemilikan saham pemerintah dan uang tunai, serta mengandalkan dividen saham dan bunga sebagai sumber pendapatan utamanya. Ganis memperkirakan porsi tersebut akan berkurang secara bertahap seiring dengan meningkatnya porsi pendapatan investasi.
Apa apaan ini

Kata pengamat Indonesia gelap
Nggak butuh bangun kayak gituin
Kami hanya butuh Pusat Tempe
Tambang juga bikin rusak alam
Tambang yang benar cuma tambang batu bata
Untuk industri percetakan batu bata

0
37
Kutip
0
Balasan
Komentar yang asik ya
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan