Hai semuanya, Shalom Aleichem!
Selamat malam GanSist semuanya!
Banyak perempuan tumbuh dengan berbagai mitos mengenai menstruasi. Ada yang dilarang olahraga. Ada yang dianggap harus terus berbaring. Ada yang takut bergerak terlalu aktif karena khawatir kondisi tubuh menjadi lebih buruk.
Padahal, ilmu kesehatan modern menunjukkan bahwa aktivitas fisik yang dilakukan dengan tepat justru dapat membantu perempuan menjaga kondisi tubuh dan mental selama menstruasi.
Sayangnya, masih banyak anggapan bahwa perempuan yang sedang menstruasi harus menghindari latihan fisik sama sekali. Akibatnya, sebagian wanita menjadi takut bergerak, takut olahraga, takut berlatih, dan takut tubuhnya mengalami gangguan. Padahal, tubuh manusia dirancang untuk rajin bergerak.
Berhubungan dengan seri-seri sebelumnya dalam Superwoman Series, wanita kuat bukan hanya wanita yang menjaga penampilan luar. Wanita kuat juga menjaga kesehatan tubuh, kestabilan emosi, disiplin hidup, dan ketahanan mentalnya.
Olahraga bukan hanya soal membentuk tubuh menjadi lebih bugar dan cantik. Olahraga juga berkaitan dengan kesehatan jantung, kualitas tidur, kestabilan suasana hati, bahkan kemampuan untuk tetap berpikir dengan penuh hikmat.
Superwoman Series yang ke-79 kali ini akan membahas mengapa push up saat menstruasi sebenarnya bukan sesuatu yang dilarang. Tentu saja, ada penyesuaian tertentu yang perlu dilakukan. Tubuh setiap wanita berbeda. Ada yang mengalami nyeri ringan. Ada yang mengalami kram cukup berat.
Oleh karena itu, intensitas latihan harus disesuaikan dengan kondisi tubuh masing-masing.
Namun, istilah “disesuaikan” dan “dilarang total” sangat berbeda.
Thread ini akan membahas hubungan olahraga, kesehatan tubuh, hormon, mentalitas disiplin, dan bagaimana aktivitas fisik membantu perempuan menjadi lebih kuat secara fisik maupun mental.
Quote:
Menstruasi Bukan Penyakit
Hal pertama yang penting dipahami adalah menstruasi bukan penyakit. Menstruasi merupakan proses biologis normal pada tubuh perempuan. Tubuh wanita mengalami perubahan hormon sebagai bagian dari siklus reproduksi.
Oleh karena itu, perempuan memang bisa mengalami beberapa gejala tertentu seperti kram perut, tubuh terasa lemas karena anemia ringan, perubahan suasana hati, nyeri punggung, mudah lelah, dan perubahan energi harian.
Namun, kondisi tersebut tidak otomatis berarti tubuh harus berhenti bergerak total. Bahkan, banyak penelitian menunjukkan bahwa aktivitas fisik ringan hingga sedang dapat membantu mengurangi beberapa gejala menstruasi. Olahraga membantu meningkatkan aliran darah, membantu pelepasan endorfin, dan membantu tubuh mengurangi ketegangan otot.
Oleh karena itu, banyak dokter dan organisasi kesehatan modern justru menganjurkan aktivitas fisik yang disesuaikan selama menstruasi.
Masalah muncul ketika masyarakat terlalu percaya pada mitos tanpa memahami kondisi biologis tubuh. Akibatnya, perempuan kadang merasa tubuhnya sangat rapuh hanya karena sedang menstruasi. Padahal, tubuh perempuan sebenarnya memiliki kemampuan adaptasi yang luar biasa.
Quote:
Push Up dan Kesehatan Tubuh Perempuan
Push up adalah latihan sederhana yang melatih banyak bagian tubuh sekaligus. Gerakan ini melibatkan otot dada, bahu, lengan, inti tubuh, hingga kestabilan postur.
Selain itu, push up juga termasuk latihan
bodyweight yang dapat dilakukan tanpa alat mahal.
Dalam ilmu olahraga, latihan kekuatan seperti push up membantu menjaga massa otot, kesehatan metabolisme, dan fungsi tubuh secara keseluruhan. Banyak orang mengira bahwa latihan kekuatan hanya penting untuk pria. Padahal, perempuan juga membutuhkan kekuatan otot yang baik.
Mengapa? Sebab, kekuatan otot membantu postur tubuh, membantu kepadatan tulang, membantu keseimbangan tubuh, dan membantu menjaga kesehatan saat usia bertambah.
Berhubungan dengan seri-seri sebelumnya tentang wanita tangguh dan olahraga, perempuan yang aktif bergerak biasanya memiliki ketahanan fisik dan mental yang lebih baik dibandingkan yang terlalu pasif.
Tubuh yang aktif juga membantu wanita merasa lebih percaya diri terhadap dirinya sendiri.
Quote:
Benarkah Push Up Saat Menstruasi Berbahaya?
Secara umum, tidak ada larangan medis bahwa perempuan tidak boleh melakukan push up saat menstruasi. Yang penting adalah memahami kondisi tubuh masing-masing. Jika seseorang mengalami nyeri berat, tentu latihan perlu dikurangi. Jika tubuh terasa sangat lelah, intensitas latihan dapat disesuaikan. Namun, jika kondisi tubuh masih cukup stabil, latihan ringan hingga sedang justru dapat membantu tubuh tetap bugar.
American College of Obstetricians and Gynecologists menjelaskan bahwa aktivitas fisik selama menstruasi pada umumnya aman dan bahkan dapat membantu mengurangi ketidaknyamanan tertentu.
Olahraga membantu meningkatkan sirkulasi darah dan pelepasan hormon yang berhubungan dengan suasana hati. Selain itu, olahraga teratur juga membantu menjaga kesehatan jangka panjang.
Oleh karena itu, yang lebih penting bukan larangan total. Yang penting adalah kemampuan mendengarkan kondisi tubuh.
Wanita kuat bukan wanita yang memaksa tubuhnya secara ekstrem, tetapi juga bukan wanita yang langsung menyerah hanya karena merasa sedikit tidak nyaman.
Quote:
Hubungan Push Up dengan Produksi Sel Darah Merah
Dalam beberapa literatur, disebutkan bahwa olahraga membantu produksi eritrosit melalui produksi hormon testosteron dan aktivitas fisik.
Quote:
Secara ilmiah, olahraga memang memiliki hubungan dengan peningkatan adaptasi fisiologis tubuh. Saat tubuh aktif bergerak, kebutuhan oksigen meningkat. Tubuh kemudian merespons dengan meningkatkan efisiensi sistem peredaran darah dengan memperbanyak jumlah eritrosit.
Aktivitas fisik teratur juga berkaitan dengan peningkatan produksi eritropoietin dalam kondisi tertentu. Eritropoietin adalah hormon yang membantu pembentukan sel darah merah.
Selain itu, latihan fisik membantu menjaga kesehatan metabolisme dan sirkulasi darah.
Tentu saja, push up bukanlah “obat ajaib” yang langsung membuat eritrosit bertambah banyak. Tubuh tetap membutuhkan nutrisi cukup untuk produksi eritrosit, seperti zat besi, protein, vitamin B12, dan pola makan sehat.
Namun, aktivitas fisik memang membantu tubuh menjaga fungsi biologisnya secara lebih baik.
Oleh karena itu, perempuan yang rutin bergerak biasanya memiliki kondisi tubuh yang lebih bugar dibandingkan yang malas gerak.
Quote:
Olahraga Membantu Kesehatan Mental Saat Menstruasi
Salah satu dampak menstruasi yang cukup sering terjadi adalah perubahan suasana hati. Sebagian perempuan menjadi lebih sensitif, lebih mudah marah, lebih mudah sedih, atau lebih mudah merasa stres.
Hal ini berkaitan dengan perubahan hormon yang memengaruhi kondisi emosional.
Namun, olahraga memiliki pengaruh besar terhadap kesehatan mental.
Aktivitas fisik membantu pelepasan endorfin yang sering disebut sebagai hormon yang membantu meningkatkan suasana hati.
Selain itu, olahraga juga membantu mengurangi stres dan kecemasan. Dalam psikologi kesehatan, aktivitas fisik teratur sering dikaitkan dengan peningkatan regulasi emosi. Artinya, seseorang menjadi lebih mampu mengelola perasaannya secara sehat.
Berhubungan dengan seri-seri sebelumnya tentang kontrol impuls dan mentalitas wanita tangguh, olahraga membantu wanita untuk belajar disiplin, belajar mengendalikan diri, belajar menghadapi rasa tidak nyaman, belajar untuk lebih fokus, dan belajar bahwa pertumbuhan membutuhkan kerja keras.
Quote:
Push Up dan Mentalitas Disiplin
Menariknya, manfaat olahraga bukan hanya fisik. Olahraga juga melatih pola pikir. Seseorang yang rutin latihan biasanya belajar beberapa hal penting, seperti konsistensi, disiplin, pengendalian emosi, kesabaran, dan kemampuan menghadapi tantangan
Push up memang terlihat sederhana. Namun, bagi banyak orang, melakukan latihan secara konsisten ternyata sulit. Mengapa? Sebab, manusia sering dikendalikan oleh impuls, mudah malas, mudah menyerah, dan mudah mencari kenyamanan instan.
Oleh karena itu, olahraga sebenarnya juga melatih mental, di mana push up membantu manusia supaya tidak hidup seperti binatang yang tidak bisa berempati dan hanya mengikuti impuls.
Secara filosofis, maksudnya adalah manusia perlu melatih akal budi, disiplin, dan kontrol diri. Manusia tidak seperti binatang yang hanya hidup untuk mencari kenyamanan sesaat. Manusia juga memiliki kemampuan berpikir, empati, dan tanggung jawab moral.
Olahraga membantu melatih kemampuan tersebut melalui kebiasaan disiplin sehari-hari. Wanita yang mampu menjaga disiplin hidup biasanya lebih kuat menghadapi tekanan sosial dan emosional.
Quote:
Mengapa Banyak Wanita Masih Takut Olahraga Saat Menstruasi?
Ada beberapa alasan mengapa mitos ini masih bertahan.
Pertama, kurangnya edukasi kesehatan. Banyak orang hanya mengikuti larangan turun-temurun tanpa memahami dasar ilmiahnya.
Kedua, pengalaman pribadi yang berbeda. Sebagian perempuan memang mengalami nyeri menstruasi berat. Akibatnya, mereka menganggap semua perempuan pasti harus berhenti olahraga total. Padahal, kondisi tubuh setiap wanita berbeda.
Ketiga, budaya yang terlalu menganggap tubuh perempuan rapuh. Padahal, perempuan sebenarnya memiliki kemampuan biologis yang sangat kuat.
Tubuh perempuan mampu mengalami perubahan hormonal rutin setiap bulan dan tetap berfungsi menjalani aktivitas sehari-hari.
Oleh karena itu, penting untuk membangun pemahaman yang lebih realistis. Perempuan tidak perlu memaksakan diri secara ekstrem. Namun, perempuan juga tidak perlu takut bergerak hanya karena menstruasi.
Quote:
Penyesuaian yang Tetap Perlu Dilakukan
Meskipun push up saat menstruasi umumnya aman, tetap ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.
1) Dengarkan kondisi tubuh.
2) Kurangi repetisi jika tubuh terasa lebih lelah.
3) Jangan memaksakan latihan berat saat nyeri haid sangat kuat.
4) Pastikan tubuh cukup terhidrasi.
5) Konsumsi makanan bergizi yang baik.
6) Istirahat cukup.
Wanita kuat bukan berarti harus memaksakan diri tanpa batas. Kekuatan sejati juga berarti memahami tubuh sendiri secara bijak. Disiplin berbeda dengan menyiksa diri.
Oleh karena itu, olahraga saat menstruasi harus dilakukan dengan pendekatan sehat dan realistis.
Quote:
Wanita Tangguh Tidak Takut Menjadi Kuat
Salah satu masalah dalam budaya modern adalah masih adanya anggapan bahwa perempuan sebaiknya terlalu pasif atau terlalu rapuh. Padahal, perempuan juga berhak memiliki tubuh yang kuat, berhak sehat, berhak aktif, dan berhak disiplin.
Berhubungan dengan seluruh semangat Superwoman Series, wanita tangguh bukan wanita yang malas bergerak. Wanita tangguh merawat tubuhnya dengan menjaga pikirannya, membangun ketahanan mental, tidak takut berkeringat, tidak takut belajar disiplin, dan memahami bahwa tubuh sehat membantu seseorang untuk menjalani kehidupan dengan lebih baik.
Quote:
PENUTUP
Menstruasi bukan alasan untuk takut bergerak. Push up saat menstruasi bukan sesuatu yang otomatis berbahaya. Justru, dengan penyesuaian yang tepat, aktivitas fisik dapat membantu perempuan menjaga kesehatan tubuh, kestabilan emosi, dan kualitas hidup secara keseluruhan.
Olahraga membantu meningkatkan sirkulasi darah, membantu regulasi suasana hati, melatih disiplin, dan membantu perempuan membangun ketangguhan fisik maupun mental.
Tentu saja, setiap tubuh wanita memiliki kondisi yang berbeda. Oleh karena itu, intensitas latihan perlu disesuaikan.
Namun, istilah “menyesuaikan” dan “melarang total” sangat berbeda.
Itulah semangat utama dalam Superwoman Series #79.
Wanita kuat bukan wanita yang takut bergerak. Wanita kuat adalah wanita yang memahami tubuhnya, menjaga kesehatannya, dan terus melatih dirinya menjadi lebih disiplin serta lebih berhikmat.
Sebab, pada akhirnya, tubuh yang sehat dan pikiran yang disiplin membantu manusia hidup dengan lebih berhikmat, alih-alih sekadar hidup mengikuti impuls sesaat.
Jadi, setelah membaca thread ini, Sista masih takut push up saat menstruasi?
Quote:
SUMBER
American College of Obstetricians and Gynecologists. (2020).
Exercise during menstruation and women’s health.
https://www.acog.org
American Psychological Association. (2023).
The exercise effect.
https://www.apa.org/topics/exercise-fitness/stress
Harvard Medical School. (2021).
Exercise and mental health.
https://www.health.harvard.edu
Kenney, W. L., Wilmore, J. H., & Costill, D. L. (2020).
Physiology of sport and exercise (7th ed.). Human Kinetics.
Mayo Clinic. (2023).
Exercise during periods: Is it safe? https://www.mayoclinic.org
Powers, S. K., & Howley, E. T. (2021).
Exercise physiology: Theory and application to fitness and performance (11th ed.). McGraw-Hill.
World Health Organization. (2020).
WHO guidelines on physical activity and sedentary behaviour.
https://www.who.int/publications/i/i.../9789240015128
Youngstedt, S. D. (2005). Effects of exercise on sleep.
Clinics in Sports Medicine,
24(2), 355–365.
@multimedia.ptrt @sahabat.006 @marywiguna13