- Beranda
- Komunitas
- Story
- Stories from the Heart
[Cerpen][21+] Hubungan Tanpa Status Pertamaku
TS
marywiguna13
[Cerpen][21+] Hubungan Tanpa Status Pertamaku
![[Cerpen][21+] Hubungan Tanpa Status Pertamaku](https://s.kaskus.id/images/2026/05/26/6367_8461707_185_20260526092432.jpg)
Prolog
Memang akulah yang mengakhiri hubungan yang sudah terjalin selama tiga bulan dengan Rangga. Namun, sepertinya sisi emosiku masih terlibat, yang tidak jarang akan langsung mencuat ke permukaan setiap kali aku tanpa sengaja melihatnya berinteraksi secara khusus dengan pengguna lain yang aku yakini dan kemungkinan besar berjenis kelamin perempuan, di laman komentar sebuah thread.
Seharusnya aku cukup bersikap masa bodoh, tetapi bentuk interaksi tersebut secara tidak langsung justru memancing kecemburuanku. Bagaimana tidak? Komentar yang mereka saling timpali sama sekali tidak berhubungan dengan thread, tetapi justru out of topicdan berkesan saling flirting satu sama lain.
Tentu saja, aku masih akan bisa melihat akun milik Rangga berseliweran karena kami masih menjadi penghuni sebuah forum yang sama. Hal tersebut bukanlah sesuatu hal yang mudah untuk kuhadapi dan membuatku ingin segera pergi dari forum tersebut. Namun, aku tidak bisa, karena aku masih memiliki sebentuk kewajiban yang harus aku jalankan di sana.
Sepuluh bulan setelah hubungan kami berakhir, aku merasa bahwa aku sudah bisa move on dari Rangga walaupun belum sepenuhnya. Karena dengan seiring berjalannya waktu, setidaknya aku semakin tahu bagaimana cara untuk mengendalikan emosi dan sebentuk perasaan yang masih tersisa. Aku tidak tahu apakah dengan menghabiskan waktu selama sepuluh bulan untuk move on bisa terbilang waktu yang cepat, atau justru sebaliknya. Aku tidak peduli dengan hal itu. Karena bagiku yang terpenting adalah, aku harus bisa move on dari Rangga.
Sebagai bukti, aku kembali mengunduh aplikasi kencan online yang selalu bisa aku manfaatkan untuk bersosialisasi di dunia maya. Aku jarang bisa memiliki kesempatan untuk bisa berkenalan dengan seorang laki-laki secara langsung, karena aku lebih banyak menghabiskan waktuku untuk bekerja dan berdiam diri di rumah. Lagipula, social circle yang yang aku miliki tidak begitu luas dan aku hanya terhubung dengan orang-orang yang itu-itu saja.
Tujuanku mengunduh aplikasi kencan online hanya satu, aku harus memiliki sesuatu hal yang bisa aku jadikan sebagai pengalih perhatian agar aku tidak memikirkan Rangga secara terus-menerus. Dengan begitu, aku bisa melupakannya dengan cepat. Jadi, aku memutuskan untuk menggunakan aplikasi kencan online yang bernama, Badoo.
Dalam aplikasi Badoo, aku sengaja menentukan kriteria khusus agar aku bisa berkenalan dengan tipe laki-laki yang sesuai dengan keinginanku. Aku hanya memilih para laki-laki yang berumur 30-40 tahun saja dan berstatus lajang. Walaupun aku yakin, ada sebagian dari mereka yang cenderung menyembunyikan perihal umur dan status mereka yang sebenarnya. Selain itu, aku juga hanya memilih para laki-laki yang berdomisili di Bandung saja. Karena dengan begitu, akan ada kemungkinan untuk bisa bertemu dengan mereka jika memang muncul kecocokan di antara kami.
Sejak menggunakan aplikasi Badoo, ponselku terus-menerus memunculkan notifikasi dari aplikasi tersebut. Itu berarti aku sudah bisa terhubung dengan banyak laki-laki. Namun, hal tersebut tidak lantas membuatku harus bertemu dan menjalin hubungan dengan mereka. Karena bagaimanapun, akan selalu muncul ketidakcocokan yang berasal dari berbagai hal, yang akan membuat rasa ketidaktertarikan muncul. Sehingga, jangankan untuk bertemu dan menjalin sebuah hubungan, bentuk komunikasi pun akan bisa terputus di tengah jalan.
Jadi, aku akan berusaha untuk tidak berharap lebih dari yang aku bisa lihat dan dapatkan. Aku akan tetap pada pendirianku bahwa, Badoo hanyalah sebuah pengalih perhatian.
to be continued..
Seharusnya aku cukup bersikap masa bodoh, tetapi bentuk interaksi tersebut secara tidak langsung justru memancing kecemburuanku. Bagaimana tidak? Komentar yang mereka saling timpali sama sekali tidak berhubungan dengan thread, tetapi justru out of topicdan berkesan saling flirting satu sama lain.
Tentu saja, aku masih akan bisa melihat akun milik Rangga berseliweran karena kami masih menjadi penghuni sebuah forum yang sama. Hal tersebut bukanlah sesuatu hal yang mudah untuk kuhadapi dan membuatku ingin segera pergi dari forum tersebut. Namun, aku tidak bisa, karena aku masih memiliki sebentuk kewajiban yang harus aku jalankan di sana.
Sepuluh bulan setelah hubungan kami berakhir, aku merasa bahwa aku sudah bisa move on dari Rangga walaupun belum sepenuhnya. Karena dengan seiring berjalannya waktu, setidaknya aku semakin tahu bagaimana cara untuk mengendalikan emosi dan sebentuk perasaan yang masih tersisa. Aku tidak tahu apakah dengan menghabiskan waktu selama sepuluh bulan untuk move on bisa terbilang waktu yang cepat, atau justru sebaliknya. Aku tidak peduli dengan hal itu. Karena bagiku yang terpenting adalah, aku harus bisa move on dari Rangga.
Sebagai bukti, aku kembali mengunduh aplikasi kencan online yang selalu bisa aku manfaatkan untuk bersosialisasi di dunia maya. Aku jarang bisa memiliki kesempatan untuk bisa berkenalan dengan seorang laki-laki secara langsung, karena aku lebih banyak menghabiskan waktuku untuk bekerja dan berdiam diri di rumah. Lagipula, social circle yang yang aku miliki tidak begitu luas dan aku hanya terhubung dengan orang-orang yang itu-itu saja.
Tujuanku mengunduh aplikasi kencan online hanya satu, aku harus memiliki sesuatu hal yang bisa aku jadikan sebagai pengalih perhatian agar aku tidak memikirkan Rangga secara terus-menerus. Dengan begitu, aku bisa melupakannya dengan cepat. Jadi, aku memutuskan untuk menggunakan aplikasi kencan online yang bernama, Badoo.
Dalam aplikasi Badoo, aku sengaja menentukan kriteria khusus agar aku bisa berkenalan dengan tipe laki-laki yang sesuai dengan keinginanku. Aku hanya memilih para laki-laki yang berumur 30-40 tahun saja dan berstatus lajang. Walaupun aku yakin, ada sebagian dari mereka yang cenderung menyembunyikan perihal umur dan status mereka yang sebenarnya. Selain itu, aku juga hanya memilih para laki-laki yang berdomisili di Bandung saja. Karena dengan begitu, akan ada kemungkinan untuk bisa bertemu dengan mereka jika memang muncul kecocokan di antara kami.
Sejak menggunakan aplikasi Badoo, ponselku terus-menerus memunculkan notifikasi dari aplikasi tersebut. Itu berarti aku sudah bisa terhubung dengan banyak laki-laki. Namun, hal tersebut tidak lantas membuatku harus bertemu dan menjalin hubungan dengan mereka. Karena bagaimanapun, akan selalu muncul ketidakcocokan yang berasal dari berbagai hal, yang akan membuat rasa ketidaktertarikan muncul. Sehingga, jangankan untuk bertemu dan menjalin sebuah hubungan, bentuk komunikasi pun akan bisa terputus di tengah jalan.
Jadi, aku akan berusaha untuk tidak berharap lebih dari yang aku bisa lihat dan dapatkan. Aku akan tetap pada pendirianku bahwa, Badoo hanyalah sebuah pengalih perhatian.
to be continued..
avsel memberi reputasi
1
346
24
Komentar yang asik ya
Urutan
Terbaru
Terlama
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan