- Beranda
- Komunitas
- News
- Berita dan Politik
Korban Ledakan Bom di Gereja Meninggal, Almarhum Aparat Kampung, Bukan OPM!
TS
mabdulkarim
Korban Ledakan Bom di Gereja Meninggal, Almarhum Aparat Kampung, Bukan OPM!
Korban Ledakan Bom di Gereja Intan Jaya Meninggal, DPR: Almarhum Aparat Kampung, Bukan OPM!
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/BOM-di-INTAN-JAYA-Tampak-sejumlah-korban-ser.jpg)
Tayang: Selasa, 26 Mei 2026 10:57 WIT
Penulis: Yulianus Magai | Editor: Paul Manahara Tambunan
zoom-inlihat fotoKorban Ledakan Bom di Gereja Intan Jaya Meninggal, DPR: Almarhum Aparat Kampung, Bukan OPM!
Tribun-Papua.com/Istimewa
SERANGAN BOM di INTAN JAYA - Tampak sejumlah korban serangan udara dievakuasi ke RSUD Sugapa untuk mendapatkan penanganan medis.
A-
A+
TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA – Kabar duka menyelimuti tanah Papua Tengah.
Korban insiden ledakan bom di halaman Gereja Stasi Santo Paulus Nabuni Mbamogo, Distrik Agisiga, Kabupaten Intan Jaya, akhirnya meninggal.
Satu dari empat korban luka berat, Luter Nabelau, dikabarkan mengembuskan napas terakhirnya setelah berjuang melewati masa kritis selama beberapa hari di Rumah Sakit (RS) Karitas Mimika, Timika.
Sebelumnya, Luter bersama tiga warga lainnya menjadi korban ledakan bom misterius yang mengguncang area halaman gereja pada Minggu (17/5/2026) lalu, saat lingkungan tempat ibadah tersebut sedang dipenuhi oleh aktivitas jemaat.
Meninggalnya Luter Nabelau dikonfirmasi langsung oleh Anggota DPRK Kabupaten Intan Jaya dari Fraksi Gabungan sekaligus Komisi C, Simson Weya.
Baca juga: Bantah Terlibat, TNI Sebut Ledakan di Halaman Gereja di Intan Jaya sebagai Aksi Provokasi
Simson menegaskan almarhum murni merupakan masyarakat sipil yang tidak tahu-menahu soal konflik bersenjata di wilayah tersebut.
"Warga dievakuasi ke Timika untuk menjalani perawatan medis. Namun satu orang meninggal dunia atas nama Bapak Luter Nabelau, sementara tiga orang lainnya masih menjalani perawatan," kata Simson Weya kepada Tribun Papua, Selasa (26/5/2026).
Lebih lanjut, Simson meluruskan status almarhum agar tidak terjadi simpang siur informasi di lapangan.
Luter Nabelau ternyata merupakan seorang pelayan publik di tingkat terbawah.
"Beliau bukan bagian dari kelompok bersenjata. Almarhum adalah masyarakat sipil dan aparat kampung yang bertugas di bidang Kaur Sosial Kampung Danggoa, Distrik Agisiga," ujarnya.
Insiden berdarah ini pertama kali dikonfirmasi oleh Pastor Dekan Dekanat Moni–Puncak Jaya, RP Yanuarius Yance Yogi.
Menurut Pastor Yance, ledakan bom terjadi secara tiba-tiba di depan halaman gereja yang seketika memicu kepanikan luar biasa di antara jemaat.
Empat orang dilaporkan terkapar akibat luka robek dan benturan material ledakan yang cukup serius.

LEDAKAN DI HALAMAN GEREJA - Bahan peledak mirip granat meledak di halaman Gereja Katolik Santo Paulus Nabuni Mbamogo, Distrik Agisiga, Kabupaten Intan Jaya pada Minggu (17/5/2026). (Kompas.com/Findi Rakmeni)
Mengingat keterbatasan fasilitas medis di Intan Jaya, para korban langsung dievakuasi secara kilat melalui jalur udara menuju Timika guna mendapatkan penanganan operasi intensif di RS Karitas Mimika.
Sayang, takdir berkata lain bagi Luter Nabelau. Sementara itu, tiga korban luka lainnya dilaporkan masih berjuang di ruang perawatan medis rumah sakit yang sama.
"TNI dan OPM Silakan Berperang, Tapi Lindungi Rakyat Kecil!"
Sambil menahan rasa kecewa yang mendalam, Simson Weya mengecam keras atas kembali jatuhnya korban dari kalangan masyarakat sipil dalam lingkaran konflik di Intan Jaya.
Ia mengingatkan dengan tegas kepada seluruh pihak yang bertikai, baik aparat keamanan TNI-Polri maupun kelompok OPM/TPNPB, untuk menghormati tempat ibadah dan memprioritaskan keselamatan warga yang tidak bersalah.
"Rakyat kecil tidak tahu apa-apa, tetapi justru mereka yang sering menjadi korban. Ini yang sangat kami sesalkan," cetus Simson.
Ia meminta agar wilayah permukiman warga dan gereja steril dari segala bentuk aktivitas bersenjata.
"TNI dan OPM silakan berperang, tetapi masyarakat sipil harus tetap diayomi dan dilindungi. Jangan sampai gereja, jemaat, perempuan, anak-anak, dan aparat kampung menjadi korban. Kami berharap kejadian tragis seperti ini tidak terus terulang," pungkasnya. (*)
https://papua.tribunnews.com/news/12...-opm?page=all.
rakyat kembali menjadi korban
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/BOM-di-INTAN-JAYA-Tampak-sejumlah-korban-ser.jpg)
Tayang: Selasa, 26 Mei 2026 10:57 WIT
Penulis: Yulianus Magai | Editor: Paul Manahara Tambunan
zoom-inlihat fotoKorban Ledakan Bom di Gereja Intan Jaya Meninggal, DPR: Almarhum Aparat Kampung, Bukan OPM!
Tribun-Papua.com/Istimewa
SERANGAN BOM di INTAN JAYA - Tampak sejumlah korban serangan udara dievakuasi ke RSUD Sugapa untuk mendapatkan penanganan medis.
A-
A+
TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA – Kabar duka menyelimuti tanah Papua Tengah.
Korban insiden ledakan bom di halaman Gereja Stasi Santo Paulus Nabuni Mbamogo, Distrik Agisiga, Kabupaten Intan Jaya, akhirnya meninggal.
Satu dari empat korban luka berat, Luter Nabelau, dikabarkan mengembuskan napas terakhirnya setelah berjuang melewati masa kritis selama beberapa hari di Rumah Sakit (RS) Karitas Mimika, Timika.
Sebelumnya, Luter bersama tiga warga lainnya menjadi korban ledakan bom misterius yang mengguncang area halaman gereja pada Minggu (17/5/2026) lalu, saat lingkungan tempat ibadah tersebut sedang dipenuhi oleh aktivitas jemaat.
Meninggalnya Luter Nabelau dikonfirmasi langsung oleh Anggota DPRK Kabupaten Intan Jaya dari Fraksi Gabungan sekaligus Komisi C, Simson Weya.
Baca juga: Bantah Terlibat, TNI Sebut Ledakan di Halaman Gereja di Intan Jaya sebagai Aksi Provokasi
Simson menegaskan almarhum murni merupakan masyarakat sipil yang tidak tahu-menahu soal konflik bersenjata di wilayah tersebut.
"Warga dievakuasi ke Timika untuk menjalani perawatan medis. Namun satu orang meninggal dunia atas nama Bapak Luter Nabelau, sementara tiga orang lainnya masih menjalani perawatan," kata Simson Weya kepada Tribun Papua, Selasa (26/5/2026).
Lebih lanjut, Simson meluruskan status almarhum agar tidak terjadi simpang siur informasi di lapangan.
Luter Nabelau ternyata merupakan seorang pelayan publik di tingkat terbawah.
"Beliau bukan bagian dari kelompok bersenjata. Almarhum adalah masyarakat sipil dan aparat kampung yang bertugas di bidang Kaur Sosial Kampung Danggoa, Distrik Agisiga," ujarnya.
Insiden berdarah ini pertama kali dikonfirmasi oleh Pastor Dekan Dekanat Moni–Puncak Jaya, RP Yanuarius Yance Yogi.
Menurut Pastor Yance, ledakan bom terjadi secara tiba-tiba di depan halaman gereja yang seketika memicu kepanikan luar biasa di antara jemaat.
Empat orang dilaporkan terkapar akibat luka robek dan benturan material ledakan yang cukup serius.

LEDAKAN DI HALAMAN GEREJA - Bahan peledak mirip granat meledak di halaman Gereja Katolik Santo Paulus Nabuni Mbamogo, Distrik Agisiga, Kabupaten Intan Jaya pada Minggu (17/5/2026). (Kompas.com/Findi Rakmeni)
Mengingat keterbatasan fasilitas medis di Intan Jaya, para korban langsung dievakuasi secara kilat melalui jalur udara menuju Timika guna mendapatkan penanganan operasi intensif di RS Karitas Mimika.
Sayang, takdir berkata lain bagi Luter Nabelau. Sementara itu, tiga korban luka lainnya dilaporkan masih berjuang di ruang perawatan medis rumah sakit yang sama.
"TNI dan OPM Silakan Berperang, Tapi Lindungi Rakyat Kecil!"
Sambil menahan rasa kecewa yang mendalam, Simson Weya mengecam keras atas kembali jatuhnya korban dari kalangan masyarakat sipil dalam lingkaran konflik di Intan Jaya.
Ia mengingatkan dengan tegas kepada seluruh pihak yang bertikai, baik aparat keamanan TNI-Polri maupun kelompok OPM/TPNPB, untuk menghormati tempat ibadah dan memprioritaskan keselamatan warga yang tidak bersalah.
"Rakyat kecil tidak tahu apa-apa, tetapi justru mereka yang sering menjadi korban. Ini yang sangat kami sesalkan," cetus Simson.
Ia meminta agar wilayah permukiman warga dan gereja steril dari segala bentuk aktivitas bersenjata.
"TNI dan OPM silakan berperang, tetapi masyarakat sipil harus tetap diayomi dan dilindungi. Jangan sampai gereja, jemaat, perempuan, anak-anak, dan aparat kampung menjadi korban. Kami berharap kejadian tragis seperti ini tidak terus terulang," pungkasnya. (*)
https://papua.tribunnews.com/news/12...-opm?page=all.
rakyat kembali menjadi korban
waloni dan MemoryExpress memberi reputasi
2
106
6
Komentar yang asik ya
Urutan
Terbaru
Terlama
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan